Assalamu'alaikum Wr.Wb.

[EMAIL PROTECTED] wrote:
> Itulah imimpi yang benar.
> Menurut pendapat saya mimpi bisa merupakan reply dari pengalaman
> hidup,baik yang sudah dijalani maupun yang diangan-angankan dan bisa juga
> sebuah 'informasi kebenaran'.
> 
Jikalau mimpi yang benar tsb merupakan "informasi kebenaran" dari Allah
kepada hamba-NYA yang dikehendaki ... saya setuju !!
> 
> Untuk sementara yang dapat saya tangkap (kalau tidak salah) dari
> kebingungan anda ini nampaknya anda masih rancu memahami arti
> 'hidup' dan arti 'mati'
> 
Begitulah, soalnya ada juga sso yang mengalami "mati suri", hal-hal
demikian tidak mudah saya mengerti, untuk itulah saya mohon pencerahan
tsb diatas.

> Sekedar bahan pemikiran, ilustrasi di bawah ini (walau jauh dari
> kasus yang sesungguhnya) dikarenakan perumpamaan tentang diri
> manusia itu susah sekali dicari persamaanya mungkin bisa membantu
> kearah yang anda maksud.
> 
> KONDISI[1]:
> Ada sebuah komputer yang hanya pandai berhitung di saat
> komputer sedang 'on' dan di dalamnya ada software hitung.
> 
> KONDISI[2]:
> Disaat komputernya di-off-kan tentunya komputer tadi tidak bisa
> berhitung (apa-apa) lagi.
> 
> KONDISI[3]:
> Komputernya di-on tapi sofwarenya dikeluarkan, tentu juga tidak
> bisa berhitung lagi.
> 
> Menurut anda kondisi manakah yang hidup dan mana yang mati?
> 
Wah rasa-rasanya tidak terlalu mudah menyatakan mana kondisi hidup, dan
mana kondisi mati berdasarkan ilustrasi Mas Wargino tsb, maklum ilmunya
belum nyampe.  Karena belum bisa menjawab maka saya mencoba menjawabnya
dengan ilustrasi lainnya, begini :

Semisal -WAYANG JAWA- dalam acara gelar pewayangan semalam suntuk, dan
paling asyik ditontonnya dari balik layar.   Keindahan -BAYANGAN WAYANG-
yang terlihat "hidup" dari balik layar karena adanya -CAHAYA LAMPU- yang
menyorot ke arah layar, tentunya ada peran "Sang Dalang" yang akan
membuat wayang jadi hidup.

-BAYANGAN WAYANG- menjadi "hidup" jika -WAYANG- disorot -CAHAYA LAMPU-
-BAYANGAN WAYANG- menjadi "tidak nampak" jika -WAYANG- "tidak ada"
-BAYANGAN WAYANG- menjadi "tidak nampak" jika -CAHAYA LAMPU- "mati",
walau  wayangnya "tetap ada"
-BAYANGAN WAYANG- menjadi "tidak nampak" jika -WAYANG- "tidak ada" dan
-CAHAYA LAMPU- "mati"

Itulah analogi "hidup" dan "mati" semisal wayang jawa, mohon maaf jika
salah karena saya sendiri masih bingung, tolong Mas Wargino dapat
memberitahu saya kondisi "hidup" dan "mati" komputernya agar saya tidak
bertambah bingung, sekian dulu wasalam ...

Bambang Edy W.

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke