Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
   
   
  oleh: 
  Habib Rizik Syihab (Ketua Front Pembela Islam)
   
  Assalamualaikum Wr. Wb.
   
   “Katakanlah: Dengan Karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan  itu 
mereka bergembira…" (QS. Yunus: 58), 
   
  Bismillaairrahmaanirrahiim,
  Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha 
Kuasa, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Baginda Besar Nabi Muhammad 
SAW, keluarganya, para tabiit tabiin, sohabat dan kita sekalian sebagai umatnya.
   
  Kaum muslimin rahimakumullah, ada dua kelompok yang mengaku islam tetapi 
kedunya yang malah bisa merusak ukhuwah islamiyah. Mana saja kelompok yang bisa 
merusak Ukhuwah kita sebagai umat islam? saya akan jelaskan secara singkat 
saja. Kedua kelompok yang mengatas namakan islam tapi malah merusak ukhuwah 
islam itu antara lain:
   
  1. Kelompok yang sangat Toleransi terhadap Agama. Saking toleransinya, semua 
agama dia anggap benar.
  2. Kelompok yang tidak Toleransi terhadap Agama. Saking tidak toleransinya, 
dia menganggap saudaranya sendiri (yang merayakan maulid, yang tahlil, yang 
sholawat, yang talking mayat dsb) adalah murtad dan sesat.
   
  Itulah dua kelompok yang bisa merusak ukhuwah islamiyah kita.
   
  Sebelum kita membahas tentang Maulid Nabi Muhammad, sekarang kita akan 
membahas terlebih dahulu tentang 2 bagian ajaran dalam Islam.
   
  1. Usuluddin. 
  Usul artinya dasar/ pokok, sedangkan Din artinya Agama. jadi Usuluddin 
artinya Pokok-pokok ajaran Agama. Dalam masalah usuludin, itu tidak boleh 
berbeda, karena ini adalah ajaran pokok, (Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, 
Haji).kalau berbeda otomatis iu sudah keluar dari ajaran pokok agama islam 
(murtad/ kafir) 
   
  2. Furu`uddiin.
  Furu` artinya cabang, sedangkan Din artinya agama. Jadi Furu`uddin artinya 
cabang-cabang dalam ajaran agama. Berbeda dalam furu`uddin itu tidak apa-apa, 
karena ini bukan ajaran pokok, asalkan mereka yang berbeda itu punya dalil yang 
bisa dipertanggung jawabkan. (cabang2 dari rukun yang 5, dll)
   
  RUMUS: 
  BEDA USUL TIDAK BOLEH, 
  BEDA FURU` WAJIB TIDAK APA-APA ASAL PUNYA DALIL.
   
  Mana Saja yang termasuk ke dalam Usuludin dan furu`udin? saya akan kasih 
contoh dua saja. 
  
  Pertama, dalam Peristiwa Isra Mi`raj, peristiwa Isra Mi`raj Nabi Muhammad itu 
adalah kisah nyata, bukan fiktif, bukan hayalan bukan juga dongeng, sebab 
disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran, juga dijelaskan oleh Nabi dalam 
Hadits. Ini merupakan Usuludin (ajaran pokok dalam Islam) semua orang Islam 
wajib mengimaninya dan wajib mempercayainya. Yang tidak mengimaninya itu bukan 
Islam.
   
  Tetapi dalam peristiwa tersebut ada furu`udinnya juga, misalnya sebagian 
berpendapat bahwa dalam perstiwa isra mi`raj, Nabi isra mi`raj itu hanya ruhnya 
saja (mereka tidak asal berpendapat, mereka punya dalil) tetapi ada juga yang 
mengatakan bahwa nabi isra mi`raj itu ruh dan jasadnya (mereka yang mengatakan 
hal ini juga punya dalil yang bisa di pertanggung jawabkan). 
   
  Kedua, Sholat merupakan ajaran pokok dalam Islam (usuludin) semua harus 
mengakui kalau solat 5 waktu itu wajib dilaksanakan, kalau ada umat islam yang 
tidak mewajibkan solat, berarti ia tidak termasuk muslim (murtad/ kafir). 
Tetapi dalam solat ada furu`udinnya juga, misalnya : ada yang melafalkan niat/ 
ada yang tidak, ada yang mengacung-acungkan jari ketika tasyahud/ ada yang 
tidak, ada yang qunut/ ada yang tidak, dsb. Kembali kepada rumus, bahwa berbeda 
dalam usul itu tidak boleh, tetapi berbeda dalam furu` itu tidak apa-apa asal 
punya dalil.
   
  Sekarang kita akan membahas tentang Peringatan Maulid Nabi SAW, Maulid ini 
termasuk persoalan Furu` bukan Usul, ada yang mengatakan boleh ada yang 
mengatakan Mustahap (baik dan dianjurkan), ada yang mengatakan tidak boleh, 
karena Nabi sendiri tidak melakukannya, (bagi yang tidak memperingati, ente 
tidak usah memperingati maulid, maka sudah urusan selesai kenapa diperpanjang 
dan ente jangan kafirkan orang2 yang memperingatinya). 
   
  Mereka yang memperingati Maulid itu tidak asal, mereka punya dalil, Friman 
Allah, “Katakanlah: Dengan Karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan  itu 
mereka bergembira…" (QS. Yunus: 58), saya ambil garis besarnya saja, dalam ayat 
ini, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi SAW untuk bergembira, senang dengan 
rahmat Allah. Apasaja yang termasuk rahmat Allah, banyak sekali dan satu yang 
terpenting adalah rahmat atas diutusnya Rasulullah Muhammad SAW. Allah SWT 
berfirman : “Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk 
(menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS 21: 107).
   
  Nah, Sekarang kita pikirkan kalau Allah mewajibkan kita untuk bergembira atas 
rahmat yang Allah berikan dan dalam ayat lain Allah menerangkan bahwa Dia 
mengutus Nabi Muhammad untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Jadi 
kesimpulannya wajib kita bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW dan 
diutusnya Beliau sebagai Rasul.  Itulah yang menjadi dalil mengapa banyak umat 
islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan kepada yang tidak 
memperingatinya jangan sekali-kali mengatakan kepada yang memperingatinya 
adalah murtad sesat, karena ini adalah masalah furu`.
   
  Sekian sedikit bahasan mengenai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Terakhir 
saya sampaikan janganlah kita memperbesar-besarkan masalah Furu` karena itu 
bukan Ajaran Pokok Agama Islam, Bagaimana Islam mau maju, kalau umatnya saja 
masih bertengkar hanya gara-gara masalah furu`.
   
  Wallahu`alam Bishowab.
  Wassalam Wr. Wb.
   

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke