saya coba tanggapin ya :) 1. untuk tidak ditampilkan iklan, ini agak sulit. karena memang pemasukan detikcom yang utama adalah dari iklan, beda dengan cetak yang juga ada pemasukan dari sirkulasi (berlangganan, beli eceran, dsb). hal tersebut sama saja bagaikan meminta pengelola acara di tv untuk tidak memunculkan iklan saat acara sepakbola. lalu untuk space iklan di halaman detikcom tersebut, ini merupakan keterlibatan antara pihak marketing dan pihak pemasang iklan. jadi bukan sekedar kewenangan redaksional belaka.
2. soal ditampilkan di tempat lain, sebenarnya di e-mail ajakan dari saya sekitar 1 bulan lalu, sudah dijelaskan panjang lebar. silakan kalau tulisan yang telah dimuat di detikcom, keesokan harinya langsung di arsipkan di blog, di website atau di posting di milis. jadi jangan dibalik, apa yang "telah" menjadi arsip di blog, situs atau milis, lalu dikirimkan ke detikcom. 3. sebagai "kompensasi" atas belum adanya fee bagi rekan2 penulis, sebenarnya sudah ditawarkan beberapa hal : --- dimungkinkan menyebutkan nama perusahaan (dan alamat lengkap jika dikehendaki) dan kompetensi diri untuk menjelaskan identitas penulis. contoh "Penulis, Mr ABC, adalah penggiat Open Source, dan sehari-hari menjabat sebagai Direktur pada PT XYZ. Dapat dihubungi melalui e-mail [EMAIL PROTECTED]". --- foto diri akan dipasang pula, apabila memang diinginkan. --- target jumlah pembaca detikcom lebih dari 40 ribu unique visitors (IP), dengan asumsi pesimis 1 IP dipakai oleh 5 hingga 10 orang (warnet, perusahaan, kampus, sekolah, dll). kalau menurut asumsi optimis APJII, 1 IP sekitar 20 orang. jadi silakan dihitung sendiri, berapa sebenarnya calon pembaca potensial tulisan/opini rekan2. lalu tidak menutup kemungkinan, dari detikinet.com sendiri akan mencoba mencari sponsor souvenir dari para mitra. sehingga dikemudian hari bagi para penulis, mudah2an akan bisa mendapatkan semacam souvenir. bagaimana? sudahkah ada yang berminat menulis di media massa, ataukah memang lebih senang memilih di jalur milis/blog? ya ndak apa2 sih, toh hidup juga memang pilihan :) -dbu-
