Mejuah juah, Rasanya org Karo yg berkiprah sebagai dosen juga bagus2 baik di LN maupun tanah air. Contohnya: Husin Sitepu PhD, Daniel Ginting PhD dan Victor Ginting PhD dan saya yakin banyak lagi yg lain. Ketiganya giat meneliti dan mengajar di Amerika. Husin mungkin sudah kembali ke Australia atau mungkin juga pindah entah kemana (berhubung sudah jadi orag Australia). Ia ahli Fisika. Sedangkan Daniel adalah alumni IPB yg sempat mengajar di Nomensen. Terakhir waktu saya email2 an dengan beliau posisinya adalah dosen pertanian di The University of Nebraska-Lincoln at Lincoln. Ia sangat menyokong anak2 muda Karo merantau ke Amerika. Terakhir, Victor bisa dilihat disini: http://www.uwyo.edu/vginting/vitae.html Sibarem & Bujur Ari
2008/4/22 cpatriawgmail <[EMAIL PROTECTED]>: > --- In [email protected] <tanahkaro%40yahoogroups.com>, > Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering > di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama > Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke Jepang" > untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah > pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia > belum mau pulang ke Indonesia. Kenapa? > > > > Orang Indonesia (org chineese dari Medan) memang banyak yang berhasil > di AS (termasuk Silicon Valley). > > Yang paling ngetop sebenarnya Mr. Sehat Sutardja, CEO dari Marvell > Semiconductors. > http://www.marvell.com/company/executives/Sehat_Sutardja.jsp > > Beda dengan pengusaha di Indonesia, beliau ini start dari zero. > > Beliau ini founder dan CEO dari Marvell, punya beberapa paten. Persh > ini besar sekali dan bergerak dibidang semikonduktor. Tahun kemaren > beliau membeli Wireless Division Intel Corp. Kalau mau tahu produknya > seperti apa, tiap kali bapak2 ini pakai cellphone, ada kemungkinan > pakai chip yang dipakai Marvell. > > Bujur, > > Carlos > > >
