[Abah Hilmi wrote]:
--------------------- deleted-------------------
>Kalau yang 2, insya Allah tidak akan mengalami kebingungan-kebingungan
akibat definisi-definisi. Tetapi belum tentu tidak terkecoh.... Karena
kalau yang membuka pintu bukan orang yang dicari bagaimana? Apakah tanpa
pengetahuan kita dapat membedakannya? Kemudian kedua, apabila memang benar
yang membuka pintu adalah orang tsb, tetapi orang tersebut ingin menguji
keseriusan kita yang mengetuk dengan banyak fenomena... bagaimana kalau
kita tidak mempunyai pengetahuannya?
>Banyak orang yang mencoba dengan langkah ini...
Bagus kalau didampingi seorang pembimbing (mursyid) yang telah
berpengalaman dan diberi pengetahuan oleh Allah untuk menempuh jalan yang
ini...
>kalau tidak ada mursyid....
Tidak sedikit orang yang dianggap atau bahkan menjadi "gila" karena ia
tidak mempunyai sama sekali pengetahuan tentang itu.
>Sorry lho Mas Wargino...
Bukan mau mendebat, tetapi coba lihat dari sisi lain saja...
[Wargino wrote]:
Wa'alaikum salam Abah,
Anda benar idealnya ada pembimbing.
Kalau masalah orang yang keluar dari pintu itu kok sampai kita
tidak kenal la ya kebangeten to pak!
kok rasanya tidak mungkin Bah! (eh sory.. tidak mungkin Abah).
Wallahu a'lam bs.
Kurang lebih mohon maaf,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)