On 9/9/05, Samuel Franklyn <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalau cuma 1 juta mail account dijamin tidak perlu > mainframe kalau pakai Java. Distro Linux terbaru > macam Fedora Core 4 atau Centos 4.1 plus sebuah > Sun Fire v40z yang Quad Opteron mungkin > sudah cukup kuat. Kalau tidak kuat tinggal pasang > sebuah lagi pasti kuat deh.
Wah ... gak yakin saya. Wong dulu ... (lagi-lagi dulu) dengan hanya belasan ribu account saja file server yang terseok-seok untuk urusan email saja lho. Mail server kami hanya untuk 10 orang saja terseok- seok. Eh, tapi ini servernya hanya pentium biasa sih. (Lagian orang-orangnya juga email maniak sih. Email saya di gmail baru mencapai 800 MB :) Bentar lagi lewat 1GB.) Tapi ... still, 10 orang saja sudah bisa bikin kewalahan. Apalagi 1 juta! Kalau 1 juta orang x 1 GBytes = ??? Wow! Lebih-lebih lagi pakai Java ... aduh. Jitakan deh, gak bakalan kuat dengan konfigurasi seperti itu. > Soalnya mail processing kan batch. > Kalau 1 juta user concurrent user untuk > aplikasi transaksional mungkin baru butuh mainframe. Wah, email jangan dianggap rendah bebannya lho. terlebih lagi dengan masalah virus dan spam. saya lupa URLnya, tapi ada sebuah universitas dengan 30 ribu account yang akhirnya terpaksa tidak sanggup pasang anti virus dan spam di mail server (severnya juga bukan hanya 1 buah lho). performance jatuh banget. mail sampainya bisa beberapa jam kemudian. tidak dapat diterima oleh user. (not acceptable.) > Pemakaian Java untuk email mungkin terlihat > berlebihan. Akan tetapi kalau anda perlu > mambangun aplikasi workflow yang berbasis e-mail > maka pilihan yang baik menurut saya saat ini adalah: > 1. Exchange Server. > 2. Lotus Notes Domino. > 3. Apache James. Kalau hanya untuk terima email, mengapa perlu pakai java? Toh setelah email diterima bisa diproses dengan yang lain (termasuk java). Tapi untuk kirim/terima saya masih belum melihat keharusan penggunaan java. aplikasi workflow juga biasanya kan hanya internal. nggak kebayang saya kalau 1 juta orang mau nge- workflow :) -- budi
