On Mon, 14 Feb 2005 12:03:20 +0200, Mohammad DAMT
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Datanglah ke Bielefeld, walo suhu +6 tapi nggak enaknya minta ampun
> > (angin, abu-abu, dsb..d.sb)
> 
> wah sama, anginnya kencang -6 pula, jadi ga bisa itu pakai celana
> pendek, ya bisa sih, kalau mau pulangnya naik ambulan.

mengingatkan kenangan "kelabu" saya :)
nekad mau ngoprek mobil mogok di bawah blizzard
(-20C dan angin kencang). maklum orang indonesia.
akhirnya (beberapa menit kemudian ...) memang menyerah 
dan meninggalkan mobil saja.

kadang-kadang juga bertanya-tanya, "mengapa saya ada di sini?"
untung kembali ke "surga di khatulistiwa".
dengan cuaca yang cerah (kalo gak hujan) seperti di foto saya.
selamat ngiri bagi yang lagi winter. ha ha ha

> 
> btw supaya masih nyangkut tema milis, apa benar apa yg saya tangkap,
> bahwa di Indonesia, prakiraan cuaca kurang laku? 

ya. masalahnya cuaca tidak mengandung dampak yang dahsyat
sebagaimana di luar negeri. memang di negeri ini kita tidak
terbiasa untuk berencana.

kalau di sana memang info cuaca sangat penting karena
terkait dengan datangnya bis, baju yang mau dipakai, dll.
ada impak yang cukup drastis kalau nggak tahu cuaca.

> dan apakah bmg
> benar-benar melakukan kegiatan ini (dulu saya dengar gosip bahwa data
> cuaca dalam negeri diperoleh dari bmgnya perancis)

tidak betul.
bmg meluncurkan radiosonde sehari dua kali (jam 12 AM & PM).
komponen radiosondenya memang masih impor.
ini yang sudah berhasil dibuat di tempat saya (ppaume)
dan sudah dibenchmark. tinggal deal bisnisnya aja.

[sebagian besar komponen radiosondenya, termasuk sensornya,
sudah berhasil dibikin di indonesia, tinggal mau beli atau 
nggaknya. harganya lebih murah, kualitas sama, dan bahkan 
dapat ikut membuat roadmap produk ke digital version.]


> > Makanya enakan di dalam rumah, atau di dalam ruang kantor.  
> > Dampaknya apa aja dioprek

Tul. Kalau cuaca buruk banget, mendingan nginep di kantor
dan ngoprek... he he he.
 
> trus bikin indomie telor cabe rawit

tapi gak ada bajigur di sono! ha ha ha
(bandrek kali masih ada ya?)

-- budi

Kirim email ke