mejuah-juah kerina permilis

Tadinya saya mikir, begitu banyak manusia di Indonesia yang hanya cukup-cukupan 
atau banyak sekali juga yang tidak cukup untuk beli makan sehari, kok malah 
disuruh belanjakan uangnya, jangan disimpan dibawah bantal. Bagaimana kalau 
tidak cukup untuk makan saja cak SBY. Banyak yang gantung diri termasuk 
anak-anak sekolah, bukan karena ada uang dibawah bantal cak, pasti tidak. 
Di Eropah ini adalah 'politik ekonomi' orang Sosial Demokrat. Kalau saya 
menganggap ini politik kolot mereka sejak abad 19. Dulu banyak sekali 
orang-orang tua yang membenci cara ini, bagaimana hari tua saya kalau saya 
tidak simpan duit, hanya menghabiskan kayak si belalang dalam cerita semut dan 
belalang. Pada zamannya memang sosial demokrat eropah telah mengalami masa 
jaya, semua pada 'dijamin', sekarang sudah lain sekali persoalannya. Banyak 
sekali anggota Serikat Buruh mereka pad keluar tiap bulan, ribuan orang, dan 
mereka bingung kok bisa begitu? Politik juga kayaknya memang harus ngikuti 
zaman, hahaha . . . ntar ditinggalkan orang. 
Tepat sekali kata Carlos, lebih baik kayak orang China, produksi banyak, 
konsumsi dikit. Tradisi dan way of thinking mereka ini susah kita nirukan. Ada 
juga yang bilang mereka ini robot bisnis, kadang ada juga benarnya. Di Eropah 
mereka kerja 24 jam, tidak ada liburan, atau mereka memang tidak ngerti 
liburan. Sangat jauh berbeda dengan Indo umumnya, leha-leha ke mall, ngapain 
kata bang KT hehehe . . . . Disana bisa juga bisa ikut ngejar copet, atau 
ngejar apa saja siapa tau bisa dapat duit juga. Satu ketika saya ikut nonton 
pengejaran copet di Amsterdam, senang juga.  . 
Atau kalau tidak ya mangan ora mangan asal ngumpul, piye kang SBY atau cak SBY, 
kalau diajak berproduksi ya lain pula yang diproduksi, dan cepat . . . ntar 
udah bisa jalan disuruh belanja ke mall, tanpa produksi yang bisa dijual. 
Eh teringatnya kalau simpanan minus (Australia) gimana ni Carlos, apa ini 
namanya besar pasak daripada tiang? Ini juga asik, arah SBY kesini juga nanti 
kurasa, kalau tidak kemana, kalau belanja terus bagi mereka yang sudah tak 
punya duit untuk makan.  

Salam duit dibawah bantal
MUG

--- In [email protected], "cpatriawgmail" <cpatr...@...> wrote:
>
> kalau presidenya nasehatnya begini ya pantaslah kita melarat :) hhahahaa.....
> 
> Di China itu, saving rate 40%. Di AS hanya 1% . Di Australia -1 %.
> 
> Bangsa produktif adalah bangsa yang hebat berproduksi tapi bukan bangsa 
> konsumen, contohnya China.

> Mungkin ama SBY, Indonesia ini mau disejajarkan dengan AS dan Australia dalam 
> hal sbg bangsa "konsumtif" :) ha ha ha...
 
> Carlos


 --- In [email protected], kontan tarigan <kontan_tarigan@> wrote:

> > Mestinya ada penelitian juga, ngapain saja orang-orang pada ke mall? 
 
> > Bang KT

 --- On Tue, 3/10/09, MU Ginting <gintingmu@> wrote:
 
 From: MU Ginting <gintingmu@>
 Subject: [tanahkaro] nasihat bagi yang punya duit
 To: [email protected], [email protected],  
[email protected]
 Date: Tuesday, March 10, 2009, 2:34 PM

> > Selasa, 10/03/2009 16:31 WIB
> > SBY: Teruslah Belanja, Uang Jangan Disimpan di Bawah Bantal
> > Luhur Hertanto - detikFinance
 
> > Jakarta - Laporan BI yang menyebutkan nilai tabungan masyarakat terus naik 
> > di masa krisis ekonomi, merupakan hal yang baik. Tapi akan lebih baik lagi 
> > bila dana tersebut juga ada yang dibelanjakan sehingga perekonomian 
> > nasional tetap bergerak.

> > Demikian disampaikan Presiden SBY dalam sambutannya membuka sidang dewan 
> > pleno I HIPMI di hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (10/3/2009).

> > "Terus lah belanja. Uangnya jangan disimpan di bawah bantal saja," kata dia.

> > Presiden SBY menyatakan bersyukur setiap kali dia melihat warung, mal dan 
> > pusat perbelanjaan di Indonesia hingga kini masih ramai pengunjung. Situasi 
> > ini menunjukkan rakyat masih mempunyai daya beli sehingga para produsen 
> > bisa terus berpoduksi dan PHK terhindarkan.

> > Dia kemudian menceritakan diskusinya dengan JK tentang pengalamannya di AS 
> > bulan lalu. Kata JK, sebagian besar pusat perbelanjaan di AS sedang sepi 
> > pengunjung, warganya membatasi belanja sehingga banyak produsen bangkrut 
> > gara-gara produknya tidak laku di pasar dan PHK pun terjadi.

> > "Jadi kalau mal sepi malah bahaya. Situasi bisa menjadi lebih buruk," 
> > sambung SBY.(lh/qom)




Kirim email ke