Assalamu'alaykum wr. wb.

Memang menarik pembicaraan ttg Kitabullah ini.
Al-Qur'an sendiri bercerita ttg masalah dunia per-kitab-an dengan gayanya
yang unik. Saking uniknya, saya masih menyimpan banyak pertanyaan seputar
permasalahan ini. Saya akan sharing, dan mudah-mudahan sahabats bisa
membrikan masukan.

1. Di Al-Qur'an kata-kata "Al-Qur'an", "Al-Kitab", "Al-Injiil",
"At-Taurat", "Qur'an", "kitab", "Al-hikmah", muncul dalam bentuknya
sendiri-sendiri. Di Al-Qur'an Depag, sering terjemahannya di pukul rata.
Kadang pula inkonsisten. Menurut saya sendiri, tidak mungkin semua itu
bermakna sama (sinonim). Pertanyaan saya, barangkali ada yang bsia
menjelaskan apa beda kata-kata di atas?

2. Pertama kali membuka Al-Qur'an, ayat ttg kitab yang pertama ditemukan
adalah QS. 2:2, "Dzalika al-kitaab.....". Pertanyaannya, kenapa digunakan
kata-kata "dzalika" yang berarti "itu", bukannya "hadza" (ini). Padahal
Al-Qur'an ada dihadapan kita.

3. Kenapa pula Al-kitab yang disebutkan di QS. 2:2, dinyatakan sebagai huda
(petunjuk) bagi al-muttaqiin. Bukannya huda linnas (petunjuk bagi seluruh
manusia), atau huda lilmuslim, atau huda lilmu'min. 

Segitu dulu.
Wassalamu'alaykum wr. wb.




