Assalamu'alaykum wr. wb.

Mas Ali... saya coba sumbang kacamata ya...

Dalam pemahaman saya yang sempit, seorang guru (mursyid) itu setidaknya
harus memiliki kemampuan menilai iman kita.
Dia bisa mengatakan bahwa iman kita sedang yazid atau yankus.
Dia bisa membenarkan atau menyalahkan iman kita.

Dalam sebuah hadits, pernah diriwayatkan ttg seorang sahabat yang datang
menemui Rasulullah saw dan berkata, "Ya Rasulullah, saya kini telah
beriman". Rasulullah kemudian berkata, "Apa buktinya". Sahabat menjawab,
"Aku melihat penghuni surga sedang saling kunjung mengunjungi dan penghuni
neraka sedang di azab". Rasul pun berkata, "Sodaqta, benar Imanmu itu".

Rasul pada saat itu tidak hanya asal membenarkan, tapi juga memverifikasi
bahwa penglihatan itu (sebagai buah iman) adalah benar adanya dan valid.
Karena kita bisa saja merasa melihat, atau disajikan gambar surga tipuan
oleh iblis. Seperti seorang murid SD yang menyodorkan PR-nya kepada guru.
Tentu sang guru bisa melihat hasil kerja si murid dan menilainya.

Begitulah selayaknya seorang guru (mursyid). Tanpa itu semua, bagaimana
mungkin seseorang bisa membimbing orang lainnya di jalan tasawuf.

Sedangkan buku dsb itu menurut saya kita butuhkan untuk menemukan guru yang
seperti itu.

Mungkin begitu Mas Ali.....

Wassalamu'alaykum wr. wb.


-----Original Message-----
From: Pungkas Ali <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, June 22, 1999 9:55 AM
Subject: Re: [Tasawuf] [tasawuf]miring karena tasawuf?


>Assalamualaikum,
>
>Ada sebuah pertanyaan yang selama ini selalu bergaung dalam pikiran saya.
>Hampir disemua buku bacaan ataupun dari nasehat-nasehat seperti dibawah ini
>yang menekankan pentingnya  guru dalam membersihkan hati (Imam Gazali dalam
>buku Keajaiban Hati, mengharuskan adanya guru). Apakah dalam hal ini
>buku-buku, atau bahan bacaan lain bisa dianggap guru, ataukah harus guru
>seorang manusia yang membimbing langsung?  Atas tanggapannya saya ucapkan
>terimakasih.
>
>Wassalamualaikum
>Pungkas B. Ali
>
>Martono wrote:
>
>> Assalamu'alaikum
>> terlebih dahulu perlu kita ketahui bahwa terdapat alam yang lebih tinggi
>> dari alam fisik, yaitu yang kita kenal sebagai alam metafisik. Alam fisik
>> tentu kita dapat mengetahuinya sedangkan alam metafisik suatu alam yang
>> sangat tak terhingga sehingga tidak semua orang dapat melaluinya. Banyak
>> bahaya dan rintangan yang harus dilalui, karena setan tidak ingin manusia
>> dekat dengan penciptaNya (Allah SWT). Setan memiliki ilmu yang sangat
>> tinggi dan umurnya sudah jutaan tahun yang tentunya lebih berpengalaman
>> dalam bidang tipu daya dan muslihat sehingga banyak diantara mereka yang
>> melakukan/mendekatkan diri kepada Allah banyak yang gagal. Kegagalan
>> tersebut dikarenakan pada diri manusia tsb terdapat suatu keinginan yang
>> lain selain dari mendekatkan diri, yang tahu hanya dirinya sendiri dan
>> juga tampa adanya pembimbing yang hak, Nabi sendiri perlu pembimbing
yakni
>> malaikat jibril.
>> Kitapun dalam menuntut pendidikan di sekolah perlu pembimbing agar kita
>> mudah menerima dan melaksanakannya, sehingga terjadi transfer teknologi
>> dari sang guru ke muridnya namun kemampuan rohani dari guru belum tentu
>> pindah/transfer ke simurid. Jasmani dengan jasmani dan rohani dengan
>> rohani, dalam memasuki alam metafisik (alam ruh)rohani gurulah yang
>> membimbing rohani kita untuk bermunajat ke Allah, jadi guru disini
>> bukanlah sembarangan namun seorang guru yang memiliki silsilah keguruan
>> yang mampu memberikan safaat kepada kita, yang suci dan mensucikan.
>> Tanpa seorang guru dalam kita belajar, setanlah yang menjadi gurunya
>> tanpa kita sadari sehingga kita tidak dapat menentukan mana yang hak dan
>> mana yang bahtil.
>> cukup sekian dulu, mohom maaf bila ada kata yang kurang berkenan.
wassalam
>>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke