Sedikit tambahan..

Memang Abdi Dalem Kraton Yogyakarta gajinya per bulan sangatlah sedikit,
namun harap diketahui bahwa pada saat menjelang 'pensiun' mereka diberi
sebidang tanah oleh Sultan..setidaknya 200 m persegi .Biasanya di derah luar
kota seperti Bantul dan sekitarnya.....


Demikian sekilas info...:)
Wassalam wr wb


At 09:20 AM 6/2/99 +0700, you wrote:
>
>
>Abah Hilmy wrote:
>
>> At 03:43 PM 6/1/99 +0700, you wrote:
>>
>> >> Seorang Abdi Dalem di keraton Yogya, dengan ikhlas menjadi Abdi Dalem,
>> >> walaupun sebulan ia digaji hanya Rp. 1000,- Bahkan yang timbul darinya
>> >> adalah kebanggaan menjadi seorang abdi dalem, karena tidak semua orang
>> >> bisa
>> >> menjadi abdi dalem.
>>
>> Hendra Nur Arifin wrote:
>>
>> >Wah ini sih bukan masalah Ikhlas , tapi keterlaluan yg memberi gajinya.
>> >Memanfaatkan kebanggaan orang dengan upah dibawah umr banget.
>> >Tentunya karunia-Nya amat banyak bila disadari.
>>
>> Hehehe...
>> Memang begitulah Mas. Saya waktu lihat kisah tersebut juga sempat
>> geleng-geleng. Acara itu di tayangkan di TV ketika sedang dirayakan hari
>> Ultah Sri Sultan yang terakhir.
>>
>> Terlepas dari Rp. 1000,- nya...
>> Saya sangat bersyukur melihat acara tersebut, menambah wawasan saya tentang
>> "Ikhlas" atau "tulus" sebagai sebuah refleksi kesyukuran.
>>
>> +++++++
>> Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau
>> ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha
>> Bijaksana. (QS. 2:32)
>
>Assalamualaikum wr wb
>
>Nuwun sewu,  aku memberi tanggapan mengenai pengabdian Abdi dalem dan Tuannya.
>Kejadian itu perlu kita kaji oleh pikiran-pikiran kita, dan jelas kejadian itu
>sebuah contoh kehidupan kita dalam pengabdian kepada Allah SWT.
>Kita sebenarnya kalau hatinya mau ikhlas, ya kita harus berlaku seperti Abdi
>dan tuanya di keraton Yogya.
>Kita merasa bangga & syukur kepada Allah SWT. walaupun kita ini kehidupannya
>miskin bagi orang miskin dan serba kekurangan namun pengabdian diri kepada
>Allah SWT. tak pernah berhenti walaupun banyak rintangan dan godaan syaitan
>yang terkutuk.
>Kalau orang yang ikhlas dan ridho maka orang tersebut tidak mengaharapkan
>imbalan,  terserah apa akan diberikan oleh Tuhannya.
>Semoga Allah SWT. memberi pentunjuk kepada kita semua. amien........
>
>Wassalam
>
>
>
>
><!doctype html public "-//w3c//dtd html 4.0 transitional//en">
><html>
>&nbsp;
><p>Abah Hilmy wrote:
><blockquote TYPE=CITE>At 03:43 PM 6/1/99 +0700, you wrote:<i></i>
><p><i>>> Seorang Abdi Dalem di keraton Yogya, dengan ikhlas menjadi Abdi
>Dalem,</i>
><br><i>>> walaupun sebulan ia digaji hanya Rp. 1000,- Bahkan yang timbul
>darinya</i>
><br><i>>> adalah kebanggaan menjadi seorang abdi dalem, karena tidak semua
>orang</i>
><br><i>>> bisa</i>
><br><i>>> menjadi abdi dalem.</i>
><p>Hendra Nur Arifin wrote:
><p>><i>Wah ini sih bukan masalah Ikhlas , tapi keterlaluan yg memberi
gajinya.</i>
><br><i>>Memanfaatkan kebanggaan orang dengan upah dibawah umr banget.</i>
><br><i>>Tentunya karunia-Nya amat banyak bila disadari.</i><i></i>
><p><i>Hehehe...</i>
><br><i>Memang begitulah Mas. Saya waktu lihat kisah tersebut juga sempat</i>
><br><i>geleng-geleng. Acara itu di tayangkan di TV ketika sedang dirayakan
>hari</i>
><br><i>Ultah Sri Sultan yang terakhir.</i><i></i>
><p><i>Terlepas dari Rp. 1000,- nya...</i>
><br><i>Saya sangat bersyukur melihat acara tersebut, menambah wawasan saya
>tentang</i>
><br><i>"Ikhlas" atau "tulus" sebagai sebuah refleksi kesyukuran.</i><i></i>
><p><i>+++++++</i>
><br><i>Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah
>Engkau</i>
><br><i>ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui
>lagi Maha</i>
><br><i>Bijaksana. (QS. 2:32)</i></blockquote>
>
><p><br>Assalamualaikum wr wb
><p>Nuwun sewu,&nbsp; aku memberi tanggapan mengenai pengabdian Abdi dalem
>dan Tuannya.
><br>Kejadian itu perlu kita kaji oleh pikiran-pikiran kita, dan jelas kejadian
>itu sebuah contoh kehidupan kita dalam pengabdian kepada Allah SWT.
><br>Kita sebenarnya kalau hatinya mau ikhlas, ya kita harus berlaku seperti
>Abdi dan tuanya di keraton Yogya.
><br>Kita merasa bangga &amp; syukur kepada Allah SWT. walaupun kita ini
>kehidupannya miskin bagi orang miskin dan serba kekurangan namun pengabdian
>diri kepada Allah SWT. tak pernah berhenti walaupun banyak rintangan dan
>godaan syaitan yang terkutuk.
><br>Kalau orang yang ikhlas dan ridho maka orang tersebut tidak mengaharapkan
>imbalan,&nbsp; terserah apa akan diberikan oleh Tuhannya.
><br>Semoga Allah SWT. memberi pentunjuk kepada kita semua. amien........
><p>Wassalam
><br>&nbsp;
><br>&nbsp;
><br>&nbsp;
><br>&nbsp;</html>
>
>Content-Type: text/plain; charset=
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke