Assalamu'alaykum wr wb,

 

Saya sedih dengan apa yang terjadi di Negeri Indonesia......., sesuatu
kebudayaan turun temurun...dijadikan hal yang wajib...,

 

Contoh : ada yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengarak
Beduk pusaka yang notabene merupakan peninggalan kerajaan Hindu..., ada
yang memperingatinya dengan hura-hura muda-mudi dan itu di siarkan di
televisi (kalo' tidak salah di NTT), ada stasiun TV yang merayakan
maulid Nabi SAW dengan nyanyian-nyanyian dan para penyanyi nya tidak
menutup aurat , bahkan ada yang memperebutkan sesajian yang katanya
penuh berkah......

 

Mari kita kembali Intropeksi diri.......bahwa Ilmu yang paling Benar itu
adalah Ilmu Allah SWT ( Al-Qur'an) dan teladan yang benar adalah
Rasulullah SAW (As-Sunnah),

 

Hukum Islam hanya ada dua , Al-Qur'an dan As-Sunnah, barang siapa
mengamalkan keduanya, maka InsyaAllah selamatlah Dunia dan Akhirat,

 

Mari kita perbaiki dan laksanakan yang Wajib dan kerjakan yang Sunnah,
jangan kita mendahulukan hal yg lain di atas kedua hal tersebut,  

 

Wassalamu'alaykum wr wb.

 

 

 

 

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of lucky firmansyah
Sent: Saturday, April 05, 2008 11:12 AM
To: kesehatan islam; syiar-islam OOT; iim marlina; irma; hana saina;
solihati; Supra yitno; dini; eni nuraini; zi kalem; ela; jeny
Subject: [syiar-islam] Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW (Habib Rizik
Syihab)

 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW


oleh: 
Habib Rizik Syihab (Ketua Front Pembela Islam)

Assalamualaikum Wr. Wb.

"Katakanlah: Dengan Karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu
mereka bergembira..." (QS. Yunus: 58), 

Bismillaairrahmaanirrahiim,
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT Yang
Maha Kuasa, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Baginda Besar Nabi
Muhammad SAW, keluarganya, para tabiit tabiin, sohabat dan kita sekalian
sebagai umatnya.

Kaum muslimin rahimakumullah, ada dua kelompok yang mengaku islam tetapi
kedunya yang malah bisa merusak ukhuwah islamiyah. Mana saja kelompok
yang bisa merusak Ukhuwah kita sebagai umat islam? saya akan jelaskan
secara singkat saja. Kedua kelompok yang mengatas namakan islam tapi
malah merusak ukhuwah islam itu antara lain:

1. Kelompok yang sangat Toleransi terhadap Agama. Saking toleransinya,
semua agama dia anggap benar.
2. Kelompok yang tidak Toleransi terhadap Agama. Saking tidak
toleransinya, dia menganggap saudaranya sendiri (yang merayakan maulid,
yang tahlil, yang sholawat, yang talking mayat dsb) adalah murtad dan
sesat.

Itulah dua kelompok yang bisa merusak ukhuwah islamiyah kita.

Sebelum kita membahas tentang Maulid Nabi Muhammad, sekarang kita akan
membahas terlebih dahulu tentang 2 bagian ajaran dalam Islam.

1. Usuluddin. 
Usul artinya dasar/ pokok, sedangkan Din artinya Agama. jadi Usuluddin
artinya Pokok-pokok ajaran Agama. Dalam masalah usuludin, itu tidak
boleh berbeda, karena ini adalah ajaran pokok, (Syahadat, Sholat, Puasa,
Zakat, Haji).kalau berbeda otomatis iu sudah keluar dari ajaran pokok
agama islam (murtad/ kafir) 

2. Furu`uddiin.
Furu` artinya cabang, sedangkan Din artinya agama. Jadi Furu`uddin
artinya cabang-cabang dalam ajaran agama. Berbeda dalam furu`uddin itu
tidak apa-apa, karena ini bukan ajaran pokok, asalkan mereka yang
berbeda itu punya dalil yang bisa dipertanggung jawabkan. (cabang2 dari
rukun yang 5, dll)

RUMUS: 
BEDA USUL TIDAK BOLEH, 
BEDA FURU` WAJIB TIDAK APA-APA ASAL PUNYA DALIL.