----------
> From: Ali Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
> To: '[EMAIL PROTECTED]'
> Subject: [Tasawuf] RE: Kitabullah vs Kalamullah (was :[Tasawuf]
Syahadat......)
> Date: Wednesday, February 10, 1999 7:04 AM
> 
> Assalaamu 'alaikum wr. wb.
> 
> Saya sungguh tertarik akan penjelasan pak Nadri mengenai Kitabullah dan
> Kalamullah ini. 
> 
> Jika saya tidak salah memahami, Apakah ini berarti kitab-kitab tersebut
> (selain AlQuran) adalah 'wahyu Allah' yang ditulis oleh orang orang suci
> yang telah menapak jalan menuju Tuhan. Jadi kitab suci lain (selain
> AlQuran) itu mungkin sekelas dengan tulisan manusia misalnya Muhammad
> Zuhri, Imam Khomeini, Mirza Ghulam Ahmad, AlGhazali serta banyak manusia
> lainnya yang telah mencapai level tertentu dalam perkembangan jiwanya
> sehingga mampu mendengar bisikan 'hati'.
> 
> Saya tertarik akan hal ini karena seorang teman menceritakan fenomena
> dalam agama selain islam bahwa terdapat kecenderungan untuk tidak perlu
> lagi berpedoman pada kitab suci bagi manusia yang telah hidup 'hatinya',
> yang telah turun ruh kebenaran dalam hatinya, yang telah menemukan Dia
> yang di dalam. Misalnya dalam injil dikatakan "Apabila Roh Kebenaran
> turun, Ia
> akan menuntun kalian ke dalam semua kebenaran." (Yohanes 16:13). 
> atau dalam Bhagavad Gita,
> "Bagi orang tercerahkan yang telah mengenal Dia yang diam di dalam,
> semua kitab
> suci tidak berharga bagaikan suatu kolam pada waktu banjir." 
> 
> Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
> 
> >----------
> >From:        Nadri Saadudin[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >Sent:        Monday, 8 February 1999 14:23
> >To:  'Tasawuf'
> >Subject:     RE: [Tasawuf] Syahadat......
> >
> >
> >Bismillahirrahmanirrahim
> >Assalamu'alaikum wr.wb.
> >
> >Bahwa sebenarnya selain "Islam" tidak ada sebuah agama manapun yang
> >mempunyai kalimah Syahadat. Sebagaimana halnya Kitabnya, demikian juga
> >dengan Nabinya, begitu pula ke universilannya, Islam mempunyai kelebihan
> >dari agama-agama lain. Maka demikian pula halnya berkenaan dengan
> >kalimahnya, dibandingkan dengan agama-agama lain, kentara benar
> >keistimewaannya. Tiap tiap agama mempunyai Kitab-Kitabnya masing-masing,
> >tetapi tidak ada umat lain yang mendapat Kallamullah kecuali umat Islam.
> >
> >Perkataan "Kitab" berarti hanya karangan, kewajiban-kewajiban dan
> >hukum-hukum, akan tetapi dalam perkataan itu tidak tersimpul pengertian
,
> >bahwa tiap-tiap perkataan yang tercantum dalam karangan itu adalah dari
> >Allah SWT. Akan tetapi Kitab kepunyaan umat Islam diberi nama
Kalamullah,
> >yang berarti satu persatu dari perkataannya difirmankan oleh Allah
Taala.
> >Seperti halnya isi karangan dari Kitab Nabi Musa a.s.adalah memang
> >difirmankan Allah Ta'ala, ajaran Nabi Isa a.s. yang dikemukakan beliau
> >kedunia ini adalah memang dari Allah Ta'ala, tetapi sekalian Kitab itu ,
> >tidaklah memakai perkataan yang langsung diucapkan oleh Allah SWT
> >sendiri.....
> >
> >Jika orang gemar membaca dan menelaah Taurat, Injil dan Qur'an dan sudi
> >memperhatikan tulisan didalam kitab-kitab ini , maka sepuluh menit
kemudian
> >sesudah membacanya , ia akan mengambil kepastian bahwa isi karangan
Taurat
> >dan Injil itu memang sungguh dari Allah Ta'ala , tetapi kata-katanya
> >bukanlah dari Allah Ta'ala. Demikian juga ia akan memastikan pula bahwa
isi
> >Al-Qur'an ul Karim adalah dari Allah Ta'ala dan tiap kata demi katanya
pun
> >adalah dari Allah Ta'ala juga. 
> >
> >Atau katakanlah demikian, bahwa jikalau seseorang tidak mempercayai baik
> >Qur'an, Taurat, maupun Injil, membaca ketiga Kitab itu satu persatu
> >masing-masing dalam dalam waktu beberapa menit, pastilah ia kemudian
> >menyatakan bahwa, meskipun pengemuka Taurat dan Injil mengatakan "kedua
> >Kitab itu datang dari Allah" namun sekali-kali ia tidak mengatakan bahwa
> >tiap-tiap perkataannya adalah ucapan Allah SWT. Tetapi bagaimana dengan
> >Al-Qur'an? Berkenaan dengan itu ia terpaksa akan mengakui bahwa
Al-Qur'an
> >itu sendiri mendakwakan isi karangan itu dari Allah Ta'ala dasn juga ia
akan
> >mengakui bahwa tiap-tiap perkataan Qur'an itu memang difirmankan oleh
Allah
> >Ta'ala.
> >
> >Itulah sebabnya maka "Al-Qur'anul Karim" menamakan dirinya "Kitabullah"
> >bahkan juga "Kalamullah". Akan tetapi "Taurat" dan "Injil" tidak
menamakan
> >dirinya dengan Kalamullah dan tidak pula Al-Qur'an menyebutnya demikian.
> >Jadi Islam mempunyai suatu kelebihan dari agama-agama lain dalam hal
ini.
> >Bahwa Kitab-Kitab agama lain memang Kitabullah , tetapi bukanlah
Kalamullah,
> >sedangkan Kitab dari Ummat Islam bukan saja "Kitabullah", bahkan juga
> >"Kalamullah".
> >
> >Demikian pula sumber dari segala agama berasal dari wujudnya para nabi,
> >tetapi tidak ada sebuah agamapun mengemukakan seorang nabinya, yang
> >mendakwakan dirinya untuk menerangkan hikmah tentang seluk beluk agama
dan
> >selaku teladan yang sempurna bagi sekalian umat manusia. Agama Kristen
kita
> >ambil sebagai contoh yang terdekat zamannya dengan zaman Islam,
mengemukakan
> >Isa al Masih sebagai Anak Allah, dengan kedudukan tersebut tidak
> >memungkinkan kepada manusia mengikuti jejaknya, sebab manusia tidak bisa
> >menyamai Tuhan. Taurat juga tidak mengemukakan Nabi Musa sebagai teladan
> >yang sempurna. Tidak pula Taurat dan Injil mengemukakan Nabi Musa a.s.
dan
> >Nabi Isa a.s. sebagai orang yang berwenang untuk menerangkan hikmah
tentang
> >seluk beluk agama.
> >
> >Akan tetapi mengenai Nabi Muhammad SAW, Qur'an berkata:
> >
> >"...yu'allimukumul Kitaba wal Hikmah....... Nabi ini menerangkan kepada
kamu
> >hukum-hukum Ilahi bersama-sama hikmah-hikmahnya"....(QS. 2:151).
> >
> >Jadi sesungguhnya keunggulan Islam itu terletak dalam hal ini, bahwa
Nabinya
> >merupakan suri teladan bagi umatnya dan tidaklah menyuruh tunduk kepada
> >hukum-hukumnya dengan paksaaan, melainkan manakala ia mengeluarkan
sebuah
> >hukum, maka hal itu dimaksudkan untuk memperkuat iman serta menambah
> >semangat para pengikutnya. Ia pun menerangkan bahwa dalam segala
> >hukum-perintahnya tersembunyi faedah-faedah guna keutuhan agama,
> >kesejahteraan orang-orang yang menjadi pemeluknya dan untuk seluruh umat
> >manusia. Begitu juga Islam mempunyai kelebihan dari agama-agama lain
dalam
> >hal ajarannya. 
> >
> >Ajaran Islam merupakan amanat perdamaian dan kemajuan bagi segala
lapisan
> >masyarakat, besar kecil, kaya miskin, laki-laki perempuan, orang Timur
atau
> >Barat, lemah dan kuat, pemimpin dan rakyat jelata, majikan dan buruh ,
suami
> >isteri , orang tua dan anak , penjual dan pembeli, tetangga dan  musafir
> >kelana. Islam tidak melakukan diskriminasi terhadap suatu golongan
didalam
> >masyarakat atau ummat manusia. Ia merupakan penyuluh bagi segala bangsa
yang
> >terdahulu dan ayang akan datang. Sebagaimana pandangan Allah, yang
bersifat
> >" 'alimulghaib" mengetahui segala hal yang tak tampak oleh manusia  dari
> >padada zarrah debu yang jatuh dibawah batu, sampai pula ke
bintang-bintang
> >yang berkilau-kemilau di cakrawala. Begitulah ajaran Islam memenuhi
segala
> >keperluan orang yang semiskin-miskinnya  dan selemah-lemahnya, dan juga
> >melengkapi kebutuhan orang yang sekaya-kayanya dan sebesar-besarnya. 
> >
> >Pendek kata Islam bukanlah sebuah agama jiplakan dari agama-agama yang
> >terdahulu, melainkan ia adalah merupakan salah satu matarantai  dari
> >agama-agama dan salah salah satu badan dari tatasurya kerohanian. Tidak
pula
> >pada tempatnya, kalau membandingkan salah satu hukumnya dengan
agama-agama
> >lain. Dalam hal penamaan agama memang terdapat persamaan, sebaimana
halnya
> >batu bara dan intan secara kimiawi adalah tergolong sejenis. Akan tetapi
> >intan tetap bernama intan dan batubara tetap bernama batubara . Begitu
pula
> >batu marmar dan batu kerikil secara kimiawi berjenis sama, tetapi tetap
satu
> >sama lain berbeda.  
> >
> >Lebih jauh lagi, ada sementara ada orang-orang Islam mengemukakan
kalimah :
> >"Laailaaha illallah, Ibrahim Khalilullah, Laailaaha illallah, Musa
> >Kalimullah dan Laailaaha illallah Isa Ruhullah" dan mengatakan bahwa
> >kalimah-kalimah tersebut merupakan kalimah-kalimah dari agama-agama yang
> >terdahulu. Pada hal di dalam Taurat dan Injil dan kepustakaan
-kepustakaan
> >orang Kristen tidak ada terdapat kalimah-kalimah tersebut.
> >
> >Kalau kita perhatikan dikalangan umat Islam pada dewasa ini sudah timbul
> >ribuan macam keburukan, tetapi apakah mereka telah melupakan kalimah
mereka?
> >Maka bagaimanakah dapat dikatakan bahwa orang-orang Kristen dan Yahudi
sudah
> >melupakan kalimah mereka? Seandainya mereka telah melupakan kalikmah
mereka
> >dan kalimah itu telah hilang dari Kitab-Kitab mereka , maka siapakah
yang
> >telah memberitahukan bunyi kalimah-kalimah mereka itu kepada orang-orang
> >Islam?
> >
> >Ketinggian Nabi Muhammad SAW....
> >
> >Pada hakekatnya  tidak ada seorang pun Nabi yang memiliki "kalimah"
kecuali
> >pada Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Tidak juga Adam a.s., Nuh a.s.,
Ibrahim
> >a.s. , Musa dan Isa a.s.Di antara keistimewaan-keistimewaan dari Nabi
> >Muhammad Rasulullah SAW terdapat pula sebuah keistimewaan lain bahwa
> >diantara para nabi, hanya beliaulah yang menerima kalimah. Sebabnya
ialah di
> >dalam kalimah itu telah dipadukan menjadi satu, pernyataan Kerasulan dan
> >pernyataan Tauhid Ilahi sedangkan pernyataan Tauhid itu merupakan satu
> >kebenaran yang abadi, tidak dapat terhapus. Oleh karena masa kenabian
dari
> >pada nabi yang terdahulu pada suatu saat harus berakhir, sebab itu Allah
> >Taala tidak mempersatukan namaNya dengan nama dari salah seorang nabi
> >dahulu. Akan tetapi karena kenabian dari yang Mulia Nabi Muhammad SAW
akan
> >berlanjut terus hingga hari kiamat dan masa beliau tidak akan kunjung
> >berakhir, sebab itu Allah Taala mempersatukan Kerasulan dan nama beliau
> >bersama Kalimah Tauhid untuk menyatakan kepada dunia, bahwa seperti
halnya
> >laailaaha illaallaah tidak akan hapus, begitu juga
Muhammad-ur-Rasulullah
> >tidak akan terhapus 
> >
> >Apa yang kita lihat sekarang ini sungguh mengherankan sekali.
Orang-orang
> >Yahudi tidak mengatakan bahwa Musa a.s. mempunyai kalimah, juga
orang-orang
> >Kristen tidak mengatakan Isa a.s. mempunyai kalimah , tetapi umat Islam
yang
> >nabinya mempunyai kalimah yang khusus, yang mana Allah Ta'ala telah
> >mencermerlangkan Nabinya dengan kalimah, yang dengan perantaraan kalimah
itu
> >telah diberi supremasi  (keunggulan)  diatas umat-umat lain , mereka
dengan
> >dada terbuka , begitu bersedia hendak membagikan kehormatan nabi mereka
> >kepada nabi-nabi yang lain.
> >
> >Kendatipun umat umat para nabi ini  sendiri tidak mendakwakan sesuatu
> >kalimah , namun sebahagian umat Islam ini...lewat Ulama-Ulama mereka itu
> >tampil kemuka "mewakili" umat-umat lain itu ,  membuat-buat kalimah
sendiri
> >dan mengemukakan bahwa kalimah agama Yahudi demikian bunyinya, dan
kalimah
> >Ibrahim begini dan kalimah agama Kristen begitu.. 
> >
> >Wassalamu'alaikum wr.wb.
> >Nadri Saaduddin,
> >Jalan Rambutan B-32
> >Telp. (+62-0765) 93072
> >Duri 28884,
> >Riau Daratan, INDONESIA
>
>---------------------------------------------------------------------------
-
> >---------------------------
> >THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
> >LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
> >Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
> >For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
>
>---------------------------------------------------------------------------
-
> >---------------------------
> >
> >
> >
> >> ----------
> >> From:      Endang Puji Rahayu[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >> Reply To:  [EMAIL PROTECTED]
> >> Sent:      Friday, February 05, 1999 4:59 PM
> >> To:        '[EMAIL PROTECTED]'
> >> Subject:   [Tasawuf] 
> >> 
> >> Assalaamu'alaikum Wr.Wb.
> >> 
> >> Dalam kesempatan ini saya ingin bertanya pada pengasuh tasawuf.
> >> 
> >> Begini, ada salah satu teman saya yang bertanya,
> >> "Apakah pada jaman Nabi Adam itu sudah ada kalimah syahadat ?". Dan
kalau
> >> memang ada, bunyinya itu bagaimana..?
> >> Sebab dia pernah mendengar dari suatu sumber yang mengatakan bahwa
kalimah
> >> syahadat itu sudah ada hanya saja yang menjadi masalah itu bunyinya.
> >> Ada yang bilang bunyinya disesuaikan dengan jamannya spt masa Nabi Isa
> >> menjadi Isa Rasulullah dstnya...
> >> 
> >> Terus terang, saya sendiri masih awam dan perlu banyak belajar jadi
saya
> >> hanya bisa menjawab bahwa kalimah syahadat itu hanya ada pada masa
Nabi
> >> Muhammad saw.
> >> Oleh karena itu saya mohon penjelasan dan tanggapan dari pengasuh
tasawuf
> >> juga rekan-rekan tasawuf lainnya yang memiliki wawasan / pengetahuan
yang
> >> lebih dalam dan luas tentang hal ini.
> >> Terima kasih sebelumnya.
> >> 
> >> Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.
> >> 
> >> Endang Puji Rahayu
> >> Pt. Kiani Kertas
> >> Telp. 021 798 6025 ext. 2230
> >> [EMAIL PROTECTED]
> >> 
> >> ---------------------------------------------------------------------
> >> Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> >> 
> >> 
> >> 
> >
> >---------------------------------------------------------------------
> >Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> >
> >
> >
> >
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
> 
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)



Kirim email ke