Sayang sekali ..sampai dibuang percuma..knp nggak undang aja orang2 dari
panti asuhan dan sejenisnya untuk memanen sendiri (gratis) pasti mereka mau
ya.

Daripada dibuang percuma.

 

Regards

Firman S

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Alexander Firdaust
Sent: Sunday, January 31, 2010 3:11 AM
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: Bls: [tanahkaro] Re: Petani Karo buang kentang dan tomat

 

  

perbahan enggo agak ndekah tomat lanai lit regana,rikut pe cuaca lanai
menentu piahna enggo kurang derastis sinuan tomat i kutanta kila 

Pada Sab, 30 Jan 2010 10:40 PST gintingmu menulis:

>I Eropah terutama Prancis mekatep kang petani-petani enda 
>erbahan protes salu ngamburken hasil pertanian ku tengah 
>dalan i kota-kota, termasuk susu. Terakap kang iakap kalak 
>tani enda erbahan lebih besar pengaruh/kesan protes adah 
>bdai. Gia ijenda kalak petani la kurang pupuk hehehe . . . 
>Piah teringet ka aku tomat Kutanangka, ja kam ndai Alexander?
>Kuja dage i dayaken tomat simejile adah ndai? Ise ndia si 
>ngasup ngergai keringat ras susah-payah petani Karo?
>Salalm mejuah-juah
>MUG
>
>--- In tanahk...@yahoogrou <mailto:tanahkaro%40yahoogroups.com> ps.com,
"Kikin Tarigan" <kikintari...@...> wrote:
>Re: [tanahkaro] Petani Karo buang kentang dan tomat 
>
>Bukankah bs djadikan pupuk??
>
>Atau pupuk kimia lebih ampuh??
>
>Igan BreccaR
>
>
>----------------------------------------------------------
>
>From: Alexander Firdaust <daustco...@...> 
>Date: Sat, 30 Jan 2010 02:28:06 -0800 (PST)
>To: <infok...@yahoogroup <mailto:infokaro%40yahoogroups.com> s.com>;
<tanahk...@yahoogrou <mailto:tanahkaro%40yahoogroups.com> ps.com>;
<komunitaskaro@ <mailto:komunitaskaro%40yahoogroups.com> yahoogroups.com>
>Subject: [tanahkaro] Petani Karo buang kentang dan tomat 
>
>BRASTAGI - Petani di kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara terpaksa membuang
hasil pertaniannya seperti kentang dan tomat, karena anjloknya harga
komoditas pertanian tersebut di pasar lokal.
>
>"Kami terpaksa membuang atau membiarkan tanaman kentang dan tomat hingga
busuk di pohon, karena harga jual jatuh hanya Rp 2.000 per kg," ungkap Anto
Barus, petani di desa Laugendek, Tanah Karo, tadi pagi.
>
>Dikemukakan, tidak ada gunanya memanen hasil pertaniannya kalau hanya rugi,
sebab harga tidak menutupi biaya panen dan transportasi sehingga lebih baik
dibiarkan membusuk di pohon atau diberikan kepada orang.
>
>Sebelumnya harga tomat di tingkat petani sempat Rp7.000 per kg dan kentang
Rp6.000 per kg, tetapi kini harganya benar-benar anjlok, tutur Anto yang
mengaku kini harus melakukan diversifikasi tanaman.
>
>Diversifikasi tanaman yang dilakukan petani Karo tersebut, seperti
mengembangkan tanaman jeruk manis, daun prei, cabai merah dan terong belanda
yang harganya di pasaran cukup stabil.
>
>Seperti harga jeruk di tingkat petani masih bertahan Rp5.000 per kg, cabai
merah Rp8.000 per kg, terong belanda Rp7.000 kg dan permintaan juga cukup
tinggi.
>
>Petani yang memiliki lahan seluas sepuluh hektare itu, mengharapkan harga
sayur-mayur kembali membaik sehingga mereka bisa menguliahkan anak sampai
menjadi sarjana.
>
>(dat07/ann)
>
>SUMBER: http://www.waspada.
<http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=85709
:petani-karo-buang-kentang-dan-tomat&catid=15:sumut&Itemid=28>
co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=85709:petani-karo-buang-k
entang-dan-tomat&catid=15:sumut&Itemid=28
>
>
>
>Salam Mejuah Juah
>
>Karo Cyber Community
> 
>
>



Kirim email ke