Mana Saja yang termasuk ke dalam Usuludin dan furu`udin? saya akan kasih
contoh dua saja. 

Pertama, dalam Peristiwa Isra Mi`raj, peristiwa Isra Mi`raj Nabi
Muhammad itu adalah kisah nyata, bukan fiktif, bukan hayalan bukan juga
dongeng, sebab disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran, juga dijelaskan
oleh Nabi dalam Hadits. Ini merupakan Usuludin (ajaran pokok dalam
Islam) semua orang Islam wajib mengimaninya dan wajib mempercayainya.
Yang tidak mengimaninya itu bukan Islam.

Tetapi dalam peristiwa tersebut ada furu`udinnya juga, misalnya sebagian
berpendapat bahwa dalam perstiwa isra mi`raj, Nabi isra mi`raj itu hanya
ruhnya saja (mereka tidak asal berpendapat, mereka punya dalil) tetapi
ada juga yang mengatakan bahwa nabi isra mi`raj itu ruh dan jasadnya
(mereka yang mengatakan hal ini juga punya dalil yang bisa di
pertanggung jawabkan). 

Kedua, Sholat merupakan ajaran pokok dalam Islam (usuludin) semua harus
mengakui kalau solat 5 waktu itu wajib dilaksanakan, kalau ada umat
islam yang tidak mewajibkan solat, berarti ia tidak termasuk muslim
(murtad/ kafir). Tetapi dalam solat ada furu`udinnya juga, misalnya :
ada yang melafalkan niat/ ada yang tidak, ada yang mengacung-acungkan
jari ketika tasyahud/ ada yang tidak, ada yang qunut/ ada yang tidak,
dsb. Kembali kepada rumus, bahwa berbeda dalam usul itu tidak boleh,
tetapi berbeda dalam furu` itu tidak apa-apa asal punya dalil.

Sekarang kita akan membahas tentang Peringatan Maulid Nabi SAW, Maulid
ini termasuk persoalan Furu` bukan Usul, ada yang mengatakan boleh ada
yang mengatakan Mustahap (baik dan dianjurkan), ada yang mengatakan
tidak boleh, karena Nabi sendiri tidak melakukannya, (bagi yang tidak
memperingati, ente tidak usah memperingati maulid, maka sudah urusan
selesai kenapa diperpanjang dan ente jangan kafirkan orang2 yang
memperingatinya). 

Mereka yang memperingati Maulid itu tidak asal, mereka punya dalil,
Friman Allah, "Katakanlah: Dengan Karunia Allah dan rahmat-Nya,
hendaklah dengan itu mereka bergembira..." (QS. Yunus: 58), saya ambil
garis besarnya saja, dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi
SAW untuk bergembira, senang dengan rahmat Allah. Apasaja yang termasuk
rahmat Allah, banyak sekali dan satu yang terpenting adalah rahmat atas
diutusnya Rasulullah Muhammad SAW. Allah SWT berfirman : "Dan tidaklah
Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
semesta alam." (QS 21: 107).

Nah, Sekarang kita pikirkan kalau Allah mewajibkan kita untuk bergembira
atas rahmat yang Allah berikan dan dalam ayat lain Allah menerangkan
bahwa Dia mengutus Nabi Muhammad untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.
Jadi kesimpulannya wajib kita bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad
SAW dan diutusnya Beliau sebagai Rasul. Itulah yang menjadi dalil
mengapa banyak umat islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan
kepada yang tidak memperingatinya jangan sekali-kali mengatakan kepada
yang memperingatinya adalah murtad sesat, karena ini adalah masalah
furu`.

Sekian sedikit bahasan mengenai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Terakhir saya sampaikan janganlah kita memperbesar-besarkan masalah
Furu` karena itu bukan Ajaran Pokok Agama Islam, Bagaimana Islam mau
maju, kalau umatnya saja masih bertengkar hanya gara-gara masalah furu`.

Wallahu`alam Bishowab.
Wassalam Wr. Wb.


---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke