Assalamualaikum, Ada sebuah pertanyaan yang selama ini selalu bergaung dalam pikiran saya. Hampir disemua buku bacaan ataupun dari nasehat-nasehat seperti dibawah ini yang menekankan pentingnya guru dalam membersihkan hati (Imam Gazali dalam buku Keajaiban Hati, mengharuskan adanya guru). Apakah dalam hal ini buku-buku, atau bahan bacaan lain bisa dianggap guru, ataukah harus guru seorang manusia yang membimbing langsung? Atas tanggapannya saya ucapkan terimakasih. Wassalamualaikum Pungkas B. Ali Martono wrote: > Assalamu'alaikum > terlebih dahulu perlu kita ketahui bahwa terdapat alam yang lebih tinggi > dari alam fisik, yaitu yang kita kenal sebagai alam metafisik. Alam fisik > tentu kita dapat mengetahuinya sedangkan alam metafisik suatu alam yang > sangat tak terhingga sehingga tidak semua orang dapat melaluinya. Banyak > bahaya dan rintangan yang harus dilalui, karena setan tidak ingin manusia > dekat dengan penciptaNya (Allah SWT). Setan memiliki ilmu yang sangat > tinggi dan umurnya sudah jutaan tahun yang tentunya lebih berpengalaman > dalam bidang tipu daya dan muslihat sehingga banyak diantara mereka yang > melakukan/mendekatkan diri kepada Allah banyak yang gagal. Kegagalan > tersebut dikarenakan pada diri manusia tsb terdapat suatu keinginan yang > lain selain dari mendekatkan diri, yang tahu hanya dirinya sendiri dan > juga tampa adanya pembimbing yang hak, Nabi sendiri perlu pembimbing yakni > malaikat jibril. > Kitapun dalam menuntut pendidikan di sekolah perlu pembimbing agar kita > mudah menerima dan melaksanakannya, sehingga terjadi transfer teknologi > dari sang guru ke muridnya namun kemampuan rohani dari guru belum tentu > pindah/transfer ke simurid. Jasmani dengan jasmani dan rohani dengan > rohani, dalam memasuki alam metafisik (alam ruh)rohani gurulah yang > membimbing rohani kita untuk bermunajat ke Allah, jadi guru disini > bukanlah sembarangan namun seorang guru yang memiliki silsilah keguruan > yang mampu memberikan safaat kepada kita, yang suci dan mensucikan. > Tanpa seorang guru dalam kita belajar, setanlah yang menjadi gurunya > tanpa kita sadari sehingga kita tidak dapat menentukan mana yang hak dan > mana yang bahtil. > cukup sekian dulu, mohom maaf bila ada kata yang kurang berkenan. wassalam > --------------------------------------------------------------------- Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED] Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected] Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
