--- In [email protected], MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Â 
> Labo berarti tiap teori benar, tapi orientasi ndai enggo lit
dasarna. Tiap pencipta teori tentu lit kang dasar pikirenna atau
ideologina adi menyangkut masalah sosial dan perkembangan masyarakat.
Fukuyama ibas "akhir sejarahna" jelas kang encidahken prinsip
kebebasan (ekonomi) neoliberalisme sigundari termasuk dengan kekuatan
militer. Bage kang Samuel P Huntington fokus soal "perjuangan
civilisasi" dunia, anara islam dan China disatu pihak dan Barat
dipihak lain. Fukuyama sudah 'tenang' merasakan kemenangan, tetapi
Huntington masih berjuang dan bahwa identitas agama dan kultur adalah
sumber konflik dunia sekarang dan seterusnya, dimana islam dan China
digambarkan sebagai penentang civilisasi. Berlainan dengan Manuel
Castells atau Naomi Klein yang melihat pentingnya pengakuan atas
identitas dan kutur sebagai penyelesaian konflik. Ke empat penulis ini
saya sebutkan disini bagaimana dunia kita ini dalam analisa dan
pandangan secara teori dari penulis
>  terkemuka akhir-akhir ini. Benar atau salah yang mereka tulisken,
tetapi bagi kita pasti akan sebagai peta orientasi dalam memilih dan
membuat pandangan kita sendiri, dan menguji kebenarannya dalam
kehidupan kita sendiri ditanah kemulihen kita. 
> 

mungkin lebih gampang kalau theorist-theorist itu dikelompokan sesuai
ideologinya ya Kila, seperti Naomi Klein yang jelas convinced
sosial-demokcrats dan disebut center-left.

sedangkan ekonom neo-liberal seperti Hayek atau Friedman bisa disebut
sebagai neo-conservative / neo-liberal. Bisa diurutin lagi , mungkin,
kalau pemikiran hayek dan friedman berakar dari ricardoism ,  adam
smith ( meskipun setelah dianalisa ternyata adam smith theorist dengan
strong state-intervention opinion) dan Utilitarianya John Mills.

ini jadi lebih muda membayangkanya, kenapa naomi misalnya (sosial
democrat) mendukung partai demokrat dengan obamanya (center-left
liberal), rather than neo-con partai republikan yang lebih konservatif
(dan lebih pro-business daripada pro-society).

kita gabungkan misanya dengan pemikir dan filsuf indonesia seperti
sukarno,hatta,etc...kita bisa ketemu kenapa hatta dan sjahrir (yang
keduanya convinced sosialist), bahkan Mochar Lubis juga , pemikiranya
sangat dekat dengan naomi , obama bahkan clinton, mungkin karena
ideologi partainya tidak jauh beda.


Dengan kata lain........sebenarnya mereka memperjuangkan hal yang sama
(yang kiri berjuang untuk yang kiri/rakyat, yang nasionalis berjuang
untuk nasionalis, yang kanan berjuang untuk pro-profit oriented).




bujur,




carlos





Kirim email ke