Assalamu'alaikum, 

| Saya mohon bertanya, pak Istigfar?Bagaimana approach yang betul itu?
Lho kok nanya ke saya? Wong sing ngomong 'approach-nya betul'
pertama itu siapa?

OK lah, tapi yang ada di benak saya, mengenai approach yang betul
terhadap Islam dari akar sampai cabangnya, kurang lebih memiliki
karakteristik berikut:

- ada keseimbangan antara keikhlasan di hati, dan
kefakihan/expertise di dalam fikiran
- ada kerendahan hati, dalam melihat bagaimana Tuhan itu memandang
manusia tidak secara sederhana sebagaimana yang kita bayangkan.
Tidak mengambil hak prerogatif Tuhan.
- Tidak terjebak pada pembicaraan dari teori ke teori, terus
mengawang-awang, dengan menomor-sekiankan prakteknya.
- Tidak melihat sesuatu hal secara hitam-putih.
- Menyesuaikan *ucapan* dengan perbuatan (tidak sebaliknya).
- Islam dipahami dari yang paling sederhana, dan mendasar dulu
(seperti Tauhid), baru menanjak ke soal-soal fiqih/syariat,
sebagaimana pengajaran Nabi kepada sahabat dulu (tidak sebaliknya).
- dll (mungkin ada yang menambahkan/mengoreksi ?)

Contoh yang mendekati ideal dalam pendekatan Islam, mungkin apa
yang dilakukan oleh para ulama salaf dahulu, seperti 4 imam (atau 5
dg imam ja'far). Kalau kita mau baca sejarah mereka, dengan mudah
kita akan tahu, bagaimana *sangat berbedanya* antara cara pandang
mereka, pemahaman mereka terhadap Islam dan masyarakat penganutnya
dengan apa yang kita lihat sekarang ini.

Wallahu a'lam,
Wassalamu'alaikum, 

Istiqfar



---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)





Kirim email ke