Assalamu'alaikum, 

| >Pengajian seperti kelas Tafsir sebagai contoh, jika 'approach'nya betul
| >juga bisa mensucikan hati dan mendekatkan kita kepada Allah. 

Kalau 'approach'nya sudah betul, saya haqqul yakin tidak akan ada
pemisahan yang namanya pengajian tafsir dan pengajian tasawuf.
Dianggap berbeda, bahkan seakan dipertentangkan karena
masing-masing menganggap lebih dari yang lain, dan merasa lebih
benar dari yang lain.

| >Sedekah juga bisa mensucikan hati. 
Mungkin bukan hanya mensucikan jiwa saja, melainkan lebih ke
*melunakkan/melembutkan hati* sehingga mau tunduk kepada perintah
Allah.

| >Masalahnya, definisi tasawuf sekarang ini nampak bercampur-baur, bukan
| >hanya sekadar ilmu untuk membersihkan jiwa.  kini banyak dikaitkan
| >dengan perkara-perkara yang kabur atau jelas bertentangan dengan
| >al-Quran dan as-Sunnah.
Kalau mau tasawwuf, aturan pertama mungkin, ***jangan kebanyakan
diskusi teori dulu, tapi coba langsung praktekkan***.  Biasanya
pertanyaan yang muncul sebelumnya, akan satu persatu terjawabkan
saat menjalani tugas-tugas tersebut. Kalau tidak begitu, *niscaya*
mudah terjebak pada pembahasan seputar *ilmu* tasawuf, bukan
bagaimana men-sufi-kan diri kita.

Wassalamu'alaikum, 

Istiqfar

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke