Pada dewasa ini sebenarnya kehidupan antar etnis yang sudah sangat baik, 
kuhusnya kedewasaan dalam kehidupan yang berdampingan.Perlu diwaspadai oleh 
setiap etnis adalah usaha2 untuk menunggangi etnis yg ada demi kepetingan 
pribadi,kelompok dan tujuan tertentu.  
--- Pada Kam, 12/2/09, MU Ginting <[email protected]> menulis:

Dari: MU Ginting <[email protected]>
Topik: [tanahkaro] budaya pendatang
Kepada: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Tanggal: Kamis, 12 Februari, 2009, 9:30 AM











Dominasi Budaya Pendatang 
Timbulkan Potensi Ketegangan 

MEDAN, Waspada, 15/3-2002: Terjadinya disharmoni hubungan antar etnik terutama 
antara pendatang dan masyarakat setempat karena adanya dominasi simbol budaya 
etnik pendatang dalam hubungan sosial dengan masyarakat setempat. Maka untuk 
mengeliminasi disharmoni itu, pendatang harus menghormati budaya etnik di 
samping forum dialog lintas etnik guna mewadahi proses pembelajaran pengenalan 
keberagaman kelompok etnik. 
Kesimpulan itu terekam dalam Worshop Resolusi Konflik Etnik Di Sumut yang 
diselenggarakan ECRSN Fakultas Sastra USU, 8-9 Maret 2002 dalam release yang 
diterima redaksi, Kamis (14/3). Pembicara yang tampil Dr Timo Kivimaki 
(Denmark), Drs Chusnul Mar'iyah (UI), Dr Irwan Abdullah (UGM), Dr Ichwan Azhari 
(Unimed), Drs Zulkifli Lubis, MA dan Drs Fikarwin Zuska, MA (USU). 
Di samping itu dalam institusi pemerintahan juga terjadi konsentrasi jabatan 
struktural pada kelompok etnik tertentu. Kondisi ini juga bisa menjadi faktor 
penyebab ketegangan. Maka untuk mengurangi potensi ketegangan itu, rekrutmen 
pegawai dan rotasi kepemimpinan harus berdasarkan meritokrasi, profesionalisme, 
keterbukaan, dan kecakapan. 
Pemakaian simbol budaya yang tidak sesuai kultur area dapat menjadi potensi 
ketegangan juga. Untuk menghindari potensi ketegangan budaya maka simbol budaya 
harus disesuaikan dengan kultur area. Sedangkan di tingkat provinsi pemakaian 
simbol-simbol budaya harus mencerminkan pluralisme budaya. 
Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya adalah kebijakan pemerintah yang 
hendaknya melibatkan kelompok masyarakat (stakeholders) dalam pengambilan 
keputusan. Multikulturisme merupakan sikap benih penumbuhan kultur demokrasi 
tetapi multikulturisme masih disikapi sebagai gagasan penghilangan batas-batas 
ikatan kultural kelompok etnik.(m45) 






Sök efter kärleken! 
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: http://se.meetic. yahoo.net
















      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke