Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Hihihi..... saya ketawa terus setiap kali baca posting pada thread ini
("Miring karena tasawuf").... Maaf, buat saya cerita-cerita ini bener-bener
lucu. Barangkali judul posting ini sebaiknya diganti menjadi 'Miring karena
tidak tahu tasawuf'...atau barangkali "Miring karena Amalan"....tapi yang
jelas sama sekali salah mengatakan "Miring karena Tasawuf".hehehe...

Saya setuju sama postingnya pak Wargino, bahwa seseorang itu menjadi
'miring' karena kenyataan berbeda dengan keinginannya... jadi barangkali
keinginannya (hawa nafsu) yang salah. Tetapi saya juga tidak sependapat
dengan pak Wargino ketika seakan mengatakan tidak perlu mempelajari
teori.... hihihi...saya kira justru orang miring tersebut karena tidak tahu
teori sama sekali atau mempelajari teori yang salah total. Meski saya juga
menyadari apa yang dimaksud pak Wargino bahwa akhirnya teori yang
rumit-rumit tersebut seakan tidak lagi ada gunanya, tapi butuh proses
panjang untuk mampu memahami suatu ilmu menjadi tampak sederhana. Jadi ya
idealnya pelajari yang tampak rumit-rumit tsb, nanti akhirnya semua akan
menjadi sederhana dengan sendirinya :-)...bener nggak pak?.

Saat ini, saya memandang tasawuf/irfan itu bener-bener sebuah ilmu untuk
mencapai Shirath AlMustaqim dengan cara menaklukkan Hawa Nafsu. Saya
bener-bener tidak memandangnya sebagai semacam ilmu untuk memperoleh
kesaktian, kemampuan pengobatan gaib dll. Bahkan semua itu adalah godaan
yang paling mengerikan, sama beratnya dengan godaan untuk mengagungkan
materi, sama beratnya dengan godaan untuk menahan kantuk, sama beratnya
dengan godaan untuk menahan berkelana ke alam lain, sama beratnya dengan
godaan untuk mereguk ilmu yang tak terhingga dst.

Saya teringat keluhan Abu Yazid Al-Bustami yang dikutip oleh Quraish Shahab
ketika menerangkan QS 5:16 dan QS 1:6 ketika mengeluh lirih kepada Allah SWT
mengapa belum juga menemukan Shirath AlMustaqiim. Menurut teori ini
(lagi-lagi teori :-), Shirath Almustaqim memang cuman satu, tetapi Sabil
mencapai kesana memang banyak dan setiap jalan tersebut memiliki hambatan
yang berbeda. Seluruh Sabil itu esensinya adalah menaklukkan Hawa Nafsu. Ada
jalan yang singkat, ada jalan yang panjang. Ada jalan yang penuh hambatan,
ada jalan yang relatif mulus. Beberapa orang jalannya dengan
dzikir+pernapasan atau dengan cara lainnya itu sah-sah saja tetapi menurut
saya hingga saat ini malah jalan itu terlalu banyak godaannya. Saya
bener-bener takut berada pada jalan itu :-). 

Dari dulu saya merasa sangat aneh jika Rasulullah SAAW memerintahkan umatnya
untuk mencapai Shirath AlMustaqim tetapi tidak menunjukkan cara mencapainya
(Sabil-nya)... Bener-bener aneh bin ajaib misi kerasulan seperti itu.
Untungnya saat ini saya yakin bahwa Rasulullah SAAW memang menunjukkan cara
mencapai Shirath Almustaqim tersebut lewat jalan yang paling aman dan tidak
terlalu penuh godaan :-). Insyaallah saya yakin suatu saat berhasil
menjalaninya meski saat ini gagal terus :-(. Beliau benar-benar menunjukkan
jalan menaklukkan gunung Hawa Nafsu agar kita mencapai Shirath Almustaqim
tersebut. Dan benar-benar jalan ini adalah jalan paling optimal menurut saya
dan ditanggung insyaallah tidak akan beresiko 'miring' :-).

Tasawuf/Irfan akhirnya menurut saya bener-bener sesederhana ini, yaitu
cara-cara menaklukkan hawa nafsu. Kalau berhasil menaklukkannya maka
insyaallah masuk ke Shirath AlMustaqiim dan setelah itu urusan mestinya
menjadi lebih mudah. Apakah untuk menaklukkan hawa nafsu perlu seorang
mursyid? Entahlah, tapi memang sangat perlu untuk berpegang pada seseorang
yang kita yakini 'maksum'.... minimal dalam arti bahwa orang tersebut tidak
akan salah dalam menunjuki kita. Dan seperti juga pak Sunarman pernah
mengatakan bahwa mursyid itu belum tentu hidup sezaman. Serta juga Abah
Hilmy katakan bahwa sesungguhnya jiwa-jiwa mulia tersebut hidup dan diberi
rizki di sisi Allah SWT QS 3:169.

Maaf kalau semua ini malah berkesan sok tahu. Tapi saya bener-bener nggak
tahan untuk tidak berkomentar membaca thread ini ...hihihi....
Wassalaamu 'alaikum wr.wb.




---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke