Presiden SBY mungkin bicara dalam konteks.

Untuk  merangsang pertumbuhan permintaan, dan mengkontribusi pada
pertumbuhan ekomonmi, dalam situasi  seperti saat ini di mana  banyak
perusahaaan  yag menghadarpi stagnasi  pasar export ,  karena hanya
menggantungkan  pada pasar klasik eropah dan   amerika   yg pada saat ini
mengalamai kontraksi  pertumbuhan maka diperlukan saluran baru dalam
menyalurkan  komoditi yg diporduksi uintuk menopang  pertumbuhan,  satu
alternative yg paling mungkin adalah pasar domestic dengan lebih dari 200
juta penduduk.  Konsumsi dari produk domestic yg lebih pada akhirnya dan
diharapkan bisa mengurangi dan menghindari  efek  negative pasar  tenaga
kerja.

 

Cina  juga tidak immune/ kebal pada situasi  sekarang, malah  adalah negara
yang mengalamai pengangguran paling parah lebih dari 12 juta pengangagguran
baru , karena sangat mengandanlakna export( export driven economy) , dan
untuk meng counternya   pemerintahnya   juga  harus  mengeluarkan paket
stimulus lebih dari 400 miliar dollar( membelanjakan, bukan menabung)
untuk proyek infrastruktur domestic,  mungkin jatuhnya pasar perumahan di
Amerika,  yg paling menderita adalah perusahan bahan bangunan spt keramik,
di China.

 

Judulnya juga nasehat pada orang  berduit.

 

Arman Ginting

Wamena, Papua

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of MU Ginting
Sent: 12 Maret 2009 2:56
To: [email protected]
Subject: [SPAM][tanahkaro] Re: nasihat bagi yang punya duit

 


mejuah-juah kerina permilis

Tadinya saya mikir, begitu banyak manusia di Indonesia yang hanya
cukup-cukupan atau banyak sekali juga yang tidak cukup untuk beli makan
sehari, kok malah disuruh belanjakan uangnya, jangan disimpan dibawah
bantal. Bagaimana kalau tidak cukup untuk makan saja cak SBY. Banyak yang
gantung diri termasuk anak-anak sekolah, bukan karena ada uang dibawah
bantal cak, pasti tidak. 
Di Eropah ini adalah 'politik ekonomi' orang Sosial Demokrat. Kalau saya
menganggap ini politik kolot mereka sejak abad 19. Dulu banyak sekali
orang-orang tua yang membenci cara ini, bagaimana hari tua saya kalau saya
tidak simpan duit, hanya menghabiskan kayak si belalang dalam cerita semut
dan belalang. Pada zamannya memang sosial demokrat eropah telah mengalami
masa jaya, semua pada 'dijamin', sekarang sudah lain sekali persoalannya.
Banyak sekali anggota Serikat Buruh mereka pad keluar tiap bulan, ribuan
orang, dan mereka bingung kok bisa begitu? Politik juga kayaknya memang
harus ngikuti zaman, hahaha . . . ntar ditinggalkan orang. 
Tepat sekali kata Carlos, lebih baik kayak orang China, produksi banyak,
konsumsi dikit. Tradisi dan way of thinking mereka ini susah kita nirukan.
Ada juga yang bilang mereka ini robot bisnis, kadang ada juga benarnya. Di
Eropah mereka kerja 24 jam, tidak ada liburan, atau mereka memang tidak
ngerti liburan. Sangat jauh berbeda dengan Indo umumnya, leha-leha ke mall,
ngapain kata bang KT hehehe . . . . Disana bisa juga bisa ikut ngejar copet,
atau ngejar apa saja siapa tau bisa dapat duit juga. Satu ketika saya ikut
nonton pengejaran copet di Amsterdam, senang juga. . 
Atau kalau tidak ya mangan ora mangan asal ngumpul, piye kang SBY atau cak
SBY, kalau diajak berproduksi ya lain pula yang diproduksi, dan cepat . . .
ntar udah bisa jalan disuruh belanja ke mall, tanpa produksi yang bisa
dijual. 
Eh teringatnya kalau simpanan minus (Australia) gimana ni Carlos, apa ini
namanya besar pasak daripada tiang? Ini juga asik, arah SBY kesini juga
nanti kurasa, kalau tidak kemana, kalau belanja terus bagi mereka yang sudah
tak punya duit untuk makan. 

Salam duit dibawah bantal
MUG

--- In tanahk...@yahoogrou <mailto:tanahkaro%40yahoogroups.com> ps.com,
"cpatriawgmail" <cpatr...@...> wrote:
>
> kalau presidenya nasehatnya begini ya pantaslah kita melarat :)
hhahahaa.....
> 
> Di China itu, saving rate 40%. Di AS hanya 1% . Di Australia -1 %.
> 
> Bangsa produktif adalah bangsa yang hebat berproduksi tapi bukan bangsa
konsumen, contohnya China.

> Mungkin ama SBY, Indonesia ini mau disejajarkan dengan AS dan Australia
dalam hal sbg bangsa "konsumtif" :) ha ha ha...

> Carlos

--- In tanahk...@yahoogrou <mailto:tanahkaro%40yahoogroups.com> ps.com,
kontan tarigan <kontan_tarigan@> wrote:

> > Mestinya ada penelitian juga, ngapain saja orang-orang pada ke mall? 
 
> > Bang KT

--- On Tue, 3/10/09, MU Ginting <gintingmu@> wrote:

From: MU Ginting <gintingmu@>
Subject: [tanahkaro] nasihat bagi yang punya duit
To: tanahk...@yahoogrou <mailto:tanahkaro%40yahoogroups.com> ps.com,
forumk...@yahoogrou <mailto:forumkaro%40yahoogroups.com> ps.com,
komunitaskaro@ <mailto:komunitaskaro%40yahoogroups.com> yahoogroups.com
Date: Tuesday, March 10, 2009, 2:34 PM

> > Selasa, 10/03/2009 16:31 WIB
> > SBY: Teruslah Belanja, Uang Jangan Disimpan di Bawah Bantal
> > Luhur Hertanto - detikFinance
 
> > Jakarta - Laporan BI yang menyebutkan nilai tabungan masyarakat terus
naik di masa krisis ekonomi, merupakan hal yang baik. Tapi akan lebih baik
lagi bila dana tersebut juga ada yang dibelanjakan sehingga perekonomian
nasional tetap bergerak.

> > Demikian disampaikan Presiden SBY dalam sambutannya membuka sidang dewan
pleno I HIPMI di hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (10/3/2009).

> > "Terus lah belanja. Uangnya jangan disimpan di bawah bantal saja," kata
dia.

> > Presiden SBY menyatakan bersyukur setiap kali dia melihat warung, mal
dan pusat perbelanjaan di Indonesia hingga kini masih ramai pengunjung.
Situasi ini menunjukkan rakyat masih mempunyai daya beli sehingga para
produsen bisa terus berpoduksi dan PHK terhindarkan.

> > Dia kemudian menceritakan diskusinya dengan JK tentang pengalamannya di
AS bulan lalu. Kata JK, sebagian besar pusat perbelanjaan di AS sedang sepi
pengunjung, warganya membatasi belanja sehingga banyak produsen bangkrut
gara-gara produknya tidak laku di pasar dan PHK pun terjadi.

> > "Jadi kalau mal sepi malah bahaya. Situasi bisa menjadi lebih buruk,"
sambung SBY.(lh/qom)



Kirim email ke