Assalamu'alaykum wr. wb.

Saya aja koq ditungu-tunggu...  :)
Wong saya sedang kebingungan dengan pertanyaannya Pak Wargino itu. Makanya
jawabnya tidak spontan.

Bingung saya itu gini. Masalah nikmat ini memang seolah sudah demikian
populer. Kita mungkin malah heran, koq kayak gini pake ditanyain. Mana yang
bertanya itu Pak Wargino lagi...

Jadilah saya membuka-buka Al-Qur'an, dan ternyata kata-kata ni'mat
(nun-ain-mim) nggak muncul sembarangan. Ni'mat yang Allah maksud di
Al-Qur'an ternyata hanya diberikan kepada para penempuh shirath al-mustaqiim
(QS. 1:6-7). Yaitu An-Nabiyyiin, Ash-Shiddiqiin, Ay-Syuhadaa dan
Ash-Sholihiin (QS. 4:69).

Kemudian di QS. 3:103, Allah berfirman, "...lalu menjadilah kamu karena
nikmat Allah orang yang bersaudara..." Sementara di QS. 49:10 ditegaskan
hanya Al-Mu'minuun-lah yang bisa bersaudara (ikhwah). Padahal bila Al-Qur'an
menyebut kata Al-Mu'minuun (dengan lam ta'rif), itu merujuk kepada kelompok
manusia dengan derajat keimanan tertinggi.
Apakah ada relasi antara Al-Mu'minuun dengan 4 gol. di QS 4:69 itu? Saya
lihat iya. Ini terbukti dari do'a Nabi Sulaiman a.s. di QS.27:19, "maka dia
tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.Dan dia
berdo'a:"Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri NIKMAT-MU yang
telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku (Daud as
dan istrinya) dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan
masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan ASH-SHOOLIHIIN". (QS.
27:19)

Jadi ni'mat itu adalah bagi penempuh shirath al-mustaqiim. Yaitu para Nabi,
para Ash-Shiddiqiin, para Asy-Syuhadaa dan para Ash-Shoolihiin. Dengan
ni'mat, Allah jadikan mereka bersaudara (ikhwah), dimana hanyalah
Al-Mu'minuun yang bisa bersaudara. Sehingga kesimpulan (sementara), mereka
itulah Al-Mu'minuun, dan mereka itulah yang diberi ni'mat oleh Allah ta'ala.
Hal ini sejalan dengan QS. 3:171, "Mereka bergirang hati dengan nikmat dan
karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala
Al-Mu'miniin."

Tinggal kembali ke pertanyaan Pak Wargino, jadi apakah sebenarnya ni'mat
itu?
Pemahaman saya ttg ini belum terstruktur dengan baik. Saya butuh waktu untuk
bisa menjawab dengan lebih sistematis. Tentu sebatas kemampuan saya yang
dhoif ini.

Jadi diskusi ini saya lempar kembali ke forum. Saya yakin ada yang lebih
bisa menerangkan.
Sementara itu, puzzle-puzzle ttg ni'mat itu, mungkin terlihat di ayat-ayat
berikut:

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya:"Hai kaumku, ingatlah
NI"MAT Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi diantaramu, dan
jadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang
belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain".
(QS. 5:20)---> cat: pemberian eksklusif Allah itu adalah manna dan salwa.
Apakah itu manna & salwa? Jadi topik tersendiri lagi.  :)

"Berkatalah dua orang di antara orang-oang yang takut (kepada Allah) yang
Allah telah memberi NI'MAT atas keduanya :"Serbulah mereka dengan melalui
pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan
menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu
benar-benar orang yang beriman". (QS. 5:23) ---> cat: Siapakah kedua orang
itu? Penjelasannya ada di Bibel.

"(Ingatlah), ketika Allah mengatakan:"Hai 'Isa putera Maryam, ingatlah
nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul
qudus."  (QS. 5:110) ---> cat: Apakah ni'mat  = ruhul qudus?

"..Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu
dan menyempurnakan NI'MAT-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." (QS. 5:6) --->
cat: Perhatikan urutannya, Thohur - Ni'mat - Syukur.

"supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan
yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu
kepada shirath al-mustaqiim, (QS. 48:2) ---> cat: Perhatikan keterkaitan
antara ni'mat dengan shirath al-mustaqiim.

"..Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah
Engkau berikan kepadaku da kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat
amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan
(memberi kebaikan) kepada anak cucuku.Sesungguhnya aku bertaubat kepada
Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (QS.
46:15) ---> cat: Perhatikan relasi antara ni'mat, syukur, taubat dan
berserah diri.

"...Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat
petunjuk." (QS. 2:150) ---> cat: Perhatikan relasi antara ni'mat dan
petunjuk serta kata-kata "ihdina" di QS. 1:6.

"..dan ingatlah nikmat Allah kepadamu yaitu Al-Kitab dan Al-Hikmah." (QS.
2:231) ---> cat: lihat juga bagaimana posisi Al-Kitab dan Al-Hikmah di QS.
3:164. Lihat juga bahwa di sana juga muncul kata-kata Al-mu'miniin dan
rasulan min anfusihim.

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan
kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu."  (QS.
5:3) ---> cat: lihat bahwa pencukupan nikmat adalah setelah sempurnanya
ad-diin. Lihat juga relasi ad-diin dengan yang di hadits Jibril, bahwa
ad-diin = al-islam+al-imaan+al-ihsan.

Mudah-mudahan puzzle-puzzle ini bisa disusun membentuk gambar yang utuh.

Wassalamu'alaykum wr. wb.


-----Original Message-----
From: Budi Utomo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, August 05, 1999 9:59 PM
Subject: [Tasawuf] Apakah Nikmat itu?


>>From: [EMAIL PROTECTED]
>>Date: Wed, 4 Aug 1999 13:39:55 +0800
>>
>>[Muhammad Sigit wrote:]
>>
>> >Padahal kalau kita menghargai proses dan mensyukurinya, maka seperti
kata
>>Allah, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(nikmat)
>>kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku
>>sangat pedih". (QS. 14:7)
>>
>>Assalamu'alaikum wr wb,
>>Saya mohon penjelasan kepada pak Sigit atau siapa saja tentang nikmat.
>>
>>Nikmat itu apa?
>>Bagaimana cara bersyukur agar nikmat itu ditambah?
>>Dimana kita bisa mendapatkan nikmat itu?
>>
>>Terimakasih,
>>Wassalamu'alaikum wr wb,
>>Wargino
>>
>
>Sambil menunggu jawaban pak Sigit, saya kok malah bingung dari
>pertanyaan pak Wargino ini (Apakah nikmat itu?)
>Topik tentang nikmat ini memang sangat populer baik di milis
>maupun di pengajian-pengajian, khutbah Ju'at dsb. Bahkan sudah
>menjadi kebiasaan di awal ceramah biasanya selalu ada ajakan
>untuk senantiasa mensyukuri nikmat.
>
>Mungkin akan menarik sekali kalau kali ini ditinjau dari versi
>tasawuf.
>
>Terimakasih,
>Wassalamu'alaikum wr wb,
>BU
>
>
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>---------------------------------------------------------------------
>Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
>Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
>Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)
>
>
>
>
>
>


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke