Assalamu'alaikum

Mas Wargino, rupanya banyak yang bingung tentang perlunya guru atau
tidak. Padahal menurut saya sih, masalahnya sederhana saja. Seperti bang
Ali Abidin yang tertawa-tawa geli ketika membaca "Miring karena tasawuf
?"..., saya sebenarnya juga rada sedikit tertawa, sedikit saja
tertawanya hi hi :-).

Kalau belajar sesuatu kan cuma ada dua pilihannya: 1) berhasil atau 2 )
gagal.

Nah... kalau belajar sendiri, taruhlah berhasil. Ukurannya apa, siapa
yang menjamin keberhasilan ? Apakah ada jaminan bahwa kalau belajar
sendiri terus lantas berhasil ? Bagaimana kalau gagal ? Masih untung
kalau tidak menjadi "miring". Bagaimana kalau menjadi "miring" ? Siapa
yang bertanggung jawab ? Ya... tentu saja diri sendiri. Dengan kata
lain, risikonya terima sendiri. Kalau kata orang sono, "miring-miring
karepmu dhewe...".

Bagaimana alternatif kedua kalau punya guru ? Pertama, ada ukurannya
kalau kita berhasil atau gagal, paling tidak di mata guru. Layaknya kita
bersekolah, ada guru, ada pelajaran, kita rajin sekolah, tidak mbolosan,
rasa-rasanya kalau tidak amat sangat bodo... ya tentu lulus. Kedua,
tentu guru bertanggung jawab kalau ada "apa-apa", dan tanggung jawab ini
tidak main-main. Tanggung jawabnya sampai dunia-akhirat, karena bukankah
tasawuf ilmunya tentang dunia-akhirat ? Istilah mas Wargino, 'ada yang
tiup peluit', begitu murid mulai melenceng. Jadi kalau gagal belajarnya,
ya paling-paling "tidak naik kelas" dan bukan menjadi "miring". Kalau
"tidak naik kelas" kan gampang, tinggal mengulang lagi (tahun
depan...daripada "miring" hi hi hi :-) ).

Tinggal pilih, mau alternatif yang mana ?

Wassalamu'alaikum wr wb
adhiw


> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, June 24, 1999 10:20 AM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      [Tasawuf] Perlukah pembimbing - [miring karena tasawuf?]
> 
> 
> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
> Pak Pungkas, kalau kita bicara teori, logikanya bisa-bisa saja. Dan
> memang
> mungkin juga bisa. Masalah ini memang sering menjadi pertanyaan
> kebanyakan
> 'calon' salik. Secara faktual mungkin sedikit berbeda dari teori.
> Tanpa
> guru
> biasanya agak sulit untuk menyelesaikan masalah. Misalnya tidak ada
> tempat
> untuk bertanya secara langsung, atau tidak ada yang membunyikan
> 'peluit'
> di saat kita akan tersesat jalan.
> 
> 
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke