>Assalamu'alaikum wr wb,

Wa'alaykumussalam wr. wb.

>
>Pak Sigit saya tidak menyangka kalau anda sejauh itu melihatnya.
>Saya melontarkan pertanyaan itu hanya karena saya banyak melihat atau
>mendengar ajakan untuk mensyukuri nikmat.

Iya nih... mungkin sayanya aja yang suka memperumit masalah. Ini terkait
dengan keyakinan saya, bahwa satu titik saja yang muncul di Al-Qur'an itu
benar-benar berbicara.

>---deleted-------
>
>Dari dua versi manusia di atas, jelas versi pertama adalah orang yang
>DIBERI nikmat, MENERIMA nikmat dan MERASAKAN nikmat.
>
>Sedang versi yang kedua, mereka DIBERI nikmat, tapi TIDAK MERASA MENERIMA
>NIKMAT dan mereka tidak MERASAKAN NIKMAT itu.

Setuju Pak....

Nah.. ini tolong dikritisi ya.
Dalam pandangan saya, kemampuan untuk MENERIMA nikmat dan MERASAKAN nikmat
itu, adalah PEMBERIAN ALLAH juga. Atau kalau kita sepakati bahwa segala yang
datang dari Allah adalah nikmat, maka kemampuan itu adalah nikmat Allah
juga.

Saya lihat, nikmat model inilah yang Allah batasi hanya ada di 4 golongan
itu. Atau kalau bicara dalam perspektif Asma Al-Husna, nikmat model inilah
yang merupakan perwujudan dari sifat Ar-Rahman. Sedang kan segala pemberian
Allah yang datang kepada seluruh makhlukNya, itu adalah wujud Ar-Rahiim.

Imam Al Ghazali bilang, Ar-Rahman termasuk asma Allah yang tidak bisa
dilekatkan dalam diri seorag manusia, sedang Ar-Rahiim itu bisa. Kenapa?
Karena nuansa makna Ar-Rahman itu sangat terkait dengan taufik dan hidayah.

Karena itu, kata-kata rahmat (output dari Ar-Rahman) dalam Al-Qur'an itu,
amat spesifik dan berat maknanya. Biasanya disebutkan setelah kata-kata huda
seperti pada QS. 6:154. Artinya, rahmat itu didapat setelah kita mendapatkan
huda. Dan bila kita mengacu pada QS. 1:7, maka ada relasi yang kuat
(satu-ke-satu?) antara nikmat dengan rahmat.

Maka dalam konteks seperti ini, sehat maupun sakit adalah kebaikan (nikmat?)
bagi Al-Mu'minuun (yaitu orang-orang yang telah menerima rahmat Allah).
Sebagaimana Rasulullah saw pernah bersabda: "Sungguh ajaib Al-Mu'min itu.
Segalanya baik bagi mereka. Apabila mereka ditimpa musibah, mereka bersabar.
Apabila mereka menerima nikmat, mereka bersyukur."


>
>Versi kelompok orang yang kedua itu mungkin porsinya lebih banyak dan
>kondisi mereka mungkin seperti orang yang 'melamun' seumur hidup.
>Artinya hidup tidak dengan kesadaran penuh. (Dalam versi The Matrix,
>mungkin mereka ini orang-orang yang belum menelan pil merah?).
>
>Kalau versinya Abu Bakar RA mereka itu adalah orang-orang mati.
>Menurutnya berdasarkan sabda Nabi SAW orang yang hidup itu hanya
>orang-orang yang senantiasa mengingat Allah (berdzikir).
>
>Hal inilah yang mendorong saya untuk melontarkan pertanyaan:
>Apakah wujud dari nikmat itu?
>Apakah sehat itu nikmat?
>Apakah sakit itu nikmat?
>Dimana nikmat itu?
>Bagaimana cara memperoleh nikmat?
>Orang bilang katanya nikmat bisa berubah jadi laknat.
>
>Alquran malah memberikan batasan (sebagaimana yang dikutip pak Sigit)
>Q.S 4:69, bahwa para penerima nikmat itu adalah (1)An-Nabiyyiin,
>(2)Ash-Shiddiqiin, (3)Ay-Syuhadaa dan (4) Ash-Sholihiin.
>Padahal secara lahiriah udara, air dan makanan yang mereka makan sama
>dengan apa yang kebanyakan orang-orang biasa makan. Tapi mengapa
>mereka(empat golongan itu) disebut-sebut sebagai golongan/orang-orang
>yang menerima nikmat?
>
>Jadi bagaimana kesimpulannya saya mohon saran dari rekan-rekan.

Bagaimana kalau tidak usah kita simpulkan dulu? Kita sentuh dan rasakan saja
secara umum. Kemudian kita serap sesuai dengan kebutuhan kita saat ini. Yang
penting, dengan diskusi ini, kita semakin ingat dan butuh kepada Allah. Dan
semakin penasaran untuk mengenalNya.

>
>Kurang lebihnya mohon maaf,

Sama Pak ... saya juga mohon maaf.

>Wassalamu'alaikum wr wb,

wa'alaykumussalam wr. wb.

>Wargino
>

See Guide (Baca: Sigit)   :)


---------------------------------------------------------------------
Daftar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Keluar Keanggotaan, e-mail (kosong): [EMAIL PROTECTED]
Dokumentasi Milis : http://www.mail-archive.com/[email protected]
Sumbangan Milis : BCA No. Rek 2311222751 (a.n Muhammad Sigit P)




Kirim email ke