Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalaamu'alaikum wr. wb.,

-----Original Message-----
From: Rachmasari, <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 28 April 1999 17:46


--- deleted ---

>Saya sebagai anggota millis tasawuf baru mohon bimbingan dan tuntunan
>kepada kakak-kakak senior yang telah banyak menimba ilmu dan pengalaman
>untuk menuju  ma'rifat kepada Allah SWT, dan saya mengucapkan terima kasih.
>
>Wassalam
>
>Rachmasari


Salam kenal semuanya, saya juga "new comer" di sini, pingin tau banyak
tentang tasawuf, sekalian pingin "ngaji" di sini.

Pada posting pertama ini saya forwardkan salah satu pendapat rekan dari
mailing list is-lam@. Ma'af kalau ada yang sudah baca.

-----begin of forward message-----

From: Milla <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 26 April 1999 15:03
Subject: [is-lam] yg saya fahami ttg tasawuf


>Assalamu 'alaikum
>Ini apa yang saya fahami tentang tasawuf:
>
>Jika ilmu tasawuf itu hanya sekedar ilmu untuk menyucikan hati dan
>rohani serta pemurnian akhlak, saya tidak menentang. Malah sesuatu
>yang perlu kita pelajari. Ilmu ini asasnya ada di dalam
>al-Qur`an dan as-Sunnah dan dikenal di dalam ajaran maupun tulisan
>sebagai ihsan, tazkiyyah dan sebagainya. Banyak kitab-kitab
>yang telah dikarang oleh ulamak muktabar ttg hubungan kerohanian
>dan akhlak. Banyak kelas pengajian dan halaqah telah diadakan yang
>menyentuh bab kerohanian dan akhlak.
>
>Pengajian seperti kelas Tafsir sebagai contoh, jika 'approach'nya betul
>juga bisa mensucikan hati dan mendekatkan kita kepada Allah. Baru-baru
>ini, ada suatu kelas tafsir surah al-Fatihah berdasarkan karangan Sheikh
>Abdul Rahman as-Sa'di di rumah sahabat saya. Kupasan ayat Bismillah...
>hingga Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin saja memakan  dua jam. Di
>antara intipatinya, kita bisa memahami konsep Tawhid Asma wa Sifat
>dari perkataan Alhamdulillah, dan perkataan Rabbi bermakna Allah
>adalah murabbi = yang memberi tarbiyyah (dan bukan sekedar memberi
>ilmu/ta'lim), 'Alamin  bermakna segala sesuatu selain Allah.
>Tarbiyyah  ada dalam dua bentuk, am dan khusus. Tarbiyyah yang am
>bermaksud Allah yang memberi rezeki, hidayah serta  keperluan
>kehidupan segala makhluk. Tarbiyyah yang khusus  bermaksud Allah
>memberi tarbiyyah kepada Aulia (mereka yang dekat dengan Allah yakni
>mereka yang beriman dan bertaqwa) dengan meningkatkan iman mereka,
>memberikan mereka keberhasilan untuk mencapai iman dan kebaikan, dan
>melindungi mereka dari kejahatan. Ini adalah suatu doa sebenarnya!
>Renungkanlah! Dari ayat ini kita mengenali Allah melalui SifatNya,
>dan memahami hubungan antara Khaliq dan makhlukNya. Jadi dengan memahami
>bacaan ini ketika sholat maupun di luar sholat, dan bukan sekedar tahu
>terjemahannya atau tahu baca saja, iman dan taqwa kita kepada Allah
>Ta'ala bisa meningkat insya Allah. Janganlah kita menjadi seperti
>sebagian orang yang bisa 'naik syeikh' bila berulang membaca zikir
>dari Aurad tarikat mereka (yang kononnya ada isnadnya sampai ke
>Rasulullah ) tetapi langsung tidak bergetar hati mereka bila membaca
>al-Qur`an. (jangan pula salah sangka mengatakan saya anti Zikir)
>
>Sedekah juga bisa mensucikan hati. Rasanya banyak yang maklum tentang
>perkara ini, cuma mungkin kurang yang betul-betul mengamalkannya. Islam
>mengajarkan kita bahwa apabila kita melakukan dosa yang kecil, ikutilah
> dengan melakukan suatu amal kebajikan serta berdoalah
>memohon ampunan Allah. Sedekah adalah salah satu contoh amal kebajikan
>yang bisa kita lakukan sewaktu waktu.
>"Ambillah sedekah dari harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan
>mereka dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa engkau itu menjadi
>ketenangan (hati) mereka." [at-Taubah 9:103]
>Coba kita amalkannya. Apabila kita, insan yang tidak terlepas dari
>kesalahan, melakukan  maksiat atau dosa kecil, cepat-cepatlah
>kita pergi bersedekah dan mohonlah ampunan Allah. Ketika kita
>menghulurkan sedekah itu, kita akan merasa suatu yang aman dan
>menyenangkan di hati kita, suatu rasa kemanisan iman. Cobalah. Ini juga
>satu cara untuk membersihkan jiwa kita.
>
>Jadi persoalannya, jika sudah ada ilmu tazkiyyah begini, mengapa perlu
>pula dikenali  sebagai tasawuf, tambahan pula perkataan Tasawuf itu
>sendiri bukan dari perkataan Arab dan tiada makna di dalam bhs Arab.
>Kushairi, seorang tokoh Sufi, di dalam kitabnya ar-Risalah Kushairi
>sendiri mengatakan bahwa perkataan Sufi bukanlah dari perkataan
>Arab. Tidak kah pelik jika bagian-bagian ilmu yang lain menggunakan
>bahasa Arab (tauhid, fiqh dll), alih-alih timbul Tasawuf yang bukan
>dari bahasa Arab. Jika nama ilmunya bukan dari bahasa al-Quran,
>bagaimana pula isinya. Ada pula yang mengatakan Sufi itu datang dari
>perkataan Suf yang berarti bulu (wool), pakaian pendeta Nasrani
>atau Nabi Isa 'alaihissalam. tidak kah lebih baik jadi ahli "Qotoni"
> pakaian Nabi Muhammad sallallahu'alaihi wassalam serta orang
>Arab ketika itu yang amnya dibuat dari kain kapas (cotton).
>
> hal apapun, usaha pembersihan jiwa adalah penting di dalam usaha
>kita untuk memurnikan Tauhid. Banyak kitab yang membincangkan hal ini
>seperti Madarijus-Salikin karangan Ibnul-Qayim maupun Ihya Ulumud-Din
>karangan Abu Hamid al-Ghazali (memang terdapat banyak riwayat di dalam
>Ihya Ulumud-Din yang dhaif maupun maudhu, ini tidak disangkal!
>Riwayat seperti ini memang boleh kita  tolak. Yang selain dari itu,
>kita memang terima). Terdapat satu buku yang saya kira amat bagus untuk
>dibaca. Tajuknya "Tazkiyat an-Nufus wa Tarbiyyatuha kama Yuqarriruhu
>'Ulama' as-Salaf" terbitan Dar al-Qalam, Beirut, yang merupakan
>kompilasi karangan Ibn Rajab al-Hanbali, Ibn al-Qayim al-Jauziya dan Abu
>Hamid al-Ghazali. Terdapat terjemahannya di dalam bahasa Inggeris; "The
>Purification of the Soul" terbitan al-Firdous Ltd, London, ISBN 1
>874363 00 0.
>
>Masalahnya, definisi tasawuf sekarang ini nampak bercampur-baur, bukan
>hanya sekadar ilmu untuk membersihkan jiwa.  kini banyak dikaitkan
>dengan perkara-perkara yang kabur atau jelas bertentangan dengan
>al-Quran dan as-Sunnah seperti:
>a) Berlebihan/ekstrimis di dalam Zuhud (seperti kisah-kisah orang yang
>menggunakan wudhu yang sama untuk Isya' dan Subuh untuk berpuluh-puluh
>tahun, atau meninggalkan terus kepentingan dunia. Islam tidak menyarankan
>kita menyiksa diri begini)
>b) Bid'ah di dalam cara-cara ibadah (e.g. tidak pernah Nabi dan para
>sahabat melakukan zikir berkumpul sambil menggoyangkan badan dan
>menggelengkan kepala sampai 'naik syeikh')
>c) Bid'ah di dalam cara mengenali Allah terutamanya dengan pendekatan
>filsafah maupun batiniyah
>d) Percanggahan dengan Tauhid Allah (seperti memberikan Sifat yang hanya
>layak untuk Allah kepada orang lain e.g. mempercayai Qutub, suatu
>peringkat tertinggi Wali Sufi, yang dikatakan sebagai "Tuan kepada
>kewujudan setiap masa" oleh at-Tajani, dan dikatakan bahwa jika hilang
>kerohanian Qutub daripada kewujudan, maka semua kewujudan akan hilang!
>Subhanallah! Di manakah dalilnya mengenai peringkat Wali dan ciri-ciri
>Qutub seperti yang disebutkan?)
>
>Banyak lagi aspek tasawuf yang mencurigakan dan inilah yang
>dipertikaikan, dan perlu diberi perhatian serta diperjelaskan karena
> melibatkan aqidah kita!!!
>
>Nasehat saya kepada semua termasuk diri saya sendiri, dalami, fahami
>serta amalkanlah sebanyak mungkin ajaran al-Quran dan Sunnah seperti
>yang difahami para Sahabat. Back to the basics
>Sesungguhnya kita tidak akan tercapai untuk mengikuti 100%
>dari Sunnah Nabi, jadi mengapa kita perlu  'sistem' lain untuk
>beribadah kepada Allah.
>
>Sebelum saya mengakhiri artikel ini, berikut adalah sebagian dari
>kenyataan-kenyataan para Imam mengenai sufi:
>
>===========================================================================
=
>======
>
>Imam Al-Shafi':
>--------------------
>"If a person excercized sufism(tasawafa) at the begininng of the day,
>he doesn't come at Zuhur except an idiot".
>
>"Nobody accompanied the Sufis forty days and had his brain
>return(never) "
>
>And he recited in poetry: " And leave (alone) who if came to you
>practiced piety/ and when alone were concealed wolves"-Pgs 371 Talbees
>Iblis
>
>And when he went to Egypt he said: "I have left Baghdad and the
>aetheists(Zanadiga) have innovated a thing they call
>Sama'(Hearing)" - He is referring to the singinig and dancing that the
>Sufis innovated in the second century and is still spread amongst them
>till the present day.
>
>N.B: Notice how Imam Al-Shafi' who was Malik's student opposed Sufism.
>One wonders how some beleive in what was ascribed to Imam Malik
>concerning Sufism( Man tasawwafa walam yatafaghaha-etc). There exists
>different views amongst the two Imams in Fiqh matters but this is a
>matter of Aqidah, they have one and the same Aqidah.
>
>Imam Ahmed Bin Hanbal:
>-----------------------------------
>" Warn (people) from Al-Harith( a Sufi leader) the strongest
>warning!!Al-Harith is the origin of the confusion(referring to the
>incidents of Jahm- . Fulan and Fulan have sat with that (person) and he
>has changed them to Jahm's view, He is still the shelter of the people
>of the talk. Harith is in the position of a garrisonned lion any day
>(he) will leap on the people"-Talbees Iblis Pgs166-167.
>
>Imam Abu Zara' Al-Dimashqi:
>-----------------------------------------
>When asked about the books of Al-Harith Al-Muhasbi: "Beware of those
>books. those are books of innovation and misguidance.Stick to what has
>been related from the prophet-saaws-(Al-Athar), you will find in it what
>would spare you those books. It was told to him:There is a lesson(Ibra)
>in those books. He said: Whoever doesn't find a lesson from the book of
>Allah, would not find a lesson in those books. It has reached you that
>Malik bin Anas, Sufyan AL-Thawri, Al-Awzai and the precedent Imamas
>classified those books amongst the anxieties, insinuations and
>those(similar) things. Those(meaning the Sufis) people contradicted the
>people of knowledge ( Ahl Al-Elm), they come to us once by Al-Harith
>Al-Muhasbi, another by Abdul-Raheem Al-Dubeeli, another by Hatim
>Al-Asam, another by Shaqiq Al-Bulakhi, then he said: how fast are people
>(going ) to innovations(Al-Bida')."
>
>Conclusion:
>
>To sum up, the great scholars opposed the innovations that the Sufis
>have brought to Islam through their deviated spiritual
>approaches.Millions of people around the world have been converted from
>Mohammad-saaws-'s Islam to Sufism
>
>===========================================================================
=
>======
>
> maaf jika kasar bahasa saya. Semoga Allah memberikan hidayahNya
>kepada kita semua dan semoga kita semua ditetapkan Allah di jalan yang
>lurus. Wassalamu'alaikum.

-----end of forward message-----

Bagaimana pendapat rekan-rekan sekalian?

Wassalam,
Tarjo

PS.: Buat akhi/ukhti (?) Milla, ma'af saya "ambil" tulisannya.


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke