Budi Rahardjo wrote:

On 6/17/05, Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Salah satu ajaran Paulo ini menyatakan
tujuan pendidikan adalah mencapai kemerdekaan dari ketergantungan.
Paulo ini yg juga terkendal dengan ungkapan berpolitik tanpa menjadi
kontestan.

Jadi tidak heran kalau pilihan Brazil seperti itu, atau minimal di
kampus-kampus Brazil berkembang pemikiran seperti itu.

Saya jadi ingat cerita Richard Feynman.

Suatu saat dia pergi sabatical dan mengajar di Brazil.
Setelah satu tahun mengajar, diadakan acara perpisahan
dimana dia diminta untuk memberi komentar apa saja.
Komentar dia?

Saya belum pernah kenal pendidikan yang bobrok seperti
di Brazil ini. Kalau mahasiswa saya berikan pertanyaan
seperti yang saya ajarkan di kelas, dengan cepat mereka
menjawab pertanyaan. Tapi kalau pertanyaannya saya ubah,
ternyata mereka tidak bisa menjawab. (Jadi rupanya mereka
hanya menghafal akan tetapi tidak memahami.)
Jadi sebenarnya yang bobrok pendidikannya, atau mahasiswanya?

Intinya, ternyata pendidikan di Brazil tidak terlalu bagus
amat kok. Jadi jangan minder.

Tapi ... entah apak kata Feynman kalau dia diberi kesempatan
untuk mengajar di Indonesia ya?

Hmm... (something to think)
Kalau menurut pak Budi dan pak Made sendiri,
bagaimana mahasiswa/pendidikan di Indonesia?

Kirim email ke