Re: [komunitaskaro] Seminar Krisis Ekonomi Indonesia : Keberhasilan Mejuah-juah kerina permilis
Tema ekonomi sudah semakin menarik bagi semakin banyak orang, tidak hanya orang-orang ekonomi. Sebabnya pastilah karena situasi ekonomi dan prilaku ekonomi telah mengakibatkan tertimpanya sebagian besar manusia (krisis ekonomi). Milis kita pun ikut mikir, hahaha . . . Sayapun bersyukur jugalah ikut milis, tidak ketinggalan. Kapitalisme dan ekonominya memang sudah tua, telah bnyak jasanya dalam perkembangan, tak bisa diragukan. Tetapi juga malapetakanya, sebagai akibat sisi tidak manusiawi dari kapitalisme. Tak bisa dibayangkan kalau tadi perkembangan masyarakat bukan lewat kapitalisme, belum tentu kita bisa nulis di milis ini sekarang. Wah, wah . . . ini kalau . Kenyataannya kapitalisme itulah yang sudah nempati perkembangan sistem produksi nggantikan sistem feodal, bukan sistem lain, bukan sosialisme misalnya. Maka kadang saya pikir ya terpaksa juga dipelajari apa adanya, kesederhanaan dan kerumitan yang dibawakannya dalam sejarah perkembangan kemanusiaan. Sangat menarik memang. Dasar pikiran atau prinsip utama terkandung sejak kelahirannya, profit, and to get the maximum amount of pleasure for the minimal amount of effort. Untung sebanyaknya dengan modal seminimal mungkin. Dari dulu sampai sekarang, dan pada era neoliberal ini terlihat semakin jauh, semakin tidak melibatkan atau menyinggung sisi lain dari kemanusiaan atau kepentingan lain kemanusiaan, perusakan alam misalnya. Bertentangan dengan hukum alam sendiri, bertentangan dengan hukum alam yang dibuat manusia E=mc2 dimana energi selalu sebanding dengan massanya. Krisis terakhir ini (dan juga krisis-krisis sebelumnya) adalah karena 'sifat alamiah' kapitalisme umumnya dan neolieberalisme ekonomi dan politiknya sekarang ini khususnya. Karena itu semakin terlihat persoalannya, bukan antara kapitalisme dan antikapitalisme, tapi masalah perubahan values (nilai), sudah tak ada jalan lain selain harus diubah dalam tingkat perkembangan terakhir kemanusiaan (sekarang ini). Ukuran keberhasilan tidak mungkin lagi hanya dilihat dari segi duit dan kapital semata-mata. Segi lain kemanusiaan terpaksa sekarang diikutkan. Obama, salah satu manusia yang mewakili pemikiran ini. Siapa di Indonesia? Bujur MUG --- In [email protected], "cpatriawgmail" <cpatr...@...> wrote: > > --- In [email protected], shodan purba <shodanpurba@> wrote: > > > > MJJ: > > Saya baca tulisan KKG dibawah secara sekilas. Esensinya beberapa kali kita > > diskusikan di milis kita ini. Saya rasanya belum bergeser dari kesimpulan > > sebelumnya: "TANGISAN KWIK KIAN GIE TIDAK TEPAT WAKTU ALIAS SUDAH KADUNG." > > Dikatakan kadung, karena kita mau kembalikan semangat BERDIKARI Bung Karo > > yang kita jungkirbalikkan sejak pertengahan 60an, pada abad milenium ini. > > Pada era globalisasi ini, negara praktis tanpa batas, beda PDB dengan PNB > > hanya ada pada tataran akademis, praktis tidak ada suatu bangsa, bahkan > > individu, yang dapat berdiri diatas kaki sendiri. Semua memiliki saling > > ketergantungan. > > > > Kalau perjuangan BERDIKARI Bung Karno kita 'paksa' sampai kita 'siap' > > seperti China, (kran Berdikari, ekonomi dibuka) boleh jadi kita juga > > menjadi negara semi kalau pun tidak adi daya sekarang ini. Tetapi > > sekarang, siapakah yang mampu melawan kekuatan dahsyat kapitalisme? > > Tidakkah kapitalisme > > > > itu merupakan refleksi karakter dasar manusia, memanfatkan "talenta" yang > > ada pada masing-masing dan sekelilingnya? China juga berhasil, karena > > masyarakatnya memang memiliki semangat juang untuk meng-uangkan segala yang > > ada di lingkungannya, apalagi ditempa selama masa yang cukup lama oleh > > pemerintahan yang disiplin. > > > > Ekonomi Kerakyatan? Adakah cendikiawan yang mampu menerjemahkan slogan > > politik ini? Apakah maksudnya, membiarkan ladang-ladang minyak, > > tambang-tambang batu bara atau emas, kepada pendulang-pendulang individu > > tanpa pengaturan? Kalau dibuatkan pengaturan, siapakah yang diberi lisence > > dan siapa yang permintaan izin nambangnya harus ditolak? Apakah mau dibuat > > kriteria yang paling sedikit "talenta" yang dikuasainya yang akan diberi? > > Saya rasa cendikiwan non-politikus sajapun akan memerlukan waktu yang lama > > menjabarkan ekonomi pro rakyat yang sering didengung-dengungkan para > > politikus. > > > > hehehee.... kita lihat saja nanti siapa yg memang : > > Di Amerika pertarugan "neo-lib" vs "ekonomi kerakyatan" > dimenangi "ekonomi kerakyatan". > > di Indonesia kompetisinya kemungkinan besar : > > kubu neo-lib vs neo-populis~militer~ekonomikerakyatan > ( demokrat / pks / pbb ) vs (pdi / gerindra / hanura / dkk). > > bujur, > > carlos >
