At 10:02 AM 5/31/99 +0700, you wrote:
>[EMAIL PROTECTED] wrote:
>> Bagaimana caranya menumbuhkan keiklasan dalam diri kita.
>> Hal - hal paling mendasar ( sikap, pemikiran ) apakah yang harus
>> dilakukan.
Seorang Abdi Dalem di keraton Yogya, dengan ikhlas menjadi Abdi Dalem,
walaupun sebulan ia digaji hanya Rp. 1000,- Bahkan yang timbul darinya
adalah kebanggaan menjadi seorang abdi dalem, karena tidak semua orang bisa
menjadi abdi dalem.
Demikian juga manusia di hadapan Allah. Tujuan diciptakan adalah untuk
"menjadi Abdi Allah".
Dan dalam banyak ayat dikatakan "Wa maa umiru illa liya'budullah ha
Mukhlisiinalahuddin" --- "dan tidaklah Aku perintahkan kecuali untuk Ikhlas
dalam Ber-diin (beragama)".
Keikhlasan dalam bergama adalah keikhlasan dalam menjadi abdi Allah. Ini
(salah satunya) dapat kita tumbuhkan dengan penyadaran cerita "Abdi Dalem
diatas".
+ Tidak semua orang dikaruniai Allah mau belajar Agama
+ Tidak semua orang dikaruniai Allah mau melakukan shalat dan ibadah lain.
+ Tidak semua orang dikaruniai Allah kerinduan untuk bertemu dengan-Nya.
+ Tidak semua orang dikaruniai Allah cahaya iman
+ dst...
Apapun yang Allah berikan kepada kita (analogi dengan cerita abdi dalem
diatas gaji Rp. 1000/bulan pun) tidak menjadi penting. Kehormatan dari-Nya
memilih kita menjadi salah seorang hamba yang "mau" menjadi Abdi-Nya yang
sangat perlu disyukuri kepada-Nya.
Padahal banyak ribuan orang tidak mendapatkannya.
-Wallahu'alam-
+++++++
Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau
ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana. (QS. 2:32)
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)