Saya kurang setuju dengan over supply ,, karena pada kenyataan harga ditingkat 
konsumen masih tetap .

Contohnya : di BATAM ,, harga sayur mayur tidah pernah turun,, saya lebih 
setuju "" Pemasaran kita bermasalah"



salam
Mejuah juah

________________________________
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Firman Surbakti
Sent: Tuesday, February 02, 2010 4:43 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [tanahkaro] Re: Petani Karo buang kentang dan tomat


>Sebelumnya harga tomat di tingkat petani sempat Rp7.000 per kg dan kentang 
>Rp6.000 per kg,
Dari kalimat diatas ...saya rasa marjin keuntungan pada saat ini sangat besar 
bagi para petani ..mungkin karena terlena seiring dengan dengan kenaikan harga 
tsb..petani lainnya terseret ikut menanam tomat ...yang akhirnya  pada saat 
panen terjadi over supply...(apakah memang terjadi demikian??) kalo memang 
begitu problem bukan di pemasaran tetapi hanya akibat over supply tsb?? 
Sedangkan di produk lainnya terjadi shortage?? Sehingga harga tetap tinggi...
firman
________________________________
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
[email protected]
Sent: Tuesday, February 02, 2010 3:06 PM
To: Advent Tambun; [email protected]
Subject: Re: [tanahkaro] Re: Petani Karo buang kentang dan tomat


Sangat bisa dan pasti, untuk itu perlu good will dan policy yang baik dari 
pemerintah untuk membantu petani dalam hal penyediaan bibit, pupuk, penyuluhan 
dan terutama pemasaran.

AES

Sent from my BlackBerry(r) smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!

________________________________
From: Advent Tambun <[email protected]>
Date: Mon, 1 Feb 2010 23:05:09 -0800 (PST)
To: <[email protected]>
Subject: Re: [tanahkaro] Re: Petani Karo buang kentang dan tomat

Apakah ada kemungkinan nantinya, tomat cina atau atau thailand dijual di pasar 
Brastagi? apakah ada kemungkinan bahwa penanam modal membangun industri tomat 
di dataran tinggi karo sehingga harga tomat dikantrol oleh perusahaan besar 
tersebut, dan petani hanya akan menjadi tukang petik tomat?

mejuah-juah
advent tambun
________________________________
From: Firman Surbakti <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, February 2, 2010 10:00:53 AM
Subject: RE: [tanahkaro] Re: Petani Karo buang kentang dan tomat


Sayang sekali ..sampai dibuang percuma..knp nggak undang aja orang2 dari panti 
asuhan dan sejenisnya untuk memanen sendiri (gratis) pasti mereka mau ya...
Daripada dibuang percuma...
Regards
Firman S
________________________________
From: tanahk...@yahoogrou ps.com<http://ps.com> [mailto:tanahkaro@ yahoogroups. 
com] On Behalf Of Alexander Firdaust
Sent: Sunday, January 31, 2010 3:11 AM
To: tanahk...@yahoogrou ps.com
Cc: komunitaskaro@ yahoo.com<http://yahoo.com>
Subject: Bls: [tanahkaro] Re: Petani Karo buang kentang dan tomat


perbahan enggo agak ndekah tomat lanai lit regana,rikut pe cuaca lanai menentu 
piahna enggo kurang derastis sinuan tomat i kutanta kila

Pada Sab, 30 Jan 2010 10:40 PST gintingmu menulis:

>I Eropah terutama Prancis mekatep kang petani-petani enda
>erbahan protes salu ngamburken hasil pertanian ku tengah
>dalan i kota-kota, termasuk susu. Terakap kang iakap kalak
>tani enda erbahan lebih besar pengaruh/kesan protes adah
>bdai. Gia ijenda kalak petani la kurang pupuk hehehe . . .
>Piah teringet ka aku tomat Kutanangka, ja kam ndai Alexander?
>Kuja dage i dayaken tomat simejile adah ndai? Ise ndia si
>ngasup ngergai keringat ras susah-payah petani Karo?
>Salalm mejuah-juah
>MUG
>
>--- In tanahk...@yahoogrou ps.com<mailto:tanahkaro%40yahoogroups.com>, "Kikin 
>Tarigan" <kikintarigan@ ...> wrote:
>Re: [tanahkaro] Petani Karo buang kentang dan tomat
>
>Bukankah bs djadikan pupuk??
>
>Atau pupuk kimia lebih ampuh??
>
>Igan Brecca(r)
>
>
>----------- --------- --------- --------- --------- --------- --
>
>From: Alexander Firdaust <daustcoker@ ...>
>Date: Sat, 30 Jan 2010 02:28:06 -0800 (PST)
>To: <infok...@yahoogroup s.com<mailto:infokaro%40yahoogroups.com>>; 
><tanahk...@yahoogrou ps.com<mailto:tanahkaro%40yahoogroups.com>>; 
><komunitaskaro@ yahoogroups. com<mailto:komunitaskaro%40yahoogroups.com>>
>Subject: [tanahkaro] Petani Karo buang kentang dan tomat
>
>BRASTAGI - Petani di kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara terpaksa membuang 
>hasil pertaniannya seperti kentang dan tomat, karena anjloknya harga komoditas 
>pertanian tersebut di pasar lokal.
>
>"Kami terpaksa membuang atau membiarkan tanaman kentang dan tomat hingga busuk 
>di pohon, karena harga jual jatuh hanya Rp 2.000 per kg," ungkap Anto Barus, 
>petani di desa Laugendek, Tanah Karo, tadi pagi.
>
>Dikemukakan, tidak ada gunanya memanen hasil pertaniannya kalau hanya rugi, 
>sebab harga tidak menutupi biaya panen dan transportasi sehingga lebih baik 
>dibiarkan membusuk di pohon atau diberikan kepada orang.
>
>Sebelumnya harga tomat di tingkat petani sempat Rp7.000 per kg dan kentang 
>Rp6.000 per kg, tetapi kini harganya benar-benar anjlok, tutur Anto yang 
>mengaku kini harus melakukan diversifikasi tanaman.
>
>Diversifikasi tanaman yang dilakukan petani Karo tersebut, seperti 
>mengembangkan tanaman jeruk manis, daun prei, cabai merah dan terong belanda 
>yang harganya di pasaran cukup stabil.
>
>Seperti harga jeruk di tingkat petani masih bertahan Rp5.000 per kg, cabai 
>merah Rp8.000 per kg, terong belanda Rp7.000 kg dan permintaan juga cukup 
>tinggi.
>
>Petani yang memiliki lahan seluas sepuluh hektare itu, mengharapkan harga 
>sayur-mayur kembali membaik sehingga mereka bisa menguliahkan anak sampai 
>menjadi sarjana.
>
>(dat07/ann)
>
>SUMBER: http://www.waspada. co.id/index. php?option= com_content& 
>view=article& id=85709: petani-karo- buang-kentang- dan-tomat& catid=15: 
>sumut&Itemid= 
>28<http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=85709:petani-karo-buang-kentang-dan-tomat&catid=15:sumut&Itemid=28>
>
>
>
>Salam Mejuah Juah
>
>Karo Cyber Community
>
>
>


Kirim email ke