Budi Rahardjo wrote:
Kembali ke soal Java (saya tulis Java 2.0 karena orang lagi
demen menggunakan nomor versioning, he he he), saya mau
sedikit komentar.

Begini, kawan-kawan yang memberikan suara negatif tentang
Java bukan berarti anti habis-habisan soal Java lho.
Juga kebanyakan dari orang ini bukan tidak pernah pakai
Java. Hanya orang2 ini memiliki pengalaman buruk ketika
menggunakan Java. Saya yakin mereka akan coba lagi.
Kebanyakan pendapat yang keluar ini (meski negatif) adalah
dalam rangka untuk menyatakan apa adanya saja.
Sekedar share opini.

Saya juga pernah mengalami hal yang sama kok.
Tahun 1995 saya pernah belajar Java mendalam
waktu masih versi 1.1. Saya membaca ribuan halaman
buku-buku Java dan mencoba macam-macam tools Java.
Kesimpulan saya saat itu: Java is to slow and to complicated.
Saya masih mendevelop aplikasi bisnis pakai VB saat itu.

Akan tetapi tahun 1999 saya mulai belajar
Java lagi dan dapat proyek Java di tahun 2000.
Nah saat itu ternyata performance Java
sudah bagus untuk aplikasi web. Pembuatan
aplikasi web yang menggunakan teknologi
terdistribusi pun sudah ada spesifikasinya
yaitu spesifikasi J2EE. Spesifikasi ini
mempermudah pembuatan aplikasi bisnis
skala besar.


Sementara itu saya melihat yang pro Java lebih sering
membabi buta. Ini bisa berakibat buruk karena orang
malah menjadi takut/waswas.
Sudah banyak kejadian seperti itu di beberapa milis
Indonesia.

Saya berpendapat yang membabi buta sih
dua-duanya. Ini karena kedua belah pihak
tidak pernah melakukan reality check.

Hanya karena suatu teknologi atau tools jelek dimasa lalu
bukan berarti tools itu masih jelek juga saat ini.
Begitu juga sebaliknya. Makanya saya sindir
saja sekalian bahwa banyak kaum nostalgia rekan anda.

Yang namanya teknologi informasi itu bergerak
terus dan perlu proses belajar terus menerus.
Saya saja masih terus menerus belajar dan
melihat-lihat kalau-kalau ada yang lebih baik
dari Java untuk membangun aplikasi bisnis skala besar.
Dari pengamatan terakhir saya Ruby ada kemungkinan
bisa menyalip Java. Tapi itu kalau Java "complacent"
kalau Java "keep on moving" sih belum tentu. He he he.

Saya masih ingat contoh seorang mahasiswa saya (yang sangat
jago bahasa Java) yang ribut dengan seseorang yang baru
tahu Java sedikit kemudian sudah habis-habisan mengatakan
bahwa semuanya harus Java. Kalau nggak bisa Java berarti
nggak ngerti programming, dst. (Pasti rekan-rekan yang
sudah lama di beberapa milis tahu orang yang saya maksud
he he he). Saya yang membaca ini terpaksa ngurut dada.
Mahasiswa saya yang jago Java saja tidak demikian ngotonya
dan bahkan cenderung agak defensif.

Yah orang bodoh kan ada dimana-mana.
Padahal soal ngerti programming asal bisa menulis
makro Excel kan sudah mengerti programming. Bwa ha ha.


Beberapa tahun yang lalu saya ngobrol dengan kawan yang
bekerja di Intel (di Santa Clara?). Kebetulan saya ke
kantornya yang di Silicon Valley sono. Meski kedudukan
dia sudah tinggi, qubicle dia sangat kecil. he he he.
Kerjaan dia adalah soft marketing (meski dia engineer).
Jadi kerjaan dia adalah mencari aplikasi2 yang membutuhkan
computing power besar sehingga orang mau upgrade CPU.
Kesimpulan waktu itu: mereka senang Games dan Java!
karena keduanya membutuhkan computing resources yang besar
(sehingga orang bakalan mau upgrade terus). he he he.


Saya juga sangat Games dan Java. Games memberikan
entertainment yang jauh lebih sehat dibandingkan nonton TV.
Sedangkan Java "pays my bill". Tapi bukan berarti Java
itu menyenangkan lho. I still miss my VB.

Dalam perjalanan hidup saya saya pernah membangun
aplikasi bisnis besar pakai RPG/400, Clipper, VB dan Java.

RPG/400 itu bahasa yang agak low level keringatan 3
hari cuma bisa menghasilkan program CRUD. Untuk satu program
transaksi yang kompleks butuh berbulan-bulan.

Membangun aplikasi bisnis pakai Clipper menyenangkan
akan tetapi banyak masalah operasionalnya.

Membangun aplikasi bisnis pakai VB terasa sangat
mudah cuma saja kurang tenaga. Tidak bisa pakai metode OOP.
Jadi banyak repetitive worknya. Tapi bahasa dan IDEnya sendiri
sangat intuitif dan membantu.

Java powerful tapi agak terlalu kompleks.

Saya sih kepinginnya ada bahasa untuk aplikasi bisnis
yang bahasa dan IDE nya se-intuitif dan sangat
membantu seperti VB tapi sepowerful Java.
Mungkin ini "wishful thinking" tapi siapa tahu
bisa jadi kenyataan. He he he.

Kirim email ke