Rapatkan barisan, siap grak................ On Sun, Jul 6, 2008 at 12:13 PM, Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> sumber: > http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-utara/menggugat-fakta-kota-medan.html > > Menggugat Fakta Kota Medan Saturday, 05 July 2008 > > SEJAK1971,seluruh masyarakat sepakat 1 Juli 1590 dijadikan tonggak sejarah > lahirnya Medan sebagai kota.Sejak itu tidak ada yang menggugat keabsahan > penetapan hasil seminar yang digelar selama tiga hari tersebut. > > Letusan petasan dan pawai arak-arakan yang mewarnai hari jadi Kota Medan > ke-418, Selasa (1/7), masih menyimpan permasalahan sejarah yang mulai > terlupakan. Medan yang didengungdengungkan menuju kota metropolitan pun > mulai meninggalkan sejarahnya. Bak angin segar yang berembus di Kota Medan > dan berlalu begitu saja. > > Pembangunan yang menjadi motor penggerak zaman tak lagi menghiraukan > keaslian dan keasrian peninggalan sejarah kota ini. Masyarakat dan petinggi > pemerintahan seakan tak ambil pusing dengan kesinambungan akar sejarah. > Sejarawan dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari menyatakan, > sejatinya, jika Medan ingin menjadi kota metropolitan, pola perkembangan > pembangunannya harus berkesinambungan dengan masa lalu. > > Pembangunan kekinian tidak begitu saja meratakan sisa-sisa peninggalan > sejarah. Ichwan berpendapat Medan dapat melihat pola perkembangan kota > seperti di negara-negara Eropa.Di sana masyarakat maupun pejabat > pemerintahnya menjadikan bangunan bersejarahnya sebagai bagian pusat > perkembangan kota, bukan menghilangkan seperti yang dilakukan terhadap > sejumlah bangunan sejarah di Medan. > > Ketidakpedulian terhadap nilai sejarah yang dilakukan pemerintah kota > terjadi karena masyarakat umumnya tidak mengetahui atau memang tidak > mengerti akar sejarah Kota Medan. Sebab, ada kesalahan penafsiran ketika 1 > Juli 1590 dijadikan tonggak sejarah awal mula ditemukannya Medan. Begitu > juga ketika Guru Patimpus dijadikan seorang tokoh pahlawan yang menemukan > Kota Medan. > > Padahal, berdasarkan Riwayat Hamparan Perakyang menjadi landasan penetapan > hari jadi Kota Medan,jauh sebelum Guru Patimpus datang, Medan sudah menjadi > sebuah perkampungan. Dalam naskah Hamparan Perak tersebut juga tidak > disebutkan tanggal dan tahun kedatangan Guru Patimpus. Padahal, panitia > penetapan hari jadi Kota Medan ketika itu memutuskan tanggal berdasarkan > kedatangan Guru Patimpus. > > Pun begitu, bukan berarti Guru Patimpus tak punya andil dalam perkembangan > kota ketika itu.Merujuk dari sejarah riwayat tersebut, Guru Patimpus lebih > dikenal sebagai penyebar agama Islam bagi suku Karo ketimbang penemu Kota > Medan. Ichwan menambahkan, akar sejarah penetapan hari jadi Kota Medan akan > lebih tepat jika dihubungkan dengan perkembangan perkebunan yang sempat > menggemparkan perdagangan dunia dengan kualitas tembakaunya ketika itu. > Jadi, sisasisa peninggalan sejarah yang umumnya berupa bangunan lama > peninggalan arsitektur Eropa dapat lebih dihargai dan dilestarikan > keasriannya. > > Satu hal yang perlu diingat,sejarah perkembangan perkebunan di Medan bukan > peninggalan Belanda. Bangsa Eropa datang ke Sumatera ketika itu murni untuk > misi dagang. Jauhharisetelahperkebunan semakin maju,pemerintah kolonial > Belanda baru masuk ke Medan untuk mengutip retribusi pajak. > > ''Jadi, perkembangan perkebunan bukan semata-mata warisan Belanda,"ungkap > pria yang menjabat Ketua Pascasarjana Antropologi Sosial Unimed itu. Ichwan > memaparkan, penetapan hari jadi Kota Medan yang selama ini diperingati > merupakan dasar putusan yang bersifat emosional. Sejarawan ketika itu tidak > menginginkan hari jadi Kota Medan dihitung berdasarkan warisan Belanda. > Sebab,sebelum 1971,hari jadi tersebut ditetapkan berdasarkan pembentukan > gemeente (Dewan Kota) pada 1 April 1909 oleh kolonial Belanda. > > Saat itulah Medan ditetapkan sebagai kota madya. Seharusnya, penetapan hari > jadi Kota Medan berdasarkan perjalanan sejarah yang jelas dasarnya.Hal itu > agar generasi penerus dapat memahami sejarah Kota Medan secara benar dan > menghargai peninggalannya. Saksi sejarah penetapan hari jadi Kota > Medan,Tengku Lucman Sinar mengakui bahwa landasan perubahan penetapan > tanggal tersebut berangkat dari rasa nasionalisme. Sebab,mereka tidak ingin > menjadikan landasan hari lahir Medan berdasarkan warisan sejarah Belanda. > > Pada 1971,Wali Kota Medan saat itu,Soerkani menunjuk Tengku dan beberapa > rekannya, yakni Prof Mahadi, HM Said,dan Mariam Darius menjadi panitia > sejarah dan hari jadi Kota Medan. Motivasinya ketika itu yakni mencari > penemu Kota Medan yang merupakan penduduk pribumi asli.Sebab,sebelumnya hari > jadi didasarkan pada penemuan Kota Medan oleh orang Belanda. Dari situlah, > dia beserta rekan-rekannya mencari penemu pertama Kota Medan. > > Setelah dilakukan riset serta studi pustaka, diketahuilah Guru Patimpus > Sembiring Pelawi merupakan orang pertama yang membuka kawasan hutan antara > Sungai Deli dan Babura yang kemudian menjadi Kampung Medan. Ketua Fraksi PKS > DPRD Medan Ikhrimah Hamidy pun sepakat pengkajian ulang hari jadi Kota Medan > . Namun, itu harus melalui pengkajian mendalam terkait sejarah kota sehingga > dasar hukum dan sejarahnya kuat.Dengan demikian,tidak ada lagi > gugat-menggugat asal mula kota Medan dari generasi berikutnya. (m rinaldi > khair/ ulfa andriani) > > Komentar: Mengapa dari semenjak Tahun 1971 Sejarah keberadaaan kota medan > yang sudah disepakati bahwa penemunya adalah Guru Patimpus Sembiring Pelawi > Tidak pernah diganggu gugat?, namun mengapa akhir-akhir ini marak > dipertayakan tentang keabsahan bahwa Patimpuslah Sososk Pendiri Kota Medan, > apakah ini karena adanya kegiatan Mahasiswa Karo Yang Rutin Setiap Tahun > (dalam 3 Tahun Terakhir) Melakukan Kegiatan Memperingati Hari Ulang Tahun > Kota Medan Dengan Aksi Peduli Guru Patimpusnya? > > Best Regarts > > www.dausmedia.cjb.net <http://daustcoker.blogs.friendster.com/> > > >
