Bimo Pradono wrote:

> djafar wrote:
>
> > Ketika Iblis di suruh bersujud kepada Adam as, Iblis menolaknya karena ada
> > kesombongan di dalam dirinya.Dan kemudian berprasangka buruk terhadap
> > Tuhannya. Hikmah yang saya ambil dari situ adalah bahwa sifat-sifat
> > tersebut tempatnya adalah neraka! Jadi apabila seorang ada sifat tersebut
> > dalam dirinya maka akan dikembalikan ke tempatnya yaitu neraka. Jadi Allah
> > tidak pernah menyiksa tapi selalu merahmati kepada siapa saja termasuk juga
> > sifat iblis itu. bagaimana menurut pendapat Bapak-bapak semua.
>
> Assalamu'alaikum wr wb.
>

Wa'alikusalam wr.wb.

> Saya tidak berpendapat bahwa Allah menghukum siapa-siapa. Allah telah
> menetapkan hukum sebab-akibat baik di alam fisik (bumi) maupun di alam
> metafisik (langit). Apabila seseorang melanggar perintah Allah, Allah
> tidak perlu repot-repot menghukumnya karena Allah telah menciptakan
> mekanisme BALASAN yang bekerja secara otomatis tanpa perlu diperintah,
> seperti hanya air akan mendidih jika dipanasi dengan cukup tanpa perlu
> diperintah lagi. Begitu pula, Allah tidak perlu memerintahkan
> makhluk-Nya untuk menyeret seseorang ke neraka atau mengantarnya ke
> sorga bila ia berbuat, berpikir, berpsikap atau berperasaan tertentu;
> semuanya sudah tunduk kepada hukum-hukum yang ditetapkan.
>
> Hal di atas saya sampaikan berdasarkan hasil pengamatan melalui cermin
> hati yang masih buram, yang tampaknya baru mencerminkan situasi di
> dunia, belum mampu menggambarkan sesuatu di alam akhirat.
>
> Konon iblis itu dibuat dari nyala api. Kalau begitu, apa kira-kira ia
> akan menderita ketika ia disiksa di dalam api neraka? Saya pikir,
> iblis sendiri tidak menderita.

Pak Bimo, ada cerita begini:Kulit pipi kita kalau dibelai oleh orang yang sayang
kepada kita, maka kita akan merasakan halusnya tangan orang itu (tidak sakit).
Tapi bila kita ditempeleng oleh orang, maka kita akan merasakan sakitnya tangan
itu. Padahal tangan itu juga berkulit.

> Tugas iblis memang berkaitan dengan
> api; ia mengobarkan api (mengantarkan neraka) ke dalam hati siapapun
> yang bersedia menerimanya. Meskipun di dalam Al Qur'an kita selalu
> dianjurkan untuk menjauhkan diri dari api neraka, pada kenyataannya
> kita semua bebas memilih: menerima iblis pembawa api neraka itu, atau
> menolaknya. Apapun pilihan kita, kita akan menanggung akibatnya. Kalau
> seseorang memilih neraka, ia akan mendapatkannya, dan ia boleh
> mengabaikan semua seruan Allah untuk melakukan semua kebaikan.
>
>

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Agus Haryono


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke