Assalamu'alaykum wr. wb.
Menurut saya, Kita memerlukan kedua pendekatan tsb Pak Wargino.
Karena sesungguhnya, yang berada dibalik pintu itu tidak hanya seseorang,
bisa puluhan bahkan ratusan orang. Dan repotnya, diantara mereka banyak yang
kembar dengan seseorang yang ingin kita ketahui dan temui itu.
Sehingga bila hanya mengandalkan pendekatan ke-2, maka ketika dari balik
pintu muncul orang lain, atau kembarannya, maka kita akan tertipu. Inilah
ghurur-nya kaum sufi.
Tapi bila kita pun hanya mengandalkan pendekatan ke-1, maka kesimpulan
teoritis kita bisa tidak akurat. Sehingga ketika orang yang ingin kita temui
benar-benar muncul dari balik pintu, tapi karena tidak sesuai dengan
data-data teoritis kita, maka kita pun mengingkarinya.
Atau bisa juga, pada akhirnya kita justru menyimpulkan bahwa dibalik pintu
itu tidak ada orang.
Jadi pengetahuan, baik di level teoritis maupun di level ma'rifat itu
diperlukan. :)
Itu menurut saya.
Wassalamu'alaykum wr. wb.
>
>Assalamu'alaikum wr wb,
>
>Pak Ali, Abah dan rekan-rekan milis rahimakumullah.
>
>Memang kalau bicara tentang terminology hati, nafs, qalbun, aqal
>jiwa, ruh, jiwa muthmainah, lubb, akal atas, akal bawah, amarah
>nafsu, kehendak.... dan macem-macam lagi terminology yang mirip-
>mirip sama itu bisa bikin bingung.
>
>Saya sendiri juga kurang memahami secara teoritis tentang terminology
>itu. Saya lebih tertarik kepada pengenalan obyek dari pada pendekatan
>teoritis. Mungkin anda akan bertanya: Bagaimana mungkin kita mengenal
>kalau definisi dari istilah-istilah di atas tidak tahu?
>
>Jawabannya: Insya Allah sangat mungkin.
>
>Dua cara pendekatan diatas (teoritis dan pengenalan) saya ilustrasikan
>seperti dua orang yang ingin mengetahui seseorang yang berada dibalik
>pintu yang terkunci rapat.
>
>[1] Orang yang satu berusaha mencari data-data sejarah, sifat-sifat,
>tanda-tanda dan berbagai informasi tentang orang yang berada dibalik
>pintu itu (pendekatan teoritis).
>
>[2] Sedang orang yang satu lagi duduk dengan ta'dzim dan bersabar di
>depan pintu sambil mengetuknya. Hingga pada saatnya pintu terbuka dan
>orang tersebut mengenal dengan sebenarnya 'orang' yang dicarinya itu.
>
>Terserah anda, apakah akan menjadi orang yang pertama atau menjadi
>orang yang kedua. Yang jelas kalau anda menjadi orang yang kedua,
>insya Allah anda tidak akan pernah terkecoh. Orang mau bilang apa
>tentang 'dia' karena kita sudah tahu betul yang dimaksud adalah
>'yang itu' terserah apa namanya pokoknya 'yang itu'.
>
>Sedangkan orang yang selalu mencari terminology dan definisi tanpa
>mengenal obyeknya, bisa jadi selalu dalam keraguan dengan adanya
>istilah-istilah baru yang berkenaan dengannya.
>
>Mungkin ini yang sering dinyatakan oleh sebagian anggota milis bahwa
>tasawuf itu bukan teori.
>
>KONSEP PENGENALAN
>-----------------
>Apa yang saya tulis disini bukan merupakan saran atau acuan, melainkan
>hanya sekedar pendapat yang sangat minim karena kedangkalan saya dalam
>samudra tasawuf.
>Cara mengenal hal-hal di atas nafsu, jiwa dsb... yang secara ringkas
>saya sebut saja sebagai 'diri', antara lain dengan mohon bimbingan
>seorang mursyid atau guru.
