Assalaamu 'alaikum wr. wb.
>----------
>From: Nana Aryana[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>1.Sungguh menarik uraian dari sdr. Nadri S ini, saya ajukan
>pendapat saya : bagaimana jika 'Kitab-kitab suci' selain Al Quran
>dikategorikan setingkat Hadits saja ? reduksi ini sekedar meringankan
>'beban mental' kita, a.l dalam cara pandang. Mohon tanggapan, tks.
Iya, barangkali pereduksian kelas kitab suci agama lain menjadi selevel
dengan tulisan Bpk Muhamad Zuhri dll adalah terlalu jauh. Sebenarnya
tingkat jiwa para Nabi tentunya jauh di atas mereka semua sehingga
barangkali benar pak Nana bahwa kitab suci agama lain lebih tepat
disejajarakan dengan Hadist Nabi Muhammad. Karena keduanya merupakan
'kata-kata' manusia suci pada tingkatan Nabi.
>2. Menarik juga dari pak Ali Abidin, saya ada sedikit pendapat sbb.
>jika Rasulullah Muhammad SAW tetap berpegang pada Al Quran,
>sehingga dalam keadaan apapun, contohnya pada saat Madinah
>di-invasi pasukan gabungan Jahiliyah, Beliau tetap mendirikan
>shalat, maka tak satupun manusia dibebaskan diluar pedoman
>Kitab suci Al Quran plus Hadits, demikian dari kami mohon
>tanggapan pula jika berkenan. tks
Sebetulnya pada paragraph kedua saya berusaha menghubungkan dua pendapat
(satu dari pak Nadri dan satu dari teman pejalan tarekat non Muslim)
yang mungkin bahkan sebenarnya tidak perlu dihubung-hubungkan.
Sebetulnya yang ingin saya katakan adalah bila informasi dari teman tsb
benar dan dapat dibenarkan (bahwa pada pejalan tarekat agama lain ada
kecenderungan untuk boleh tidak berpegang lagi pada ayat suci bagi
manusia yang telah mampu mengenal Dia yang di dalam) barangkali itu
disebabkan oleh karena tingkatan kitab sucinya yang 'cuman' ucapan orang
suci.
Pada paragraph kedua tulisan saya tersebut, tentunya saya tidak
bermaksud agar fenomena yang diceritakan terjadi pada pejalan Tuhan di
agama lain tsb terjadi juga di dalam pejalan tarekat Islam. Justru
karena AlQuran tidak sekelas dengan Kitab Suci agama lain maka Orang
Islam (meski telah hidup 'hatinya') berbeda sehingga tidak boleh
meninggalkan firman Allah dalam kitab suci AlQuran. Saya bahkan berpikir
bahwa AlQuran dan Hadist tidak mungkin ditinggalkan oleh muslim meski
telah hidup 'hati'nya atau setinggi apapun tingkat jiwanya. Justru ybs
semakin bersikeras memahami AlQuran dan Hadist.
Tapi kalau dipikir lebih jauh, menyetujui bahwa kitab suci agama lain
itu sekelas dengan Hadist nabi juga berbahaya. Jika trend fenomena boleh
tidak berpedoman pada kitab suci untuk pejalan tharekat agama lain juga
terjadi pada tharekat islam maka barangkali jangan-jangan pejalan
tharekat islam cenderung boleh tidak berpedoman pada Hadist nabi.
Tanpa adanya penjelasan lebih jauh mengenai yang dimaksud Kitabullah &
Kalamullah, maka pada akhirnya saya harus kembali kepada pendapat bahwa
Kitab Suci agama lain pada awalnya benar-benar kitab dari Allah selevel
juga dengan AlQuran (tidak dibedakan kitabullah dan kalamullah). Hanya
saja pada suatu saat, kitab-kitab suci tsb pada sebagiannya mengalami
perubahan oleh tangan-tangan manusia. Jadi kitab suci agama lain tsb
sebenarnya pada awalnya tidak selevel dengan buku karangan Manusia Suci
ataupun selevel dengan Hadist Nabi ataupun ada di bawah level Kitab suci
AlQuran, melainkan selevel dengan AlQuran. Juga saya harus mengutuk
fenomena (bila benar terjadi) yang --konon menurut teman saya tsb--
terjadi pada pejalan tarekat non islam dimana mereka boleh tidak
berpedoman pada kitab suci bila telah hidup "Hati"-nya.
Beginilah akibatnya bila orang bingung (saya) menulis, malah terbelit
dengan logika sendiri dan pada akhirnya cuman menularkan kebingungan.
Pada dasarnya saya cuman ingin memperoleh penjelasan lebih jauh mengenai
Kitabullah vs Kalamullah tsb.
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>
>-----Original Message-----
>From: Ali Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
>To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Wednesday, February 10, 1999 6:28 AM
>Subject: [Tasawuf] RE: Kitabullah vs Kalamullah (was :[Tasawuf]
>Syahadat......)
>
>
>>Assalaamu 'alaikum wr. wb.
>>
>>Saya sungguh tertarik akan penjelasan pak Nadri mengenai Kitabullah dan
>>Kalamullah ini.
>>
>>Jika saya tidak salah memahami, Apakah ini berarti kitab-kitab tersebut
>>(selain AlQuran) adalah 'wahyu Allah' yang ditulis oleh orang orang suci
>>yang telah menapak jalan menuju Tuhan. Jadi kitab suci lain (selain
>>AlQuran) itu mungkin sekelas dengan tulisan manusia misalnya Muhammad
>>Zuhri, Imam Khomeini, Mirza Ghulam Ahmad, AlGhazali serta banyak manusia
>>lainnya yang telah mencapai level tertentu dalam perkembangan jiwanya
>>sehingga mampu mendengar bisikan 'hati'.
>>
>>Saya tertarik akan hal ini karena seorang teman menceritakan fenomena
>>dalam agama selain islam bahwa terdapat kecenderungan untuk tidak perlu
>>lagi berpedoman pada kitab suci bagi manusia yang telah hidup 'hatinya',
>>yang telah turun ruh kebenaran dalam hatinya, yang telah menemukan Dia
>>yang di dalam. Misalnya dalam injil dikatakan "Apabila Roh Kebenaran
>>turun, Ia
>>akan menuntun kalian ke dalam semua kebenaran." (Yohanes 16:13).
>>atau dalam Bhagavad Gita,
>>"Bagi orang tercerahkan yang telah mengenal Dia yang diam di dalam,
>>semua kitab
>>suci tidak berharga bagaikan suatu kolam pada waktu banjir."
>>
>>Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
>>
>>>----------
>>>From: Nadri Saadudin[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>>>Sent: Monday, 8 February 1999 14:23
>>>To: 'Tasawuf'
>>>Subject: RE: [Tasawuf] Syahadat......
>>>
>>>
>>>Bismillahirrahmanirrahim
>>>Assalamu'alaikum wr.wb.
>>>
>>>Bahwa sebenarnya selain "Islam" tidak ada sebuah agama manapun yang
>>>mempunyai kalimah Syahadat. Sebagaimana halnya Kitabnya, demikian juga
>>>dengan Nabinya, begitu pula ke universilannya, Islam mempunyai kelebihan
>>>dari agama-agama lain. Maka demikian pula halnya berkenaan dengan
>>>kalimahnya, dibandingkan dengan agama-agama lain, kentara benar
>>>keistimewaannya. Tiap tiap agama mempunyai Kitab-Kitabnya masing-masing,
>>>tetapi tidak ada umat lain yang mendapat Kallamullah kecuali umat Islam.
>>>
>>>Perkataan "Kitab" berarti hanya karangan, kewajiban-kewajiban dan
>>>hukum-hukum, akan tetapi dalam perkataan itu tidak tersimpul pengertian ,
>>>bahwa tiap-tiap perkataan yang tercantum dalam karangan itu adalah dari
>>>Allah SWT. Akan tetapi Kitab kepunyaan umat Islam diberi nama Kalamullah,
>>>yang berarti satu persatu dari perkataannya difirmankan oleh Allah Taala.
>>>Seperti halnya isi karangan dari Kitab Nabi Musa a.s.adalah memang
>>>difirmankan Allah Ta'ala, ajaran Nabi Isa a.s. yang dikemukakan beliau
>>>kedunia ini adalah memang dari Allah Ta'ala, tetapi sekalian Kitab itu ,
>>>tidaklah memakai perkataan yang langsung diucapkan oleh Allah SWT
>>>sendiri.....
>>>
>>>Jika orang gemar membaca dan menelaah Taurat, Injil dan Qur'an dan sudi
>>>memperhatikan tulisan didalam kitab-kitab ini , maka sepuluh menit
>kemudian
>>>sesudah membacanya , ia akan mengambil kepastian bahwa isi karangan Taurat
>>>dan Injil itu memang sungguh dari Allah Ta'ala , tetapi kata-katanya
>>>bukanlah dari Allah Ta'ala. Demikian juga ia akan memastikan pula bahwa
>isi
>>>Al-Qur'an ul Karim adalah dari Allah Ta'ala dan tiap kata demi katanya pun
>>>adalah dari Allah Ta'ala juga.
>>>
>>>Atau katakanlah demikian, bahwa jikalau seseorang tidak mempercayai baik
>>>Qur'an, Taurat, maupun Injil, membaca ketiga Kitab itu satu persatu
>>>masing-masing dalam dalam waktu beberapa menit, pastilah ia kemudian
>>>menyatakan bahwa, meskipun pengemuka Taurat dan Injil mengatakan "kedua
>>>Kitab itu datang dari Allah" namun sekali-kali ia tidak mengatakan bahwa
>>>tiap-tiap perkataannya adalah ucapan Allah SWT. Tetapi bagaimana dengan
>>>Al-Qur'an? Berkenaan dengan itu ia terpaksa akan mengakui bahwa Al-Qur'an
>>>itu sendiri mendakwakan isi karangan itu dari Allah Ta'ala dasn juga ia
>akan
>>>mengakui bahwa tiap-tiap perkataan Qur'an itu memang difirmankan oleh
>Allah
>>>Ta'ala.
>>>
>>>Itulah sebabnya maka "Al-Qur'anul Karim" menamakan dirinya "Kitabullah"
>>>bahkan juga "Kalamullah". Akan tetapi "Taurat" dan "Injil" tidak menamakan
>>>dirinya dengan Kalamullah dan tidak pula Al-Qur'an menyebutnya demikian.
>>>Jadi Islam mempunyai suatu kelebihan dari agama-agama lain dalam hal ini.
>>>Bahwa Kitab-Kitab agama lain memang Kitabullah , tetapi bukanlah
>Kalamullah,
>>>sedangkan Kitab dari Ummat Islam bukan saja "Kitabullah", bahkan juga
>>>"Kalamullah".
>>>
>>>Demikian pula sumber dari segala agama berasal dari wujudnya para nabi,
>>>tetapi tidak ada sebuah agamapun mengemukakan seorang nabinya, yang
>>>mendakwakan dirinya untuk menerangkan hikmah tentang seluk beluk agama dan
>>>selaku teladan yang sempurna bagi sekalian umat manusia. Agama Kristen
>kita
>>>ambil sebagai contoh yang terdekat zamannya dengan zaman Islam,
>mengemukakan
>>>Isa al Masih sebagai Anak Allah, dengan kedudukan tersebut tidak
>>>memungkinkan kepada manusia mengikuti jejaknya, sebab manusia tidak bisa
>>>menyamai Tuhan. Taurat juga tidak mengemukakan Nabi Musa sebagai teladan
>>>yang sempurna. Tidak pula Taurat dan Injil mengemukakan Nabi Musa a.s. dan
>>>Nabi Isa a.s. sebagai orang yang berwenang untuk menerangkan hikmah
>tentang
>>>seluk beluk agama.
>>>
>>>Akan tetapi mengenai Nabi Muhammad SAW, Qur'an berkata:
>>>
>>>"...yu'allimukumul Kitaba wal Hikmah....... Nabi ini menerangkan kepada
>kamu
>>>hukum-hukum Ilahi bersama-sama hikmah-hikmahnya"....(QS. 2:151).
>>>
>>>Jadi sesungguhnya keunggulan Islam itu terletak dalam hal ini, bahwa
>Nabinya
>>>merupakan suri teladan bagi umatnya dan tidaklah menyuruh tunduk kepada
>>>hukum-hukumnya dengan paksaaan, melainkan manakala ia mengeluarkan sebuah
>>>hukum, maka hal itu dimaksudkan untuk memperkuat iman serta menambah
>>>semangat para pengikutnya. Ia pun menerangkan bahwa dalam segala
>>>hukum-perintahnya tersembunyi faedah-faedah guna keutuhan agama,
>>>kesejahteraan orang-orang yang menjadi pemeluknya dan untuk seluruh umat
>>>manusia. Begitu juga Islam mempunyai kelebihan dari agama-agama lain dalam
>>>hal ajarannya.
>>>
>>>Ajaran Islam merupakan amanat perdamaian dan kemajuan bagi segala lapisan
>>>masyarakat, besar kecil, kaya miskin, laki-laki perempuan, orang Timur
>atau
>>>Barat, lemah dan kuat, pemimpin dan rakyat jelata, majikan dan buruh ,
>suami
>>>isteri , orang tua dan anak , penjual dan pembeli, tetangga dan musafir
>>>kelana. Islam tidak melakukan diskriminasi terhadap suatu golongan didalam
>>>masyarakat atau ummat manusia. Ia merupakan penyuluh bagi segala bangsa
>yang
>>>terdahulu dan ayang akan datang. Sebagaimana pandangan Allah, yang
>bersifat
>>>" 'alimulghaib" mengetahui segala hal yang tak tampak oleh manusia dari
>>>padada zarrah debu yang jatuh dibawah batu, sampai pula ke bintang-bintang
>>>yang berkilau-kemilau di cakrawala. Begitulah ajaran Islam memenuhi segala
>>>keperluan orang yang semiskin-miskinnya dan selemah-lemahnya, dan juga
>>>melengkapi kebutuhan orang yang sekaya-kayanya dan sebesar-besarnya.
>>>
>>>Pendek kata Islam bukanlah sebuah agama jiplakan dari agama-agama yang
>>>terdahulu, melainkan ia adalah merupakan salah satu matarantai dari
>>>agama-agama dan salah salah satu badan dari tatasurya kerohanian. Tidak
>pula
>>>pada tempatnya, kalau membandingkan salah satu hukumnya dengan agama-agama
>>>lain. Dalam hal penamaan agama memang terdapat persamaan, sebaimana halnya
>>>batu bara dan intan secara kimiawi adalah tergolong sejenis. Akan tetapi
>>>intan tetap bernama intan dan batubara tetap bernama batubara . Begitu
>pula
>>>batu marmar dan batu kerikil secara kimiawi berjenis sama, tetapi tetap
>satu
>>>sama lain berbeda.
>>>
>>>Lebih jauh lagi, ada sementara ada orang-orang Islam mengemukakan kalimah
>:
>>>"Laailaaha illallah, Ibrahim Khalilullah, Laailaaha illallah, Musa
>>>Kalimullah dan Laailaaha illallah Isa Ruhullah" dan mengatakan bahwa
>>>kalimah-kalimah tersebut merupakan kalimah-kalimah dari agama-agama yang
>>>terdahulu. Pada hal di dalam Taurat dan Injil dan kepustakaan -kepustakaan
>>>orang Kristen tidak ada terdapat kalimah-kalimah tersebut.
>>>
>>>Kalau kita perhatikan dikalangan umat Islam pada dewasa ini sudah timbul
>>>ribuan macam keburukan, tetapi apakah mereka telah melupakan kalimah
>mereka?
>>>Maka bagaimanakah dapat dikatakan bahwa orang-orang Kristen dan Yahudi
>sudah
>>>melupakan kalimah mereka? Seandainya mereka telah melupakan kalikmah
>mereka
>>>dan kalimah itu telah hilang dari Kitab-Kitab mereka , maka siapakah yang
>>>telah memberitahukan bunyi kalimah-kalimah mereka itu kepada orang-orang
>>>Islam?
>>>
>>>Ketinggian Nabi Muhammad SAW....
>>>
>>>Pada hakekatnya tidak ada seorang pun Nabi yang memiliki "kalimah"
>kecuali
>>>pada Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Tidak juga Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim
>>>a.s. , Musa dan Isa a.s.Di antara keistimewaan-keistimewaan dari Nabi
>>>Muhammad Rasulullah SAW terdapat pula sebuah keistimewaan lain bahwa
>>>diantara para nabi, hanya beliaulah yang menerima kalimah. Sebabnya ialah
>di
>>>dalam kalimah itu telah dipadukan menjadi satu, pernyataan Kerasulan dan
>>>pernyataan Tauhid Ilahi sedangkan pernyataan Tauhid itu merupakan satu
>>>kebenaran yang abadi, tidak dapat terhapus. Oleh karena masa kenabian dari
>>>pada nabi yang terdahulu pada suatu saat harus berakhir, sebab itu Allah
>>>Taala tidak mempersatukan namaNya dengan nama dari salah seorang nabi
>>>dahulu. Akan tetapi karena kenabian dari yang Mulia Nabi Muhammad SAW akan
>>>berlanjut terus hingga hari kiamat dan masa beliau tidak akan kunjung
>>>berakhir, sebab itu Allah Taala mempersatukan Kerasulan dan nama beliau
>>>bersama Kalimah Tauhid untuk menyatakan kepada dunia, bahwa seperti halnya
>>>laailaaha illaallaah tidak akan hapus, begitu juga Muhammad-ur-Rasulullah
>>>tidak akan terhapus
>>>
>>>Apa yang kita lihat sekarang ini sungguh mengherankan sekali. Orang-orang
>>>Yahudi tidak mengatakan bahwa Musa a.s. mempunyai kalimah, juga
>orang-orang
>>>Kristen tidak mengatakan Isa a.s. mempunyai kalimah , tetapi umat Islam
>yang
>>>nabinya mempunyai kalimah yang khusus, yang mana Allah Ta'ala telah
>>>mencermerlangkan Nabinya dengan kalimah, yang dengan perantaraan kalimah
>itu
>>>telah diberi supremasi (keunggulan) diatas umat-umat lain , mereka
>dengan
>>>dada terbuka , begitu bersedia hendak membagikan kehormatan nabi mereka
>>>kepada nabi-nabi yang lain.
>>>
>>>Kendatipun umat umat para nabi ini sendiri tidak mendakwakan sesuatu
>>>kalimah , namun sebahagian umat Islam ini...lewat Ulama-Ulama mereka itu
>>>tampil kemuka "mewakili" umat-umat lain itu , membuat-buat kalimah
>sendiri
>>>dan mengemukakan bahwa kalimah agama Yahudi demikian bunyinya, dan kalimah
>>>Ibrahim begini dan kalimah agama Kristen begitu..
>>>
>>>Wassalamu'alaikum wr.wb.
>>>Nadri Saaduddin,
>>>Jalan Rambutan B-32
>>>Telp. (+62-0765) 93072
>>>Duri 28884,
>>>Riau Daratan, INDONESIA
>>>--------------------------------------------------------------------------
>--
>>>---------------------------
>>>THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
>>>LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
>>>Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
>>>For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
>>>--------------------------------------------------------------------------
>--
>>>---------------------------
>>>
>>>
>>>
>>>> ----------
>>>> From: Endang Puji Rahayu[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>>>> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
>>>> Sent: Friday, February 05, 1999 4:59 PM
>>>> To: '[EMAIL PROTECTED]'
>>>> Subject: [Tasawuf]
>>>>
>>>> Assalaamu'alaikum Wr.Wb.
>>>>
>>>> Dalam kesempatan ini saya ingin bertanya pada pengasuh tasawuf.
>>>>
>>>> Begini, ada salah satu teman saya yang bertanya,
>>>> "Apakah pada jaman Nabi Adam itu sudah ada kalimah syahadat ?". Dan
>kalau
>>>> memang ada, bunyinya itu bagaimana..?
>>>> Sebab dia pernah mendengar dari suatu sumber yang mengatakan bahwa
>kalimah
>>>> syahadat itu sudah ada hanya saja yang menjadi masalah itu bunyinya.
>>>> Ada yang bilang bunyinya disesuaikan dengan jamannya spt masa Nabi Isa
>>>> menjadi Isa Rasulullah dstnya...
>>>>
>>>> Terus terang, saya sendiri masih awam dan perlu banyak belajar jadi saya
>>>> hanya bisa menjawab bahwa kalimah syahadat itu hanya ada pada masa Nabi
>>>> Muhammad saw.
>>>> Oleh karena itu saya mohon penjelasan dan tanggapan dari pengasuh
>tasawuf
>>>> juga rekan-rekan tasawuf lainnya yang memiliki wawasan / pengetahuan
>yang
>>>> lebih dalam dan luas tentang hal ini.
>>>> Terima kasih sebelumnya.
>>>>
>>>> Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.
>>>>
>>>> Endang Puji Rahayu
>>>> Pt. Kiani Kertas
>>>> Telp. 021 798 6025 ext. 2230
>>>> [EMAIL PROTECTED]
>>>>
>>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>> Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>>> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>>>>
>>>>
>>>>
>>>
>>>---------------------------------------------------------------------
>>>Keluar Keanggotaan, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>>---------------------------------------------------------------------
>>Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED]
>>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>>
>>
>>
>>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaa, e-mail (kosong) : [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)