Assalamu'alaikum wr wb,
rasa diri timbul dalam pemikiran yg dalam, walaupun pada dasarnya setiap
manusia baik dia beragama dan tidak dalam hatinya akan selalu ada rasa diri
dalam melaksanakan kegiatan kehidupan sehari-harinya.
inilah kurnia allah yang maha besar, sehingga setiap makhluk akan diberikan
semua. hanya saja peningkatan rasa diri akan semakin tinggi sejalan dengan
bertambahnya umur, bertambahnya pengalaman hidup, bertambahnya wawasan akan
kehidupan itu sendiri.
memang kita kadang-kadang kecewa dan bersukur bila ada manusia karema
dilingkungan yg tidak beradab sulit bagi mereka untuk langsung berubah
menjadi manusia yg beradab. dan ini memerlukan rasa diri yg betul-betul
sangat tangguh untuk melawan ketidak perdaban manusia lingkungannya.
kita akan bersyukur bila lingkungan atau keluarga kita semua telah
menjalankan rasa diri sesui kehendak allah yaitu menjadi manusia penerang
dunia.
itu semua pendapat pribadi saya......................semoga ada koreksi.
wassalamu'alaikum wr wb
M. M. Medeiros wrote:
> Assalaamu 'alaikum wr. wb.
>
> Apakah ada teman yang bersedia mengulas buat saya istilah "rasa diri"
> atau "rasadiri," ataupun "rasa-diri"?
>
> Terima kasih sebelumnua,
>
> Mansur M.
>
> ---------------------------------------------------------------------
> Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
> Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
> Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)