Radityo wrote:
>> "Begitu dekatnya aku padamu,
>> sehingga aku membayangkan dirimu itu aku."
Bambang Edy <[EMAIL PROTECTED]> on 07/11/99 11:36:06 AM
> Bagaimana dengan Syeih Siti Jenar yang pernah mengeluarkan pernyataan
(persisnya lupa) kalau tidak salah intinya "aku adalah Allah, Allah
adalah aku" ?? Kelihatannya ada makna yang dalam dalam pernyataan itu,
nemun dinyatakan sesat ?? Mohon bantuannya untuk dapat membuat analisa
yang sederhana, hingga kami yang awam dapat memahaminya, trims
Assalamu'alaikum wr wb,
Sayangnya Syeih Siti Jenar sudah wafat jadi kita nggak bisa tanya pada
beliau. Lapi pula langit dia tinggi sekali jadi kalau hanya bermodal
pesawat 'propeler' tidak bisa terbang setinggi dia. Susah untuk ketemu!
Saya juga tidak tahu mengapa beliau membuat statement semacam itu.
Sebagaimana gambaran Suhrawardi tentang matahari dan bulan, Al-Ghozali
dengan 'teori cermin'nya, saya berpendapat bahwa pernyataan seperti
itu (aku=engkau) bisa benar dan bisa tidak.
Benar, karena hampir tidak ada bedanya.
Salah, karena memang keduanya berbeda.
Sebagai ilustrasi:
Bagaimana pendapat anda bila anda di depan cermin, dan kedua-duanya
(anda dan yang dicermin) itu sama-sama dapat bicara.
Anda banyangkan, seolah-olah anda sedang berdialog dengan dia.
Siapa anda dan siapa dia?
Wallahua'lam bishowab,
Wassalamu'alaikum wr wb,
Wargino
---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)