Assalaamu 'alaykum wR wB,
posting terakhir ach mengenai masalah ginian,
[EMAIL PROTECTED] wrote:
> Saya juga beda pendapat dengan yang ini, yang saya pahami hanya
> pasangan baik-buruk, hidup-mati ...dsb itu mesti adanya. Tapi
> tidak setiap (not every single) ciptaan mengandung dua unsur itu.
berpasangan ya ? back to the beginning dong kalo gitu (ngebahas lagi masalah
terang-gelapnya posting pak Bimo), wanita-pria iya berpasangan, tapi apa
baik-buruk juga merupakan pasangan ? baik-buruk (bagi saya lho) bukan
merupakan ke'ada'an/kenyataan, itu hanyalah penilaian kita. Sedangkan
pria-wanita, itu ke'ada'an/kenyataan, dan berpasangan.
> >2. Allah hanya menciptakan Kebaikan. Bahkan Setanpun dipandang
> >kebaikan:-)
>
> Memang saya sependapat dengan pak Syariefudin, Allah hanya mencipta
> kebaikan saja. Termasuk syaitan? Ya! (mungkin saya ini satu-satunya
> anggota milis yang ngotot bahwa setan itu perlu adanya di dunia ini).
kalo saya tetap (mungkin satu-satunya dimilis ini ..he..he...:P) berbeda
(boleh kan..), menurut saya tidak ada penciptaan 'kebaikan' dan 'keburukan',
itu hanya penilaian yang timbul kemudian (proses menjadi ???).
>
> Pak Ali, Allah menciptakan manusia, misalkan anak baru lahir beranikah
> anda mengatakan ciptaan itu (anak yang baru lahir) itu buruk atau
> tidak sempurna?
>
on the contrary, bisakah kita bilang pula anak itu 'baik' ? kalo sempurna
bolehlah, kan ciptaan Allah, mana ada yang nggak sempurna, iya kan. Tapi kalo
baik, itu kan penilaian kita aja.
> INI ADA YANG PROTES (SIAPA BISA JAWAB):
> ---------------------------------------
> Katanya Allah itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Mengetahui....
> kenapa makluknya dikroyok syetan untuk dijerumuskan dan sebagian yang
> lain ada yang menuhankan hawa nafsunya kok setan dan hawa nafsu itu
> tidak ditarik dari peredaran saja, biar aman.
> Salahkan Allah? (Astagfirullahal 'adzim)
Salahkan yang mrotes lagi boleh nggak ? :)
Salahkan diri kita sendiri dong, kenapa menilai sesuatu, coba lepasin ego
kita, lihat sesuatu itu apa adanya, gimana yach, contohnya gini aja dech
(cuman contoh lho, kurang bisa mendekati apa yang saya maksud):
kita lihat tangan kita, punya dua sisi kan ? nah kalo kita sebagai tangan,
iya sich bakalan ada pemisahan, sisi putih, dan sisi hitam, tapi coba kita
lihat dari 'luar' tangan kita, pasti yang kelihatan itu cuma tangan aja kan ?
kalo di tangan mah mending, sisi putih dan sisi hitamnya ini exist, bukan
penilaian kita, tapi baik-buruk ?
Wallahu'alam,
Wassalaamu 'alaykum wR wB
arief muLya
------------
"There's always a light in the heart of ones who Love"
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)