baskara writes:
Kalau ingin membuat sistem EWS yang bisa kita atur sendiri, kita harus membuat sendiri sensor dan sistem komunikasinya (codec, satellite link bandwidth, stasiun bumi). Mahal? OK. Kita pakai saja data2 dari stasiun pengamatan cuaca/laut negara2 lain. Apakah mereka mau memberi cuma2? OK. Anggap saja mereka baik hati dan suka menolong sehingga data2 (bahkan sudah matang) diberikan kepada kita sehingga kita bisa membuat sistem pengolahan dan pengambilan keputusan. Akan tetapi, data2 yang dikirimkan oleh mereka mencakup sensor2 yang dipasang di samudra Pasifik (dekat Jepang, California, Hawaii) dan Atlantik. Data dari samudra Hindia, Laut Cina Selatan, perairan Australia tidak ada Om, karena di sana memang tidak dipasang sensor.Data2 itu menjadi tidak berguna di Indonesia (kecuali untuk meramal cuaca). Akhirnya, balik lagi ke awal: yuk, buat sensor dulu. :-)
Er... NOAA sudah memperingatkan negara2 yang terkait dalam selang waktu beberapa menit saja setelah gempa terdeteksi - tapi entah kenapa, mereka cuek :
http://www.noaanews.noaa.gov/stories2004/s2357.htm
Jadi, instrumen2 yang ada kelihatannya sudah cukup. Masalah utamanya adalah peringatan tsb cuma sampai kepada para birokrat, yang tangannya terikat birokrasi, sehingga geraknya lamban.
Jadi inti ide OpenEWS ini maksudnya adalah memanfaatkan fasilitas yang sudah ada untuk bisa dibuat accessible ke khalayak yang lebih luas.
regards,
-HS