>Langkah selanjutnya adalah tetap memelihara kemauan / istiqamah untuk
>melaksanakan petunjuk-petunjuk mursyid.
>
>Bagi yang belum punya mursyid, saya tidak mempunyai pendapat secara
>khusus. Sekedar pendapat umum mungkin kita bisa meningkatkan atau
>meng-istiqomahkan amalan-amalan yang sudah biasa kita lakukan.
>Misalnya :
> - Membiasakan baca al-qur'an (minimal 1th 2X khatam)
> - Membiasakan ibadah sunah sesudah tertib ibadah wajib.
> misalnya: puasa sunah, sholat sunah, shodaqah,mencitai anak
> yatim dan orang-orang miskin... dsb.
> - Membiasakan/mengkontinyukan dzikrullah
> - Belajar memahami sifat Allah 20
> - Belajar memahami dengan penuh penghayatan 99 Asma Allah.
> - Mencintai Rasulullah SAW dan mencintai apa yang dicintai Beliau.
> - Memelihara diri dari sifat-sifat tercela.
> - dsb...
>Dengan mengharap ridlo Allah atas amalan-amalan itu semua, insya Allah
>lambat laun hati kita akan semakin bersih dan terang. Terang disini
>bisa bermakna 'tahu', termasuk tentang 'mengenal diri'
>
>
>NAFSU MUTHMAINAH
>----------------
>Saya sependapat dengan Abah bahwa ada sesuatu yang labil dalam hati
>kadang baik dan kadang buruk. Tapi saya kurang sependapat bahwa Nafsu
>Muthmainah itu berubah-ubah (kalau yang dimaksud nafsu muthmainah itu
>yang 'itu').
>
>Menurut pendapat saya di sana itu ada dua hal yang satu diam dan tenang.
>Di sanalah tempatnya keindahan, kedamaian, keihlasan, kejujuran, ketenangan
>dan samudra pengetahuan. (mungkin ini yang disebut nafsu muthmainah)
>
>Sedang yang satunya selalu berubah, bolak-balik, ragu, keinginan yang
>tak pernah puas, iri, benci, panas dan membakar.
>(mungkin ini yang diistilahkan hawa nafsu)
>
>Namun keduanya tidak pernah berbaur, dan tetap berada pada 'sifatnya'
>masing-masing.
>
>
>USAHA PENGENALAN
>----------------
>Menurut pendapat saya semua amal-ibadah yang kita lakukan itu bukan
>untuk Allah, bukan untuk mengagungkan Allah. Allah tidak butuh
>disembah, tidak butuh diagungkan. Demikian juga Allah tidak benci
>dengan orang yang tidak menyembahNya. Sifat 'butuh, senang dan benci'
>itu bukan sifat Allah melainkan sifat makluk.
>
>Segala tuntunan ibadah itu insya Allah karena sifat Rahman dan RahimNya
>sehingga melalui utusanNya, menuntun manusia membersihkan sifat-sifat
>buruknya sehingga bersih hatinya yang pada akhirnya manusia akan dapat
>mengenalNya dan menemukan kebahagiaan serta kedamaian abadi bersamaNya.
>
>Kalau sudah begitu adanya, ibadah bukan lagi karena perintah syariat,
>tapi akan disadari bahwa itu merupakan kewajiban seorang hamba kepada
>Tuhannya (bukan atas kewajiban syariat). Seorang hamba akan jatuh
>tersungkur pasrah dan benar-benar mengakui dan mengagungkan Dia karena
>memang tahu bahwa dia Yang Maha Agung.
>
>Kalau kita ingin dicintai marilah kita belajarlah mencintai.
>
>"Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya
>waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang.Dan Dia-lah yang
>Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui. (QS. 29:5)"
>
>
>Wallahua'lam bs,
>Kurang lebihnya mohon maaf dan mohon diluruskan seandainya pendapat
>saya itu salah.
>
>Wassalamu'alaikum wr wb,
>Wargino
>
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)