> Rizki Herucakra wrote:
>  
> > Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
> 
> Wa'alaikum sal�m warahmatull�hi wabarak�tuh.
> 
> > Bagaimana dengan Al Quran, Pak? Apakah keburukannya? Kalau ada,
> berapa
> > persen?
Tidak bijaksana kiranya kalo kita mencari kesalahan pada Alqur'an. Karena
tugas kita adalah mengimaninya. 
> Anda yang minta, lho! Bukan saya yang atas kemauan sendiri menunjukkan
> kelemahan-kelemahan Al Qur'an. Saya tidak bisa mengatakan berapa
> persen 'keburukan' yang ditimbulkan oleh Al Qur'an, tetapi
> 'kekurangan' yang saya sebutkan di bawah ini hanya terlihat bila kita
> memandangnya dari sudut tertentu saja; jadi bukan merupakan penilaian
> yang mutlak. Pandanglah dari sudut lain, maka kekurangan yang saya
> sebutkan itu akan lenyap.
> 
> Di antara keburukan AQ yang terlintas di pikiran saya saat ini ialah:
> 
> 1. Kedatangan AQ menimbulkan berbagai gradasi reaksi antara kedua
> ekstrim (a) iman, penerimaan secara mutlak, dan (b) penolakan total.
> Di antar kedua ekstrim itu terdapat gradasi-gradasi, yang tentu saja
> tepat di tengah-tengah terdapat orang yang netral. Baca saja di dalam
> AQ, bagaimana reaksi kaum Yahudi, Nasrani dan kaum kafir. Mereka tidak
> senang, dan secara relatif saya melihat hal ini sebegai keburukan.
> Andaikata AQ diwahyukan dalam versi yang dapat diterima semua orang,
> pastilah kita tidak terpecah-pecah dalam agama yang berlainan.
> 
Justru inilah yang menunjukkan ketakterbandingan Tuhan..!
> 2. AQ tidak seluruhnya mudah dicerna. Akibatnya, banyak sekali ragam
> penafsiran dan di antaranya malah saling berlawanan. Karena itu
> sepintas kita menyaksikan bahwa umat Islam tidaklah satu. Banyak
> mazhab dan banyak aliran Islam yang ditumbulkan oleh kelemahan ini.
Alqur'an takkan tersentuh kecuali hamba yang telah tersucikan...!
> 3. AQ itu diwahyukan dalam bahasa Arab, jadi saya terpaksa harus
> terlebih dulu belajar bahasa Arab agar mampu memahaminya dengan lebih
> baik. Mengapa sejak semula tidak diwahyukan dalam bahasa Indonesia?
> Bikin repot saja! 
> Masih banyak lagi, tapi itu saja yang saya tulis, takut bikin gerah!
> Bagaimanapun, di mata Allah, apa yang saya sebut sebagai kelemahan itu
> sudah tentu bukanlah sesuatu yang buruk. Yang patut dipersalahkan
> adalah saya, mengapa saya tidak berupaya menyempurnakan diri sehingga
> saya tidak melihatnya sebagai kelemahan-kelemaha
> Ada kisah lain. Di sebuah masjid terjadi ontran-ontran karena orang
> menemukan sebuah AQ hampir habis terbakar di dalamnya. Selidik punya
> selidik, ternyata pelakunya adalah seorang ustadz di madrasah masjid
> itu yang kecewa atas kebijakan ketua masjid. Dengan perbuatan itu, ia
> mengharap akan terjadi huru=hara sehingga pengurus masjid kewalahan,
> dan terbalaslah sakit hatinya. Sungguh tidak adil kalau saya
> menyalahkan AQ atas insiden tersebut, tetapi sekurang-kurangnya AQ
> mempunyai satu sisi buruk: ia dapat dimanfaatkan oleh seseorang untuk
> menyulut keonaran.
Ini semua terjadi di alam fenomena.

Maafin saya.
> Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Djafar

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke