Assalamu'alaikum wr wb,
Pak Wargino, apakah anda mempersonifikasikan Allah dengan
matahari dan manusia dengan bulan?
Mohon penjelasan, tentunya juga penjelasan dari rekan yang lain.
Terimakasih,
Wassalamu'alaikum wr wb,
BU
>From: [EMAIL PROTECTED]
>
>Assalamu'alaikum wr wrb,
>
>Bagus sekali hikayat bulan ini, paling tidak lebih membuka mata kita
>yang selama ini sering bercermin di depan kaca namun tidak pernah berfikir
>tentang makna cermin. Apalagi bercermin dari cermin kehidupan.
>
>Suhrawardi membangunkan kita bahwa ada cermin yang lebih besar yaitu
>bulan dan matahari. Walaupun bulan akan selamanya menjadi bulan
>tapi ia sadar bahwa dirinya bercahaya karena matahari. Yang lebih menarik
>adalah di saat bulan sepenuhnya menyerahkan wajahnya bulat-bulat
>ke matahari maka bulanpun mulai berbisik lirih,... wahai matahariku
>engkaulah aku... dan akulah engaku.
>
>Bulanpun menangis tatkala dia tersilap berbuat kesalahan, sehingga
>membawa derajat kelangitannya turun menjadi derajat kebumian...
>ia dirundung kegelapan. Dia hanya melihat kegelapan (bumi) yang
>menghalangi datangnya sinar sang matahari yang dirindukannya....
>itulah gerhana..... gerhana.... di saat bumi menutupi sang bulan dari
>cahaya kekasihnya...
>
>Kasihan si bulan...... adakah kita juga bernasib seperti gerhan abulan?
>Yaa Allah..... Yaa Nuur........................!!!
>
>Wassalamu'alaikum wr wb,
>Wargino
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)