Assalamu'alaikum wr wb,
Kepada rekan-rekan semua sebelumnya saya minta maaf beberapa lama saya
menghilang tanpa pamit, karena tugas dan kesibukan yang tidak bisa
ditingglkan.

Sedikit saya ingin menanggapi pertanyaan Mas Sigit, walau mungkin tulisan
saya ini bukan suatau jawaban akhir.
--------------------------------------
[Muhammad Sigit wrote:]
Assalamu'alaykum wr. wb.

Memang menarik pembicaraan ttg Kitabullah ini.
Al-Qur'an sendiri bercerita ttg masalah dunia per-kitab-an dengan gayanya
yang unik. Saking uniknya, saya masih menyimpan banyak pertanyaan seputar
permasalahan ini. Saya akan sharing, dan mudah-mudahan sahabats bisa
membrikan masukan.

1. Di Al-Qur'an kata-kata "Al-Qur'an", "Al-Kitab", "Al-Injiil",
"At-Taurat", "Qur'an", "kitab", "Al-hikmah", muncul dalam bentuknya
sendiri-sendiri. Di Al-Qur'an Depag, sering terjemahannya di pukul rata.
Kadang pula inkonsisten. Menurut saya sendiri, tidak mungkin semua itu
bermakna sama (sinonim). Pertanyaan saya, barangkali ada yang bsia
menjelaskan apa beda kata-kata di atas?
--------

Memang benar mas Sigit, al-quran sendiri mempunyai nama lebih dari satu
misalnya: Al-Kitab, Al-Karim,Al-Qur'an,Al-Huda,An-Nur,Al-Hikmah, Al-Manar
Al-Furqan dsb, yang masing-masing merupakan nama kontekstual yang beragam.
Adapun kitab-kitab yang lain Al-Injil, Al-Taurat  adalah sebutan nama
firman Allah yang
diwahyukan kepada Isa AS dan Musa AS.
---------------

2. Pertama kali membuka Al-Qur'an, ayat ttg kitab yang pertama ditemukan
adalah QS. 2:2, "Dzalika al-kitaab.....". Pertanyaannya, kenapa digunakan
kata-kata "dzalika" yang berarti "itu", bukannya "hadza" (ini). Padahal
Al-Qur'an ada dihadapan kita.

------------

Kalau anda melihat bahwa al-Quran itu sebuah buku dan buku itu di hadapan
anda, maka dalam kaidah bahasa arab anda tepat mengatakan hadzal kitab.
Tidaklah pas kalau anda mengatakan dzalikal kitab sedang kitab itu
dihadapan
anda (dekat). Tapi coba anda pikir kalau al-quran tidak berujud sebuah
buku?
Bukankan Kitab Al-Quran yang kita baca sekarang ini baru dibukukan pada
jaman khalifah Ustman? Bagaimana sebelum dibukukan?
Bukankan hati yang terang dengan cahaya Al-Quran itu tidak berasal dari
"cahaya buku" itu?
Jadi kata "hadza" lebih cenderung berkonotasi sempit kearah materi.
Sedangkan
dzalika yang bisa berarti abstrak namun nyata.... adalah kata yang pas!!

-------------

3. Kenapa pula Al-kitab yang disebutkan di QS. 2:2, dinyatakan sebagai huda
(petunjuk) bagi al-muttaqiin. Bukannya huda linnas (petunjuk bagi seluruh
manusia), atau huda lilmuslim, atau huda lilmu'min.

Tapi coba rasakan dengan QS 2:185 di bawah ini mengatakan bahwa :
"...hudalinnasi wal bayyinati minal huda wal furqaan..."

"......bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai
petunjuk
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda
(antara yang hak dan yang bathil)...."


Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke