Budi Rahardjo wrote:

Nah, ini yang  tadinya membuat saya tetap di MS Windows.
Saya ini fonts maniac. Jadi gonta-ganti fonts terus.

Tadinya memang di Linux tidak bisa truetype. Tapi berkat
milis ini saya sudah mulai pasang fonts macam-macam di Linux
dan sudah mulai agak sering pakai Linux desktopnya.
Meskipun ... masih "gimana" gitu. Saya masih belum sreg bener
dengan desktop Linux.


Ada satu hal lagi yang menurut saya penting dalam dunia per-fonts-an Linux. Dikarenakan paten yang melekat pada TTF, satu algoritma terpaksa tidak digunakan oleh distribusi-distribusi linux yang umum. Walaupun ini subyektif, tetapi setelah algoritma tsb. diset-on, TTF di Linux tampil 'like charming' dan membuat saya betah di Linux.

Penjelasan tentang patent TTF tsb. ada di http://www.freetype.org/patents.html

Kebetulan saya pakai Fedora Core 3, saya download freetype-2.1.9-1.src.rpm dan saya "build" ulang dengan menset-on algoritma tsb. Hasilnya, .. tadaa.. silakan buktikan sendiri.


KDE terlalu berat (lambat banget startupnya).
GNOME kadang-kadang tampilannya butut.
Akhirnya balik ke fluxbox atau afterstep.



Ketika saya tanya isteri, apakah dia suka pakai linux+GNOME atau tidak (dibanding Windows). Dia bilang, "Sama saja.. Toh tinggal pake.. yang install kan kamu".. :)
Kadang-kadang dia memang 'switch' ke Windows untuk voice-chat ke keluarga di Bandung, tetapi setelah pakai 'Skype', tidak perlu lagi 'switch'.


Salam,
-Dian-

Kirim email ke