Assalaamu 'alaykum wR wB,

Dear rekan saliks rahimakumulullah,
Kisah-kisah yang disebutkan memang menarik dan nyata terjadi,

Teman saya (kristiani) pernah mengamalkan amalan-amalan tasawuf Islam, dan dia
sebelum mengeluarkan 'ilmu'nya bisa shalat, walaupun belum pernah diajarkan.
Adalagi yang bisa kesurupan menjadi "harimau" dlsb, dengan kesadaran yang hilang.
Dll keanehannya.

Sayapun dulu pernah mengamalkan sedikit amalan-2, kemudian karena keterbatasan,
saya jarang berjumpa pembimbing saya, tapi tetap saya amalkan amalan-2 tsb. Lama
kelamaan saya merasa emosi saya lebih cepat naik. Dan saya merasa aneh, rasanya
kok saya shalat ini hanya untuk mengamalkan hal-2 seperti itu, kemudian saya
berhenti mengamalkannya.

(Untuk itulah saya merasa memerlukan pembimbing lagi dalam menekuni dunia tasawuf
ini, dan untuk itu pula kemarin saya telah men-japri beberapa "pakar" Tasawuf
disini. Maaf kalau saya telah menganggu Rekan-rekan sekalian)

Nampaknya benar pendapat pak Sunarman, keselarasan yang tiga itu tidak bisa
ditinggalkan. Saya jadi ingin bertanya Pak, kalau tercapai ketidakselarasan dalam
salah satu point itu, sebabnya apa ? Dan bagaimana menjaga /mengetahui agar
amalan kita itu "stay in track" ?

Menurut pendapat pembimbing-2 saya itu (seperti juga pernah diungkapkan pak
Sunarman, please koreksi kalo salah), hal-hal keanehan dan keajaiban itu hanyalah
efek samping dari amalan-2 tsb. Jadi jangan terbawa olehnya, sehingga kita lupa
tujuan kita sesungguhnya. Apa kira-kira seperti itu ?

Jazakumullahu khairan,
Wassalaamu 'alaykum wR wB,

arief muLya
-------------
"There's always a light in the heart of ones who Love"


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke