Wa'alaykum salam wr.wb ya begitulah..tanpa sadar masyarakat saat ini lebih taat kepada adat ketimbang kepada syariat, lebih suka ikut sunnah budaya ketimbang sunnah agama, lebih takut pada "kyai" ketimbang takut kepada Allah dan RAsulNya. mungkin saat ini, para ulama harus lebih kreatif dan banyak ide untuk berdakwah pada umat, agar penjelasan mengenai islam lebih mengena dan benar. hmm..yg aku perhatikan saat ini adalah yg paham ttg islam yg benar, lebih banyak diam dan menunggu umat untuk datang dengan masalahnya ketimbang melihat kenyataan yg ada di masyarakat, kemudian mendatangi dan menjelaskan ttg islam yg benar. Sedangkan "kyai" kagetan, lebih kreatif berdakwah dengan berbagai macam alasan. (kepopuleran, materi, dan keinginan yg besar untuk berdakwah tanpa ilmu yg cukup).
belum lama aku berdiskusi dengan salah satu "kyai" kampung, yg kebetulan aku sedang berada disana dan bertanya ttg wiridan yg saat itu sedang dilakukan di kuburan dalam acara khaulan pondok pesantren di cirebon dengan seluruh masyarakat sekitar pesantren maupun luar pesantren. hmm..waktu itu aku berkomentar, kalau aku melihat batas tipis antara sunnah dan syirik dalam acara ini, mungkin anda bisa selamat, tapi yg lainnya bagaimana?? karena kebanyakan yg datang adalah orang2 awam yg meminta berkah dari kuburan para sesepuh atau orang yg dianggap "ulama". Lalu komentarnya "salah sendiri, kenapa jadi orang bodoh? dan tidak mau bertanya dan mendatangi ulama". hmm.. enak sekali bicara spt itu?? aku bilang itu tidak fair, mereka begitu percaya pada kalian, tapi kalian biarkan mereka terperosok pada kesesatan, yg mereka tahu adalah mereka mengikuti kalian, tanpa tahu niat yg jelas dan benar datang ke sana dan melakukan hal2 yg kalian lakukan. hmm..semakin jelas dimataku, bahwa syurga hanya dihuni oleh orang2 yg alim dan jujur, jadi..jangan berharap bisa masuk syurga bila masih bodoh dan belajar dengan orang bodoh yg sengaja mendakwahkan satu kebodohan tanpa dasar dalil yg jelas atau tidak ada sama sekali. ya..tunggulah kehancurannya bila sudah bermakmum pada orang2 yg tidak bertanggung jawab. salam hana --- In [email protected], "Ketut Junaedi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaykum wr wb, > > > > Saya sedih dengan apa yang terjadi di Negeri Indonesia......., sesuatu > kebudayaan turun temurun...dijadikan hal yang wajib..., > > > > Contoh : ada yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengarak > Beduk pusaka yang notabene merupakan peninggalan kerajaan Hindu..., ada > yang memperingatinya dengan hura-hura muda-mudi dan itu di siarkan di > televisi (kalo' tidak salah di NTT), ada stasiun TV yang merayakan > maulid Nabi SAW dengan nyanyian-nyanyian dan para penyanyi nya tidak > menutup aurat , bahkan ada yang memperebutkan sesajian yang katanya > penuh berkah...... > > > > Mari kita kembali Intropeksi diri.......bahwa Ilmu yang paling Benar itu > adalah Ilmu Allah SWT ( Al-Qur'an) dan teladan yang benar adalah > Rasulullah SAW (As-Sunnah), > > > > Hukum Islam hanya ada dua , Al-Qur'an dan As-Sunnah, barang siapa > mengamalkan keduanya, maka InsyaAllah selamatlah Dunia dan Akhirat, > > > > Mari kita perbaiki dan laksanakan yang Wajib dan kerjakan yang Sunnah, > jangan kita mendahulukan hal yg lain di atas kedua hal tersebut, > > > > Wassalamu'alaykum wr wb. > > > > > > > > > > > > > > _____ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > On Behalf Of lucky firmansyah > Sent: Saturday, April 05, 2008 11:12 AM > To: kesehatan islam; syiar-islam OOT; iim marlina; irma; hana saina; > solihati; Supra yitno; dini; eni nuraini; zi kalem; ela; jeny > Subject: [syiar-islam] Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (Habib Rizik > Syihab) > > > > Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW > > > oleh: > Habib Rizik Syihab (Ketua Front Pembela Islam) > > Assalamualaikum Wr. Wb. > > "Katakanlah: Dengan Karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu > mereka bergembira..." (QS. Yunus: 58), > > Bismillaairrahmaanirrahiim, > Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT Yang > Maha Kuasa, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Baginda Besar Nabi > Muhammad SAW, keluarganya, para tabiit tabiin, sohabat dan kita sekalian > sebagai umatnya. > > Kaum muslimin rahimakumullah, ada dua kelompok yang mengaku islam tetapi > kedunya yang malah bisa merusak ukhuwah islamiyah. Mana saja kelompok > yang bisa merusak Ukhuwah kita sebagai umat islam? saya akan jelaskan > secara singkat saja. Kedua kelompok yang mengatas namakan islam tapi > malah merusak ukhuwah islam itu antara lain: > > 1. Kelompok yang sangat Toleransi terhadap Agama. Saking toleransinya, > semua agama dia anggap benar. > 2. Kelompok yang tidak Toleransi terhadap Agama. Saking tidak > toleransinya, dia menganggap saudaranya sendiri (yang merayakan maulid, > yang tahlil, yang sholawat, yang talking mayat dsb) adalah murtad dan > sesat. > > Itulah dua kelompok yang bisa merusak ukhuwah islamiyah kita. > > Sebelum kita membahas tentang Maulid Nabi Muhammad, sekarang kita akan > membahas terlebih dahulu tentang 2 bagian ajaran dalam Islam. > > 1. Usuluddin. > Usul artinya dasar/ pokok, sedangkan Din artinya Agama. jadi Usuluddin > artinya Pokok-pokok ajaran Agama. Dalam masalah usuludin, itu tidak > boleh berbeda, karena ini adalah ajaran pokok, (Syahadat, Sholat, Puasa, > Zakat, Haji).kalau berbeda otomatis iu sudah keluar dari ajaran pokok > agama islam (murtad/ kafir) > > 2. Furu`uddiin. > Furu` artinya cabang, sedangkan Din artinya agama. Jadi Furu`uddin > artinya cabang-cabang dalam ajaran agama. Berbeda dalam furu`uddin itu > tidak apa-apa, karena ini bukan ajaran pokok, asalkan mereka yang > berbeda itu punya dalil yang bisa dipertanggung jawabkan. (cabang2 dari > rukun yang 5, dll) > > RUMUS: > BEDA USUL TIDAK BOLEH, > BEDA FURU` WAJIB TIDAK APA-APA ASAL PUNYA DALIL. > > Mana Saja yang termasuk ke dalam Usuludin dan furu`udin? saya akan kasih > contoh dua saja. > > Pertama, dalam Peristiwa Isra Mi`raj, peristiwa Isra Mi`raj Nabi > Muhammad itu adalah kisah nyata, bukan fiktif, bukan hayalan bukan juga > dongeng, sebab disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran, juga dijelaskan > oleh Nabi dalam Hadits. Ini merupakan Usuludin (ajaran pokok dalam > Islam) semua orang Islam wajib mengimaninya dan wajib mempercayainya. > Yang tidak mengimaninya itu bukan Islam. > > Tetapi dalam peristiwa tersebut ada furu`udinnya juga, misalnya sebagian > berpendapat bahwa dalam perstiwa isra mi`raj, Nabi isra mi`raj itu hanya > ruhnya saja (mereka tidak asal berpendapat, mereka punya dalil) tetapi > ada juga yang mengatakan bahwa nabi isra mi`raj itu ruh dan jasadnya > (mereka yang mengatakan hal ini juga punya dalil yang bisa di > pertanggung jawabkan). > > Kedua, Sholat merupakan ajaran pokok dalam Islam (usuludin) semua harus > mengakui kalau solat 5 waktu itu wajib dilaksanakan, kalau ada umat > islam yang tidak mewajibkan solat, berarti ia tidak termasuk muslim > (murtad/ kafir). Tetapi dalam solat ada furu`udinnya juga, misalnya : > ada yang melafalkan niat/ ada yang tidak, ada yang mengacung-acungkan > jari ketika tasyahud/ ada yang tidak, ada yang qunut/ ada yang tidak, > dsb. Kembali kepada rumus, bahwa berbeda dalam usul itu tidak boleh, > tetapi berbeda dalam furu` itu tidak apa-apa asal punya dalil. > > Sekarang kita akan membahas tentang Peringatan Maulid Nabi SAW, Maulid > ini termasuk persoalan Furu` bukan Usul, ada yang mengatakan boleh ada > yang mengatakan Mustahap (baik dan dianjurkan), ada yang mengatakan > tidak boleh, karena Nabi sendiri tidak melakukannya, (bagi yang tidak > memperingati, ente tidak usah memperingati maulid, maka sudah urusan > selesai kenapa diperpanjang dan ente jangan kafirkan orang2 yang > memperingatinya). > > Mereka yang memperingati Maulid itu tidak asal, mereka punya dalil, > Friman Allah, "Katakanlah: Dengan Karunia Allah dan rahmat-Nya, > hendaklah dengan itu mereka bergembira..." (QS. Yunus: 58), saya ambil > garis besarnya saja, dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi > SAW untuk bergembira, senang dengan rahmat Allah. Apasaja yang termasuk > rahmat Allah, banyak sekali dan satu yang terpenting adalah rahmat atas > diutusnya Rasulullah Muhammad SAW. Allah SWT berfirman : "Dan tidaklah > Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi > semesta alam." (QS 21: 107). > > Nah, Sekarang kita pikirkan kalau Allah mewajibkan kita untuk bergembira > atas rahmat yang Allah berikan dan dalam ayat lain Allah menerangkan > bahwa Dia mengutus Nabi Muhammad untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. > Jadi kesimpulannya wajib kita bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad > SAW dan diutusnya Beliau sebagai Rasul. Itulah yang menjadi dalil > mengapa banyak umat islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan > kepada yang tidak memperingatinya jangan sekali-kali mengatakan kepada > yang memperingatinya adalah murtad sesat, karena ini adalah masalah > furu`. > > Sekian sedikit bahasan mengenai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. > Terakhir saya sampaikan janganlah kita memperbesar-besarkan masalah > Furu` karena itu bukan Ajaran Pokok Agama Islam, Bagaimana Islam mau > maju, kalau umatnya saja masih bertengkar hanya gara-gara masalah furu`. > > Wallahu`alam Bishowab. > Wassalam Wr. Wb. > > > --------------------------------- > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di > Yahoo! Answers > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

