Pengungsi di Sei Bingei diserang penyakit
Warta
WASPADA ONLINE 31/8/10
LANGKAT
- Para pengungsi asal Kabupaten Tanah Karo di Desa Telaga, Kecamatan
Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mulai diserang penyakit
infeksi saluran pernapasan akut dan gatal-gatal.
Para pengungsi
berada di Desa Telaga menyusul meletusnya Gunung Sinabung di Kabupaten
Tanah Karo, Minggu (29/8) dini hari. Letusan gunung menyebabkan semburan
lava pijar dan asap serta debu tebal.
Koordinator pengungsi,
Surya Dharma Sembiring, di Balai Desa Telaga, Kecamatan Sei Bingei,
menyebutkan, setidaknya di lokasi tersebut terdapat 1.578 pengungsi yang
berasal dari Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Karo.
Mereka
terdiri atas orang tua, pemuda, anak remaja, anak-anak, termasuk
balita. "Sedikitnya 130 orang mendapat perawatan kerena ISPA dan
gatal-gatal," katanya.
Salah seorang pengungsi, Florentina br
Sitepu pada kesempatan itu menceritakan kepanikan warga pada saat Gunung
Sinabung meletus pertama kali pada Minggu dini hari.
"Kami sangat panik waktu itu, mau kemana kami lari menyelamatkan diri," katanya.
Ia
mengaku selama lebih kurang empat jam menyusuri hutan dan sungai
sebelum sampai di Desa Telaga. "Tidak sedikit yang kelaparan," katanya.
Florentina mengaku hingga kini masih ada anggota keluarganya yang belum
ditemukan, karena terpisah pada saat mengungsi.
Amin
Ginting, pengungsi lainnya mengungkapkan rasa harunya atas perhatian
Pemkab Langkat kepada mereka yang berada di pengungsian.
Camat
Sei Bingei, Siang Ginting Manik, menjelaskan, bantuan yang sudah
disalurkan kepada para pengungsi berupa beras 2 ton, mie instan 200
kotak, telur 300 papan, gula 100 kg, teh 30 dus dan kopi 10 kg.
Pemkab Langkat juga menyediakan delapan orang dokter, 20 orang paramedis, 10
personil dari PMI dan empat unit ambulans.
“Posko kesehatan juga siap melayani pengungsi selama 24 jam sehari,” katanya.