[EMAIL PROTECTED] wrote:
> >Demikian rasanya kita mencari Allah.
>
> Kami yang baru belajar khok jadi tambah bingung, kalau sudah ada pointing
> finger to the moon, berarti moon-nya khan sudah ada tdk perlu dicari lagi,
> tinggal kita datangi, kalau sesuai Pak Wargino kemarin khan kita tinggal
> untuk mengetuk pintunya saja.
>
> Aduh Bagaimana ini ?
Tampaknya ada dua kubu yang berlainan dalam cara mencari Allah:
1. Kubu A terlebih dahulu mempelajari dengan saksama peta perjalanan
dan cara identifikasi Allah, baru kemudian bergerak menempuh
perjalanan. Kubu ini didominasi orang-orang yang cerdas dan mampu
menerjemahkan kata-kata menjadi bayangan realita.
Peranan pembimbing bersifat optional.
2. Kubu B mengandalkan pembimbing yang dapat mengantarkan perjalanan
menuju Allah dan menunjukkan mana yang disebut Allah. Peranan
pengetahuan nmengenai peta perjalanan dan identitas Allah bersifat
optional, hingga orang yang tidak cerdas [termasuk saya] dan
tidak dapat membaca pun dapat mengikuti.
Menurut logika saya, dua-duanya bisa saja sampai meskipun saya pribadi
termasuk di dalam kubu B. Karena itu, silakan pilih metode mana yang
lebih cocok dengan pribadi kita masing-masing. Bagi yang memilih A,
bila mengalami kesulitan dalam memahami peta, atau bila ternyata
ketika di jalan bingung karena melihat sesuatu yang berbeda dengan
pemahaman semula, atau kesulitan mengidentifikasi sesuatu berdasarkan
teori, jangan malu-malu minta bantuan seorang pembimbing, atau beralih
ke kubu B.
Wassalamu'alaikum
RS
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)