Pulangpun ke Indonesia "job"nya dimana? Tersingetna pernah ada kawan orang Aceh cerita. Ada temannya sepermainan baru tamat S2 di USA. Karena perasaan menggebu gebunya untuk membangun Aceh, pulanglah di ke Indonesia, dan ikut test PNS.Dia merasa bisa menjawab semua soal, karena yang dia ikuti formasi untuk S1.Terrnyata dia gagal.Komentar saat tau dia gak diterima...ternyata soal untuk masuk PNS di Aceh ini lebih sulit dibanding soal ujian S2 di USA.
Menurutku biarlah sang Profesor tetap di Amerika, lebih berkembang di sana, bisa menerapkan ilmunya. Kalo gak salah keahliannya di bidang teknologi nano, yang di Indonesia belum ada. cpatriawgmail <[EMAIL PROTECTED]> wrote: --- In [email protected], Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke Jepang" untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia. Kenapa? > Orang Indonesia (org chineese dari Medan) memang banyak yang berhasil di AS (termasuk Silicon Valley). Yang paling ngetop sebenarnya Mr. Sehat Sutardja, CEO dari Marvell Semiconductors. http://www.marvell.com/company/executives/Sehat_Sutardja.jsp Beda dengan pengusaha di Indonesia, beliau ini start dari zero. Beliau ini founder dan CEO dari Marvell, punya beberapa paten. Persh ini besar sekali dan bergerak dibidang semikonduktor. Tahun kemaren beliau membeli Wireless Division Intel Corp. Kalau mau tahu produknya seperti apa, tiap kali bapak2 ini pakai cellphone, ada kemungkinan pakai chip yang dipakai Marvell. Bujur, Carlos Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
