+AD4-Assalaamu 'alaikum wr. wb.


Wassalamu'alaikum Wr. Wb

+AD4-Saya jadi ingat waktu itu saya mengatakan secara nekad bahwa Hawa Nafsu
+AD4-itu sebaiknya dibunuh saja dan kemudian saya percaya sama Gus Lim ketika
+AD4-dengan bijaksana menjelaskan bahwa  Hawa Nafsu jangan dibunuh melainkan
+AD4-dikendalikan saja. Karena hawa nafsu dibutuhkan untuk menjalankan fungsi
+AD4-khalifah di bumi. :-)
+AD4-
+AD4-Tapi ketika membaca ayat-ayat 'Bunuhlah Anfusakum' seperti yang ada pada
+AD4-QS 4:66 dan ayat lainnya saya jadi bingung lagi. Lha, di Quran dibilang
+AD4-suruh bunuh hawa-nafsu kita, tetapi Gus Lim menjelaskan bahwa seakan
+AD4-tanpa hawa nafsu maka kita tidak akan mampu menjalankan fungsi
+AD4-kekhalifahan.... Eh, yang bener yang mana sih ?...  Yang jelas hawa
+AD4-nafsu saya masih gagah-perkasa saat ini :-)



Yang Abah ketahui sih makna Al Qur'an itu jelas menjelaskan.
Jadi ketika mengartikan sesuatu harus mereferensi ke keterangan ayat yang
lain.

Kutipan lengkap dari ayat diatas adalah sebagai berikut :

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka : +ACI-Bunuhlah dirimu
atau keluarlah kamu dari kampungmu+ACI-, niscaya mereka tidak akan melakukannya,
kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka
melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah yang demikian
itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka). (QS. 4:66)


Atau ayat berikut ini :
+IBwgJg- maka bertaubatlah kepada Rabb yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu.
Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Rabb yang menjadikan kamu+ADs- maka
Allah akan menerima taubatmu+ICYgHQ- (QS. 2:54)

Memang benar kata Akang Ishak. Hal ini terjadi Asbab An Nuzulnya ketika
ummat Nabi Musa diperintah Allah untuk bunuh diri.
Tapi ingat, bahwa Al Qur'an bukan dongengan orang-orang dahulu (Al Qur'an) .
Ia berlaku sepanjang zaman (Al Qur'an). Punya makna lahir yang indah, dan
makna bathin yang dalam (Hadits)

Nah salah satu muatan lainnya, selain menceritakan kisah umat Nabi Musa, ini
juga memerintahkan kepada kita +ACI-membunuh anfusakum+ACI-.
Seperti kemarin dibahas +ACI-Anfus+ACI- adalah jamak dari +ACI-Al Nafs+ACI-. Bisa 
berarti
kumpulan Al Nafs juga bisa berarti Jiwa yang banyak yaitu Hawa Nafsu (Lihat
Diskusi kemarin Jiwa +ACY- Ruh)


Bunuhlah dirimu dalam ayat ini, sesungguhnya mempunyai maksud, keluar dari
dominasi hawa nafsu. Berserah diri pada Allah dan tidak menjadikan hawa
nafsu sebagai tuhan (penuntunnya).

Sehingga, bila seorang dapat keluar dari tuntunan hawa nafsu, sesungguhnya
Allah akan menguatkan iman mereka.

Hawa Nafsu dan Syahwat ini bukan dibunuh dan dihilangkan. Tetapi
dikendalikan (digembalakan) oleh Nafsu Muthmainnah.

Ada saatnya hawa nafsu dan syahwat dikeluarkan, dan saat lain kembali
dikekang.

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan MENAHAN diri
dari keinginan hawa nafsunya. (QS. 79:40) maka sesungguhnya surgalah tempat
tinggal(nya). (QS. 79:41)

Keterangan kata +ACI-dibunuh+ACI- diperjelas maknanya dalam ayat diatas sebagai
MENAHAN.

Apabila kita menahan diri atau mengenadalikan diri dari Hawa Nafsu. Maka
kita dikatakan MENGGEMBALAKAN hawa nafsu kita.
Untuk itulah maka para Nabi dikatan sebagai PENGGEMBALA.

Abah Hilmy




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke