Pakcik wrote:
penasaran dgn gontok2an. :)
Pernah dengar test driven programming kan. gimana kalau kita kembangkan
"gontok2an driven programming"? hehe ada yg berminat? :p anak sekolahan
biasanya langsung gak terima nih, gak ada dibuku soalnya. :)
aku lagi ada develope software. bukan kerjaan kantor sih. mungkin
semacam experimental gitu. Tapi pendekatannya mungkin "gontok2an" driven
programming ini.
Jadi udah sekitar 2 bulan developmentnya. Tapi even 1 line code pun
belum ada. Kita bekerja 2 orang. Jadi apa yg kita lakukan selama ini?
Kita itu "gontok2an" dalam arti positif. Diskusi. Write it down on
paper. Aku emang sengaja pilih cara ini. Gak mau coding sebelum semua
jelas banget (detail). Tapi ada yg berpendapat, kalau begini terus kapan
Codingnya? Hasilnya menurutku bagus. Apa hasilnya:
1. Roadmap. paling susah dapet roadmap ini. Tau versi 1.0 itu feature
apa aja, versi 2.0 itu apa. dan seterusnya. Ini menuntut design scalable.
2. Functional spec dan technical spec. (Baca joel on software untuk tau
bedanya).
3. Layering Architecture . (Kita itu udah bisa ngomong kita lagi
bicarakan layer 1 kan?)
Hasilnya bagus? Apa ya hasilnya? Dokumen berisi ide. He he he.
Kalau dokumen itu dalam waktu panjang tidak jadi aplikasi juga
maka sesungguhnya tidak bagus. Karena ini adalah penyakit
klasik "paralysis by analysis".
Yang paling penting itu yg aku temukan, bahwa aku bukan "jenius". Butuh
orang lain untuk argue designku. Sering kejadian begini, "Kok gak
kepikir yah, iya juga yah". Padahal peerku itu cuman kuliah IT 1 tahun
dan udah 2 tahun gak pernah ber-IT ria lagi. Sekurang2 pengalamannya
peer kita, kalau diajak gontok2an(diskusi), sangat membantu.
Pernah juga coba langsung coding. hasilnya bug semua. hehe mirip tulisan
om rofiq ini http://blog.bujursangkar.net/post/227
Betul tapi ini cara yang dipakai MS untuk bikin Windows 3.1 dan
Linus untuk bikin kernel Linux. Nah kita sudah tahu kan apa
manfaat bug. Bug ada untuk dibunuh. :-D
Pernah ikutin cara2 kuliahan, hasilnya boring. :P
Kuliah saja sudah membosankan apalagi kerja pakai cara kuliahan.