Assalaamu 'alaikum wr. wb.

> Kalau Bapak Mansur tidak keberadatan rasa diri atau rasadiri atau rasa-diri
> yang ditanyakan ini dalam konteks dan arah bagaimana? Mungkin bisa
> ditambahkan dengan sedikit deskripsi kalimat.

Kata rasa diri digunakan dalam kalangan Subud. "Rasa diri" itu termasuk 
salah satu unsur batin manusia, tetapi saya belum mempunyai gambaran 
yang cukup jelas untuk memungkinkan saya menterjemahkannya dengan tepat 
ke dalam bahasa Inggris.

Yang terang, "rasadiri" tidak identik dengan sukma, jiwa, nafsu, hati, 
akal-pikiran, kalbu, hawa, hati sanubari, otak, atau kehendak, karena 
istilah-istilah itu juga digunakan secara eksplisit.

Di bawah ini, saya kutip dua-tiga kalimat sebagai contoh:

----

[Itu] akan membahagiakan hidupmu, karena dilahirkan atau ditumbuhkan 
oleh jiwa manusiamu yang membawa hidupnya seluruh rasa-dirimu.

Itulah sesungguhnya yang disebut: kebudayaan, karena berasal dari jiwa 
manusia yang diterima oleh rasa-diri yang telah bangkit terhindar dari 
pengaruh daya-daya pesertanya.

Sebagai penutup tulisan ini, tiada lain yang diharap semoga para pelatih 
rajin menjalankan latihan rasa-diri.

---

Terima kasih atas perhatian Bapak.

Wassalam,

M.


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke