perbahan enggo agak ndekah tomat lanai lit regana,rikut pe cuaca lanai menentu piahna enggo kurang derastis sinuan tomat i kutanta kila
Pada Sab, 30 Jan 2010 10:40 PST gintingmu menulis: >I Eropah terutama Prancis mekatep kang petani-petani enda >erbahan protes salu ngamburken hasil pertanian ku tengah >dalan i kota-kota, termasuk susu. Terakap kang iakap kalak >tani enda erbahan lebih besar pengaruh/kesan protes adah >bdai. Gia ijenda kalak petani la kurang pupuk hehehe . . . >Piah teringet ka aku tomat Kutanangka, ja kam ndai Alexander? >Kuja dage i dayaken tomat simejile adah ndai? Ise ndia si >ngasup ngergai keringat ras susah-payah petani Karo? >Salalm mejuah-juah >MUG > >--- In [email protected], "Kikin Tarigan" <kikintari...@...> wrote: >Re: [tanahkaro] Petani Karo buang kentang dan tomat > >Bukankah bs djadikan pupuk?? > >Atau pupuk kimia lebih ampuh?? > >Igan Brecca® > > >-------------------------------------------------------------------------------- > >From: Alexander Firdaust <daustco...@...> >Date: Sat, 30 Jan 2010 02:28:06 -0800 (PST) >To: <[email protected]>; <[email protected]>; ><[email protected]> >Subject: [tanahkaro] Petani Karo buang kentang dan tomat > >BRASTAGI - Petani di kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara terpaksa membuang >hasil pertaniannya seperti kentang dan tomat, karena anjloknya harga komoditas >pertanian tersebut di pasar lokal. > >"Kami terpaksa membuang atau membiarkan tanaman kentang dan tomat hingga busuk >di pohon, karena harga jual jatuh hanya Rp 2.000 per kg," ungkap Anto Barus, >petani di desa Laugendek, Tanah Karo, tadi pagi. > >Dikemukakan, tidak ada gunanya memanen hasil pertaniannya kalau hanya rugi, >sebab harga tidak menutupi biaya panen dan transportasi sehingga lebih baik >dibiarkan membusuk di pohon atau diberikan kepada orang. > >Sebelumnya harga tomat di tingkat petani sempat Rp7.000 per kg dan kentang >Rp6.000 per kg, tetapi kini harganya benar-benar anjlok, tutur Anto yang >mengaku kini harus melakukan diversifikasi tanaman. > >Diversifikasi tanaman yang dilakukan petani Karo tersebut, seperti >mengembangkan tanaman jeruk manis, daun prei, cabai merah dan terong belanda >yang harganya di pasaran cukup stabil. > >Seperti harga jeruk di tingkat petani masih bertahan Rp5.000 per kg, cabai >merah Rp8.000 per kg, terong belanda Rp7.000 kg dan permintaan juga cukup >tinggi. > >Petani yang memiliki lahan seluas sepuluh hektare itu, mengharapkan harga >sayur-mayur kembali membaik sehingga mereka bisa menguliahkan anak sampai >menjadi sarjana. > >(dat07/ann) > >SUMBER: >http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=85709:petani-karo-buang-kentang-dan-tomat&catid=15:sumut&Itemid=28 > > > >Salam Mejuah Juah > >Karo Cyber Community > > >
